HTTP Status[404] Errno [0]

Pergulatan Politik Kepala Daerah

19 November 2012 22:12
Pergulatan Politik Kepala Daerah
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh: Andi Haris

SETELAH seluruh pasangan calon gubernur  resmi mendaftarkan diriya di kantor KPUD untuk maju dalam pilkada Sulsel 2013 mendatang, maka tantangan berat yang  dihadapi  oleh  para kandidat gubernur tersebut kian terasa  terutama dalam rangka menggalang dukungan dan kekuatan massa pemilih.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan dan cukup logis nampaknya apabila masing-masing calon senantiasa dituntut untuk bersikap lebih proaktif dalam bentuk melakukan kegiatan safari dan kunjungan ke berbagai daerah dengan tujuan untuk terus membangun komunikasi, konsolidasi serta sosialisasi program kerja khususnya yang langsung menyentuh kebutuhan pokok  masyarakat.
Selanjutnya, seiring dengan semakin kerasnya kompetisi politik diantara para calon sehingga yang tak kalah menariknya yaitu menjamurnya  hasil survei politik yang menganalisis tentang tingkat elektabilitas dan akseptabilitas publik terhadap sang calon yang diusung oleh partai politik/koalisi parpol yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei.

Walaupun survei seperti ini sudah bukan lagi merupakan hal yang baru dalam konstelasi perpolitikan nasional kita lantaran selalu muncul di saat menjelang diadakannya pemilu termasuk pilkada, namun masalah yang seringkali digugat oleh publik adalah sejauh mana tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap hasil survei itu. Maksudnya apakah hasil survei tersebut memang benar melalui suatu prosedur yang sifatnya objektif ataukah justru sebaliknya survei itu hanya merupakan sebuah pesanan yang hasilnya sengaja direkayasa agar  bisa mendongkrak popularitas elite politik tertentu yang pada akhirnya akan mempengaruhi opini publik
Tentu saja, untuk menjawab pertanyaan ini jelas bukan pekerjaan yang gampang sebab diperlukan adanya investigasi yang cukup teliti yang dilakukan oleh  lembaga independen. Karena itu, lepas dari ada tidaknya hasil survei politik yang pasti substansi dalam suatu sistem politik demokratis selain menginginkan dilakukannya pemilu secara berkala juga diharapkan pesta demokrasi ini berfungsi sebagai sarana pendidikan politik serta media bagi pemilih untuk mengaktualisasikan hak politiknya, menjadi ruang bagi teralisasinya partisipasi politik otonom rakyat dan sekaligus memberi pengalaman dalam mengartikulasi ekspektasi, kepentingan, harapan serta aspirasi kaum pemilih, menjadi cermin bagi pelaksanaan kedaulatan rakyat demi membangun masa depan negara, merevitalisasi kegiatan checks and balances antara eksekutif dan legislatif  serta mengukuhkan dan mengontrol pejabat publik yang terpilih.
Selain itu,sebagai sebuah proses politik yang terus bergulir secara reguler dan memerlukan ongkos politik yang cukup mahal, maka wajar jika animo masyarakat dalam menyambut perhelatan demokrasi ini amat tinggi. Itu pula sebabnya, mengapa umpamanya para calon kepala daerah dengan tiada hentinya menabur janji serta menjual slogan politik yang pada prinsipnya diorietansikan pada pemberdayaan kehidupan sosial, ekonomi dan politik masyarakat. Tentu saja, manuver politik di atas yang dipertontonkan para calon dinilai sangat penting mengingat pilkada juga berperan sebagai panggung politik bagi terjadinya pertarungan kepentingan akan kekuasaan dalam rangka mencari pejabat publik dari hasil pilihan rakyat untuk menata   pemerintahan   daerah.
Meskipun demikian, yang kerapkali disayangkan apabila sudah sedemikian kencangnya terpolarisasi, terpecah dan terkavlingnya kepentingan para calon sehingga hal ini tak jarang menimbulkan pula persoalan tersendiri yang kemudian berimplikasi bagi terganggunya stabilitas sosial, ekonomi dan iklim politik di daerah.

Lihatlah misalnya beberapa fenomena politik yang seringkali mewarnai pilkada di sejumlah daerah seperti maraknya kampanye hitam yang cenderung memojokkan lawan politik lewat cara menebar isu negatif dan provokatif, kentalnya fanatisme golongan yang sempit, tampilnya perilaku politik yang saling melempar kesalahan, adanya praktik politik uang,merebaknya aksi premanisme politik serta kampanye terselubung yang mana semua ini menjadi lahan subur  bagi munculnya radikalisasi massa, gesekan, konflik horizontal antar massa pendukung serta tindakan anarkis.

Bahkan dalam situasi tertentu, jika perlu orangpun  berani melakukan tindakan vandalisme dengan mengatasnamakan simbol demokrasi. Akibatnya, pilkada yang semula dirancang sebagai wadah partisipasi politik rakyat yang bebas dan mandiri untuk memilih pemimpin yang  akuntabel, kredibel, visioner, akseptabel dan kompeten akan berubah menjadi sebuah arena perseteruan, pertikaian, kerusuhan, konflik serta kekerasan politik.
Oleh sebab itu, untuk mencegah perilaku politik pemilih yang dianggap kontra produktif dengan nilai demokrasi sehingga pilkada dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif, aman, tertib dan damai maka para elite politik yang ikut berkompetisi di pilkada  beserta simpatisannya sebaiknya   membangun suatu budaya politik yang sehat yang mengakui serta mengapresiasi prestasi orang lain misalnya saja prestasi yang telah dicapai dan diakui ditingkat nasional untuk pasangan Syahrul-Agus dalam kepemimpinannya membangun Sulsel, mentolerir perbedaan pendapat, menghilangkan sikap apriori dan fanatisme daerah, suku serta kelompok yang berlebihan.
Di samping itu, juga yang tak kalah pentingnya yaitu sejumlah institusi seperti KPU, Panwaslu, Bawaslu dan birokrasi pemerintah seyogyanya berada dalam posisi yang netral, tidak memihak dan tidak menjadi perpanjangan tangan salah satu calon kepala daerah serta bersih dari permainan politik. Soalnya, tujuan utama diadakannya pilkada setidaknya dapat direkrut pejabat publik yang legitimate dalam mengelola manejemen pemerintahan daerah sehingga tujuan pembangunan daerah dapat tercapai ***

Andi Haris adalah Dosen Sosiologi Politik Universitas Hasanuddin)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya