HTTP Status[404] Errno [0]

Edi-Melati, Juara Dunia Bulutangkis Junior

20 November 2012 01:46
Edi-Melati, Juara Dunia Bulutangkis Junior
Prestasi mengkilap dicetak dua atlet muda Indonesia di pentas bulutangkis dunia. Edi Subaktiar (18 tahun) dan Melati Daeva Oktavianti (17 tahun) merebut juara dunia junior ganda campuran pada kejuaraan dunia bulutangkis junior 2012 di Chiba Port Arena, Chiba, Jepang pada 3 November lalu.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Prestasi mengkilap dicetak dua atlet muda Indonesia di pentas bulutangkis dunia. Edi Subaktiar (18 tahun) dan Melati Daeva Oktavianti (17 tahun) merebut juara dunia junior ganda campuran pada kejuaraan dunia bulutangkis junior 2012 di Chiba Port Arena, Chiba, Jepang pada 3 November lalu.

BugisPos — Prestasi mengkilap dicetak dua atlet muda Indonesia di pentas bulutangkis dunia. Edi Subaktiar (18 tahun) dan Melati Daeva Oktavianti (17 tahun) sukses merebut titel ganda campuran pada kejuaraan dunia bulutangkis junior 2012 di Chiba Port Arena, Chiba, Jepang pada 3 November lalu.

Edi/Melati yang merupakan atlet binaan PB Djarum keluar sebagai pemenang setelah di partai final mengalahkan rekan senegaranya Alfian Eko Prasetya/ Shella Devi Aulia, 21-17 dan 21-13. Edi/ Melati dalam hal ini melanjutkan keberhasilan pasangan ganda campuran Indonesia Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja yang juga menjadi pemenang kejuaraan serupa di Taiwan tahun lalu.

Seperti dirilis VivaNews.com, Sigit Budiarto selaku pelatih Edi/Melati berharap agar keduanya tidak puas dengan keberhasilan yang didapat sekarang. Juara ganda putra All England 2003, bersama Chandra Wijaya itu menegaskan bahwa jalan keduanya masih panjang dan berliku.

Sebagai atlet yang akan beranjak ke tingkat senior, Edi yang beberapa waktu lalu juga sukses menggondol titel kejuaraan ganda putra Asia Junior dan Melati yang tahun ini meraih kemenangan di kejuaraan Banuivest Internasional, diharapkan tetap menjaga motivasi dan tidak mudah patah semangat.

“Tidak semua yang berhasil di junior bisa bagus di senior karena butuh proses panjang dan kesempatan yang diberikan serta kemampuan atlet sendiri. Itu semua ditentukan oleh atlet untuk memaksimalkan potensi dan beradaptasi. Yang jelas mereka tidak boleh mudah patah semangat,” pesan Sigit.

Sukses beruntun di nomor ganda campuran ini kemudian memunculkan tanda tanya besar atas mandeknya prestasi dari nomor tunggal. Yoppy Rosimin selaku ketua PB Djarum menjelaskan pihaknya kini tengah berusaha keras menggenjot kemampuan serta motivasi atlet-atlet binaan PB Djarum.

Khususnya di nomor tunggal agar bisa ikut berprestasi seperti nomor ganda. Salah satunya menggelar acara penyerahan penghargaan kepada juara dunia junior Edi/Melati di markas PB Djarum di GOR Jati, Kudus.

“Harapan di musim depan ada dua juara. Kami juga harus bisa meraih gelar di nomor tunggal. Kami ingin menularkan virus positif sekaligus semangat kompetisi kepada atlet yang ada di Kudus,” kata Yoppy, Selasa, 13 November 2012.

Atas prestasi yang diraih Edi/Melati, PB Djarum mengapresiasi dengan memberikan bonus senilai Rp90 juta. “Kami harap penghargaan ini memacu para atlet dalam mengejar prestasi,” kata Yoppy lagi.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya