HTTP Status[404] Errno [0]

Pocong Monalisa Gentayangan di RS Labuang Baji

22 November 2012 00:57
Pocong Monalisa Gentayangan di RS Labuang Baji
Pocong Monalisa berwarna gelap, nampak di belakang ranjang tempat Napisah terbaring ditemani seorang keluarganya yang sedang duduk. Gambar ini diambil pada tanggal 28 Maret 2009, di kamar Vip A No.2 RSU Labuang Baji, Makassar (dok : BugisPos)
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pocong Monalisa berwarna gelap, nampak di belakang ranjang tempat Napisah terbaring ditemani seorang keluarganya yang sedang duduk. Gambar ini diambil pada tanggal 28 Maret 2009, di kamar Vip A No.2 RSU Labuang Baji, Makassar (dok : BugisPos)

BugisPos –  Hampir semua rumah sakit di manapun, dipastikan akan ditempati mahluk halus yang aneh-aneh. Ini disebabkan karena banyaknya orang yang meninggal secara secara terpaksa, misalnya kecelakaan, pembunuhan, dan lain-lain, yang mengakibatkan rum pasien yang meninggal itu gentayangan. Selain itu, bangsa jin juga banyak berkeliaran di rumah sakit, yang kerap mengganggu di sejumlah kamar rumah sakit.

Rumah Sakit Umum Labuang Baji di Jl.Dr.Ratulangi, Makassar, termasuk rumah sakit yang cukup angker. Di kompleks RS milik Pemprov Sulsel ini, apabila pada malam hari, ada-ada saja tingkah mahluk halus disana, yang seringkali membuat para pasien dan pembezuk pada merinding bulu kuduknya. Bahkan di kalangan pegawai RS sendiri, sering merasa takut akibat ulah para mahluk halus. Di RS ini, ada dua jenis mahluk halus yang sering usil mempermainkan siapa saja yang berada di areal tersebut, yakni jenis bangsa jin, dan jenis ruh manusia yang telah meninggal. Kedua jenis mahluk halus ini, memang berada pada dimensi yang berbeda, tetapi wilayah aktifitas dan sasaran tingkah isengnya, adalah orang-orang yang berada di dalam areal rumah sakit.

Hasil penelusuran Wartawan BugisPos di RS tersebut mengungkapkan, di areal Unit Gawat Darurat (UGD) khususnya di kamar nomor 2 Vip A, ada mahluk halus sejenis pocong yang selalu menampakkan diri. Hal itu terjadi sejak dulu sampai sekarang. Karena itulah, setiap yang masuk ke kamar tersebut, akan selalu merasakan sesuatu yang aneh-aneh. Di dalam ruangan ini, sosok pocong, atau jenis mahluk halus dari ruh manusia yang telah meninggal, senantiasa muncul untuk memperlihatkan dirinya. Penampilannya selalu dalam keadaan terbungkus kain kafan, yang kedua ujungnya, yakni ujung kain kafan di bagian kepala dan kaki, dalam keadaan terikat.

Dari fakta-fakta yang sering ditemukan di masyarakat, biasanya seseorang yang sudah meninggal, kemudian muncul dalam bentuk gaib, berupa pocong. Biasanya pocong seperti ini mendatangi keluarganya. Si pocong berusaha mem

beritahu keluarganya, agar menggali kembali kuburnya, dan melepaskan tali ika

tan kain kafannya, yang lupa dilepas tatkala dilakukan penguburan jenazah.

Pocong Monalisa

Â

Lantas, ruh milik siapa yang sering muncul jadi pocong di kamar 2 Vip A UGD RS Labuang Baji itu ? Â Tim gaib BugisPos yang coba melakukan komunikasi dengan ruh yang bersangkutan, akhirnya didapat keterangan, bahwa ruh tersebut adalah milik Monalisa.

Monalisa, gadis Manado yang cantik, tubuhnya putih mulus. Meninggal secara tidak wajar dan dalam keaadaan hamil, dalam usia 27 tahun. Dia memilih minum racun, karena pacarnya yang warga keturunan, menolak bertanggung jawab atas janin yang ada di dalam kandungannya.

Dalam keadaan sekarat, Monalisa dibawa oleh seorang lelaki yang memakai mobil Sedan warna hitam ke RS Labuang Baji untuk diselamatkan. Namun setiba di UGD kamar 2 Vip A, Monalisa meninggal. Peristiwa terjadi pada 27 September 1960. Mayatnya kemudian dibawa pergi oleh Sedan hitam misterius tersebut, dan entah dikuburkan dimana.

Dari hasil komunikasi, selanjutnya mengungkapkan, tatkala mayat Monalisa dikuburkan, kain kafannya tidak sempat dilepas. Mungkin saja pada saat penguburannya, dilakukan secara tergesa-gesa karena tak mau ketahuan orang lain, sampai tali pengikat kain kafan itu lupa dibuka ikatannya. Akibatnya, tanah tempat dia dikuburkan tak mau menerima tubuh gadis ini, apalagi karena mayat tersebut meninggal akibat bunuh diri. Maka gentayanganlah ruh Monalisa, yang kemudian memilih bertempat tinggal di kamar 2 Vip A, RS Labuang Baji.

Di Belakang Ranjang

Â

Hj. Napisah, seorang pasien yang menempati kamar 2 Vip A karena sesuatu penyakit. Suatu malam, pada 28 Maret 2009, beberapa keluarganya yang datang membezuk. Kebetulan di antara mereka ada yang membawa ponsel yang dilengkapi dengan kamera. Tak begitu jelas merk ponsel tersebut, namun sempat digunakan memotret Napisah bersama seorang keluarga pembezuk. Si pemotret bersikap biasa-biasa saja. Saat memotret, di layar kamera tak terlihat sesuatu yang lain, kecuali tubuh Napisah yang sedang terbaring lemah, dan seorang keluarganya.

Tetapi ketika pemotretan selesai, lalu pemotretannya dicek ulang, tiba-tiba si pemotret jadi kaget. Sebab di dalam foto, ada sesuatu yang nampak di belakang tempat tidur Napisah. Sosok bayangan itu berwarna gelap yang menyerupai po

cong. Pocong itu berdiri menyamping.

Malam itu, gemparlah seisi rumah sakit. Banyak pembezuk cepat-cepat mening

galkan tempat, meskipun beberapa pegawai RS berusaha menenaagkan mereka. Kata seorang pegawai ; “Tidak usah takut, biasa ji hal seperti itu disini. Dimana-mana rumah sakit juga biasanya ada yang seperti itu ..” Tapi mereka yang terlanjur kaget dan takut, terbirit-birit meninggalkan Labuang Baji. Pantas saja, selama pembezuk berada di situ, bulu kuduk mereka pada merinding, kata seorang keluarga Napisah.

Nah, pocong yang berhasil direkam gambarnya tersebut, adalah tak lain dari ruh

Monalisa. Ruh gadis malang ini, agaknya berusaha menampakkan dirinya pada orang yang ada di kamar tersebut. Menurut Tim gaib BugisPos, Monalisa sebetulnya sedang berusaha mencari bantuan, agar ada orang yang dapat menolongnya, dengan membuka ikatan kain kafannya di dalam kubur, supaya ruhnya dapat diterima, dan berhenti bergentayangan. Persoalannya ialah, tak ada yang tahu dimana Monalisa dikuburkan. Tim Gaib BugisPos berpendapat, bila pihak RS menghendaki, maka ruh Monalisa bisa saja ditolong. Dikembalikan ke tempatnya yang layak, supaya pocongnya bisa meninggalkan Labuang Baji. Seorang perawat di RS Labuang Baji mengatakan, di RS ini hal demikian sudah menjadi hal biasa di rumah sakit ini (irwan/una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya