HTTP Status[404] Errno [0]

Rivalitas dan Media Sosial

22 November 2012 01:27
Rivalitas dan Media Sosial
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh: Hasrullah

Â

KONTESTASI WACANA menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel semakin terasa getarannya hingga di ranah publik. Hal tersebut dipicu karena ada kandidat merasa terganggu ukuran popularitas dan elektabitas di mata publik (baca: goncangan survei politik).
Sementara itu, ada kandidat dengan sangat yakin dan percaya, grafik performance beranjak naik sehingga menambah self confidence untuk memenangkan Pemilukada.
Apalagi dalam konteks politik dimana untuk mengetahui tingkat keterpilihan seorang kandidat dapat diketahui dengan 2 (dua) metode, yaitu: jajak pendapat dan survei khalayak. Coba kita simak hasil survei awal yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI): Ilham hanya mendapat 24 persen dan SYL 52 persen. Kemudian survei selanjutnya, Ilham naik 32 persen dan SYL 51 persen. Begitu pula hasil polling awal Juni 2012, datanya menunjukkan IA mencapai 53 persen sementara Sayang hanya mencapai 34 persen.
Harus diakui, dari paparan data menunjukkan bahwa hasil analisis isi survei pasangan Sayang masih mengungguli Ilham-Azis. Namun perlu disimak, angka persentase survei elektabilitas dan popularitas dari Ilham-Azis naik cukup drastis yakni 8 persen. Itu artinya, penantang mendapat respons positif dari publik. Namun sebaliknya, dari kecenderungan analisis jajak pendapat, ternyata Ilham-Azis mendapat respons positif bahkan secara angka kuantitatif melampaui pasangan Sayang.
Lalu bagaimana dengan kehadiran media baru seperti media jejaring sosial? Saluran komunikasi politik yang anyar ini ternyata cukup ampuh untuk memprediksi pemenangan dalam kontestasi politik. Metode yang umum digunakan adalah memantau secara sistematis isu-isu ataupun percakapan yang terjadi di media jejaring sosial yang berkaitan dengan berbagai isu politik tertentu, baik secara nasional maupun regional. Cara seperti ini dikenal dengan metode social media analitycs. Metode ini diadopsi dari monitoring brand/product dalam media jejaring sosial yang biasa digunakan di dunia marketing maupun advertising.
Ada beberapa lembaga yang menggunakan metode tersebut seperti PoliticWave, Indexpolitica, dan sebagainya. PoliticWave dan Indexpolitica merupakan aplikasi web yang terintegrasi dengan media jejaring sosial seperti twitter, facebook page, foursquare, dan lain-lain. Aplikasi tersebut mampu menganalisis trend suatu brand atau dalam hal ini disebut kandidat. Dan, metode ini terbukti secara ampuh untuk dapat mengantarkan kemenangan Obama 5 tahun lalu ketika mengalahkan rivalitas utamanya, John Mc Cain dalam Pilpres Amerika Serikat 2007.
Dari gerakan massif dan spartan di dunia maya melalui facebook, Obama menggunakan media jejaring sosial sebagai media kampanye maupun ajang pengumpulan dana. Begitu juga dengan prediksi persaingan Jokowi-Ahok dengan Foke-Nara dalam Pilgub DKI Jakarta yang lalu. Di saat lembaga survei menetapkan dan memberikan justifikasi Foke pemilik elektabilitas tertinggi di antara 6 rivalitas kandidat Cagub DKI Jakarta. Namun, analisis media jejaring sosial berkata lain, ternyata Jokowi mendapat apresiasi positif dan signifikan, dan akhirnya membalikkan fakta survey. Dan hasilnya Jokowi keluar sebagai pemenang.
Maka dari itu, tidak tertutup kemungkinan entry point dalam menyambut rivalitas Pemilukada di Sulsel, tergantung seberapa banyak pembicaraan publik terhadap suatu tokoh atau kandidat. Aroma kemenangan tergantung pemenuhan harapan publik dari dimensi kesukaan/diminati rakyat. Jadi, kalau ada kandidat mengatakan bahwa tidak ada rivalitas kuat dalam Pemilukada antar kandidat cagub Sulsel, maka pernyataan itu dapat dianggap sumir dan beraroma kepanikan tanpa merujuk hasil data survei, polling dan analisis media jejaring sosial.
Dan apakah Pilgub Sulsel pada Januari 2013 mendatang akan memberikan kejutan seperti di Pilgub DKI Jakarta yang berhasil menumbangkan gubernur incumbent? Atau sebaliknya, dimana gubernur incumbent tetap kokoh dan perkasa di antara kandidat-kandidat lainnya? We will see! ***

Hasrullah adalah Pengamat Komunikasi Politik Unhas.

Â

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya