HTTP Status[404] Errno [0]

4 Oknum Polisi Narkoba Diperiksa Intensif

23 November 2012 03:20
4 Oknum Polisi Narkoba Diperiksa Intensif
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) terus mengembangkan kasus empat oknum polisi narkoba.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) terus mengembangkan kasus empat oknum polisi narkoba.

BugisPos — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) terus mengembangkan kasus empat oknum polisi narkoba. Keempat oknum anggota polisi itu tertangkap pesta narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) Minggu lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulselbar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endi Sutendi, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap empat oknum polisi dan seorang mahasiswa program pascasarjana (PPs) UMI Makassar.

“Mereka masih dalam proses pemeriksaan,” kata AKBP Endi Sutendi, kemarin.

Keempat oknum polisi narkoba itu, seperti yang dirilis Cakrawala online, adalah Briptu Rustadi, Briptu Andi Wahyudi Amal, Briptu Ahmad, dan Briptu Bustan. Keempatnya merupakan personel yang bertugas di Markas Polda Sulselbar. Sementara mahasiswa PPs itu adalah Herman (27) yang juga warga Taman Sudiang Indah Blok K.

Kabid Humas mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui yang berperan sebagai penyedia barang haram tersebut untuk digunakan secara bersama-sama adalah Briptu Wahyudi.

Sedangkan Briptu Bustan diketahui sebagai pemilik rumah yang ditempati pesta narkoba jenis sabu di Kompleks Villa Mutiara Jalan Ir Sutami saat itu.

“Mereka berlima sepakat menyuruh Wahyudi membeli sabu-sabu,” beber Endi.

Endi juga membeberkan bagaimana cara aparat hukum ini memperoleh barang haram tersebut. Wahyudi yang merupakan anggota Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel ini, mendapatkan sabu-sabu dengan terlebih dulu melakukan transaksi terhadap seorang pengedar melalui via telepon.

Setelah kedua pihak deal, pembayaran dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening pengedar tersebut. Praktis, cara ini tidak mempertemukan ke dua belah pihak.

“Dia (Wahyudi) tidak per nah ketemu dengan pengedarnya karena mereka ber transaksi lewat telepon. Kemudian, sabu-sabu itu di letakkan di suatu tempat,” terang perwira polisi berpangkat tiga bunga tersebut.

Endi mengatakan pihak nya kini masih melakukan pengembangan untuk menangkap pengedar itu. Sa yang, sejauh ini polisi belum berhasil mengungkap identitas pengedar tersebut.

“Kami belum mengetahui identitas pengedar tersebut. Tapi Kami akan terus mengembangkan kasus ini,” tegas mantan Waka Polrestabes Makassar ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar melakukan penggerebekan, kira-kira pukul 01.00 Wita, kelima sedang berpesta sabu-sabu. Polisi lalu menyita barang bukti berupa sabu-sabu sisa pakai, dua korek api gas, satu pipet sebagai alat isap (bong), satu sendok terbuat pipet, dan satu buah botol Aqua.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan dua polisi ma sing-masing WA dan AH serta mahasiswa PPs HR sebagai tersangka. Ketiganya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya