HTTP Status[404] Errno [0]

Garuda-Na Tuding KPU dan Panwaslu Tak Netral

23 November 2012 02:10
Garuda-Na Tuding KPU dan Panwaslu Tak Netral
Tim Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel A Rudiyanto Asapa-A Nawir (Garuda-Na) menuding ada dugaan ketidaknetralan sikap KPU dan Panwas Sulsel dalam pencabutan atribut di daerah kabupaten/kota.

Tim Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel A Rudiyanto Asapa-A Nawir (Garuda-Na) menuding ada dugaan ketidaknetralan sikap KPU dan Panwas Sulsel dalam pencabutan atribut di daerah kabupaten/kota.

BugisPos — Suhu politik menjelang proses pemilihan kepala daerah (pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 22 Januari 2013 mendatang semakin memanas. Salah satu perbincangan yang menyulut tensi politik menaik di Sulsel ini yakni dugaan yang diarahkan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulsel yang dituding tidak netral.

Ketidak netralan pihak KPU dan Panwaslu Sulsel , terkait pencabutan atribut calon pasangan yang ikut bertarung di pesta demokrasi yang dihelat sekali dalam lima tahunan tersebut.

“Kami menilai netralitas KPU dan Panwaslu Sulsel patut dipertanyakan,” tegas Direktur Hukum dan Advokasi pemenangan Garuda-Na, Pice Jehali.

Salah satu indikator dugaan ketidak netralitas sikap KPU dan Panwas Sulsel yaitu adanya ketidak merataan instruksi dan pengawasan pada persoalan pencabuatan atribut seperti baliho setiap calon pasangan yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten/kota.

“Ada semacam sikap diskriminatif KPU dan Panwas. Pasti Garuda-Na yang sering menjadi sasaran pencabutan baliho. Sementara baliho calon pasangan lainnya tidak dicabut dan biarkan tetap berdiri kokoh, Persoalan ini banyak terjadi dan dialami di daerah termasuk di Luwu,” terang Pice.

Atas dugaan ketidaknetralan sikap KPU dan Panwas Sulsel, tim pemenangan pasangan calon Nomor urut 3 ini berencana bertolak ke Jakarta meminta kepada Bawaslu dan KPU pusat untuk melakukan reposisi serta mengevaluasi kinerja masing-masing bawahannya.

“Persoalan akan kita laporkan ke pusat dalam pekan ini,” kata Pice mengaku KPU dan Panwas sudah tidak kredibel lagi dalam mengurusi pilkada yang bakal dihelat di Sulsel Januari mendatang.

“Mestinya pencabutan baliho setiap pasangan calon dilakukan secara mereta jangan ada tebang pilih,” tegasnya, seperti dikutip dari Tribun Timur.com.

Sementara Komisioner Panwas Sulsel Anwar Ilyas, membantah pihaknya dianggap tidak netral dalam melakukan pengawasan pemilu.

“Urusan cabut mencabut atribut itu bukan gawe panwas. Tugas panwas hanya melakukan pengawasan,” ujar Anwar saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Anwar mengatakan, persoalan pencabutan atribut atau baliho calon pasangan merupakan kewenangan KPU yang kemudian disampikan kepada Satpol PP dan aparat kepolisian.

“Soal eksekusinya itu kewenangan KPU. Sementara Panwas hanya melakukan pengawasan. Namun jika terjadi hal-hal yang dinilai tidak netral dilapangan itu kewenangan panwas,” ungkap Anwar sembari mengaku Panwas tetap bersikap netral dalam hal apapun. (gafar)



Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya