HTTP Status[404] Errno [0]

Guru Unjuk Rasa di Kantor Diknas

19 November 2012 22:09
Guru Unjuk Rasa di Kantor Diknas
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Illustrasi

BugisPos — Puluhan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekolah Dasar (SD) YLP3LB Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, didampingi mahasiswa melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Makassar, Senin 19/11/12
Mereka menuntut Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Biringkanaya NSA dicopot dari jabatannya karena melakukan pemukulan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) Hj Rafna Nur SD SLB YLP3LB karena tidak diberi uang ‘setoran’.

Sebab, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemkot ini bukan hanya meminta uang di SD SLB YLP3LB ini tetapi diketahui meminta sejumlah uang di SD Bulurokeng dan lainnya yang berbau Pungutan Liar (Pungli).

“Setiap datang dia (NSA) meminta amplop, kalau isinya kecil tidak diambil dan minta tambah, saya pun menolak tetapi malah dipukuli,” ujar Rafna Nur seperti dirilis Antara News.

Dalam aksinya mereka meminta pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar apakah ada instruksi setiap SD memberikan ‘Upeti’ kepada oknum tersebut, bahkan berdalih ada biaya pembangunan kantor UPTD Kecamatan di Biringkanaya.

“Waktu itu hari Jumat (9/11) dia datang dan meminta uang tetapi saya menolak, tiba-tiba dia marah lantas saya dipukuli. Saya kemudian melaporkan perbuatannya ke polisi setempat. Saya pertanyakan, apakah memang kadis menyuruh meminta sejumlah uang, tetapi tidak dijawab,” tuturnya.

Dia menyebutkan, setoran sejumlah uang masuk dalam pungli sebab tidak punya dasar, bahkan sejumlah guru-guru dan Kepsek diancam tidak akan dinaikkan pangkatnya terkait wewenang dan jabatan yang dia pegang.

“Kami rasa ini pungli dan kalau ditanya tidak ada dasarnya, kami sudah bosan Pak dengan kelakuannya,” tandasnya.

Oknum PNS menjabat Kepala UPTD Kecamatan Biringkanaya NSA telah menduduki jabatan selama tiga priode atau sekitar 15 tahun. Hal ini pula diduga jabatan yang dipergunakan disalahgunakan, padahal ada aturan yang mengikat.

Kadisdik Makassar Mahmud BM mengaku, belum mengetahui secara pasti dan akan melakukan pemanggilan terkait tuduhan yang dilaporkan sejumlah guru, termasuk pemukulan Kepsek SD SLB YLP3LB.

“Kami akan melakukan klarifikasi dan memanggil oknum tersebut hari ini. Mengenai tuduhan itu belum bisa ditarik kesimpulan karena masih akan ditanyai, baik itu oknum maupun korban apakah itu benar atu tidak,” katanya.

Selain itu, pihaknya akan mempelajari kasus ini sampai dimana tingkat kesalahan diduga melanggar kode etik PNS ataukah hanya sebatas tuduhan. Mengenai pugli tersebut, kata dia Disdikdik tidak pernah mengeluarkan instruksi maupun menyuruh oknum kepala UPTD itu.

“Pihak Inspektorat akan turun dan oknum ini pasti kita tarik kalau itu benar, kalau pencopotan tidak bisa dilakukan karena PNS punya aturan sendiri. Jelas kalau menguntungkan dirinya itu adalah pungli,” ucapnya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya