HTTP Status[404] Errno [0]

Pemkab Belu Bangun Jaringan Air Bersih

23 November 2012 04:02
Pemkab Belu Bangun Jaringan Air Bersih
Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur tengah membangun jaringan air bersih serta sumber-sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan warga Belu di perbatasan RI-Timor Leste.

Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur tengah membangun jaringan air bersih serta sumber-sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan warga Belu di perbatasan RI-Timor Leste.

BugisPos — Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur tengah membangun jaringan air bersih serta sumber-sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan warga di perbatasan RI-Timor Leste itu jika terjadi bencana banjir.

“Jika musim hujan tiba, wilayah ini menjadi langganan banjir sehingga membuat masyarakat kami selalu kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Bupati Belu Joachim Lopez kepada pers di Atambua, ketika ditanya soal antisipasi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi rakyatnya saat menghadapi banjir.

Ketika musim hujan tiba, Sungai Benenain yang terletak di selatan Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Distrik Maliana, Timor Leste, selalu meluap dan menggenangi rumah warga serta merusak jaringan air bersih.

“Saat ini, kami sedang mendata sumber-sumber air baku serta membangun jaringannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat saat menghadapi bencana banjir ketika datangnya musim penghujan,” kata Lopez.

Ditambahkan setiap tahun saat musim hujan tiba, wilayah Kabupaten Belu selalu dilanda bencana banjir sebagai akibat meluapnya sungai Benenain.

Banjir tersebut mengganggu dan merusak sistem dan sumber mata air bersih warga yang saban hari dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan mandi, cuci dan kakus.

Karena itu, langkah konkrit yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Belu, sebagaimana dirilis Antara News, Â adalah dengan menyediakan sistem jaringan air bersih demi tetap terjaganya sanitasi lingkungan terutama sistem jaringan air yang tetap bersih dan laik untuk dikonsumsi warga.

“Akan ada banyak penyakit, jika masyarakat mengkonsumsi air yang sudah tercemar dengan lumpur akibat luapan sungai Benenain tersebut,” ujarnya.

Karena itu pemerintah merasa perlu menyediakan sistem serta sumber air bersih agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dia menambahkan pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk secara teknis melakukan rekonstruksi dan pembenahan tanggul dan dinding penahan sungai Benenain, sehingga tidak mudah jebol.

“Saya tidak tahu teknisnya seperti apa, tapi yang kami harap ada perbaikan dan pembenahan secara teknis soal dinding dan tanggul penahan sungai Benenain,” kata Lopez.(gafar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya