HTTP Status[404] Errno [0]

Kasim Wahab, Pusing Ngatur 17 Ribu Pegawai Pemkot

24 November 2012 00:42
Kasim Wahab, Pusing Ngatur 17 Ribu Pegawai Pemkot
Kasim Wahab
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kasim Wahab

Drs.Muh. Kasim,M.Si, pria kelahiran Bone tahun 1968 ini, kini menjabat Kepala Badan Pekegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar. Perjalanan kariernya ternyata juga panjang dan berliku. Dia pernah menjadi guru agama di SMP Bungoro, Pangkep, dan pada saat yang sama dia menjadi ketua KNPI Kota Makassar.

Dengan kondisi seperti ini, tentu saja Kasim kesulitan membagi waktu di antara mengajar di Pangkep lantas juga mesti menjalankan roda organisasi di Makassar.

“Masa sih pak wali ketua KNPI justeru menjadi guru di Bungoro, Pangkep …” itu sepenggal kalimat yang meluncur dari bibir Kasim Wahab tatkala suatu waktu bertemu dengan Walikota Makassar HB Amiruddin Maula. Maula waktu itu ternyata merespon dengan baik, lantas memerintahkan Kabag Kepegawaian Alimuddin Wellang menangangi Kasim Wahab. Hasilnya, Kasim Wahab dipindahkan ke Pemkot Makassar dan menjabat Kabid PLS di Dinas Pendidikan Kota Makassar. Itu terjadi tahun 1998 yang lalu. “Alhamdulillah ..” ujar Kasim sambil ketawa.

Ini adalah satu dari sekian keuntungan bila seseorang aktif berorganisasi. Sebagai ketua KNPI Kota Makassar, Kasim tentu banyak berinteraksi dengan banyak orang, termasuk dengan banyak pejabat. Waktu itu dia memang sudah aktif di KNPI. Namun sejak zaman Ilham jadi Walikota, Kasim hijrah ke AMPI.

Alumni Fak Pendidikan Tarbiyah IAIN Alauddin tahun 1988 ini, kemudian diangkat jadi Kabag Humas Pemkot Makassar pada periode pertama Walikota Ilham Arief Sirajuddin.

Tugas-tugas kehumasan Pemkot di tangan Kasim, lumayan berjalan baik. Riak-riak dengan para kulit tinta dan jajaran humas selalu dapat diatasinya dengan baik. Senyum Kasim yang mudah merekah, menjadi perekat yang ampuh dalam berkomunikasi antara awak media dengan humas. Kondisi yang diciptakan Kasim selama di humas, para wartawan yang bertugas di Balaikota telah menjadikan ruang humas seperti di kantor sendiri. Konkow-konkow dengan wartawan juga hampir tiap bulan dia lakukan di warkop. Maksudnya apa ? Itu untuk membangun kemitraan dengan gaya kekeluargaan. “Kalau kemitraan diwarnai aroma kekeluargaan, maka setiap masalah akan dapat lebih mudah diatasi” kata Kasim.

Kesibukannya di Humas kemudian berakhir, Â setelah Kasim dipindah jadi Kabag Umum Pemkot. Dia sini sibuk ngurus tetek-bengek urusan rumah tangga Balaikota. Pagi ngatur undangan, sore mempersiapkan segala rupa peralatan acara, malamnya sibuk pula ngurus tetek-bengek konsumsi. Itulah rutinitas yang mesti ditangani di Bagian Umum. Urusan kendaraan para tamu pemkot juga ada di bagian ini. Lengkaplah sudah kesibukan Kasim selaku Kabag Umum.

Yang membuat pria santun Kasim Wahab yang pandai bergaul ini, ialah tatkala mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Makassar menggantikan Sittiara yang naik pangkat jadi asisten. Sittiara suatu saat tersenyum pada penulis sambil berbisik ; “Rasakan mi itu jadi kepala bekade … pusing dee“ sambil melirik-lirik ke arah Kasim.

Kasim sendiri mengakui sungguh berat tugas seorang kepala BKD. Bayangkan, katanya, mengatur pegawai Pemkot Makassar yang jumlahnya sekitar 17 ribu, itu bukan kerja yang gampang. Namun, prinsip Kasim, setiap tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seorang pegawai negeri, harus dilaksanakan dengan sungguh-sunggu dan penuh tanggung jawab. “Masih untung kita diberi tanggung jawab oleh pimpinan. Kalau tidak mi, mau apako ” kata Kasim sambil tertawa.

Dengan tiga jabatan yang pernah dan sedang diemban Kasim di Balaikota, ketiganya menuntut dia bekerja melebihi jam kantor pada setiap harinya. Rata-rata lepas magrib baru Kasim bisa meninggalkan kantor. Apalagi kalau akan ada mutasi pegawai, wahh sibuknya luar biasa. Bahkan bila perlu kerja sampai larut malam.

Prinsip Kasim Wahab dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala BKD, ialah bagaimana melanjutkan sukses yang telah diraih pejabat terdahulu. Pelayanan kepada 17 ribu pegawaki itu yang utama. Jangan ada urusan kepegawaian yang tertunda-tunda atau terbengkalai. Seba kalau tugas pelayanan tidak maksimal, maka adalah dosa BPKD yang mesti dipertanggung jawabkan. Seluruh unit kerja di BKD digerakkan Kasim dengan pola manajemen terbuka, modern dan disiplin kerja yang baik. “Bagaimana 17 ribu pegawai mau disiplin kalau jajaran BKD sendiri yang tidak disiplin. Maka jajaran BKD yang pertama mesti memberi contoh yang baik” harap Kasim.

Sebagai kepala BKD, ternyata banyak juga aroma pancingan yang merebak di ruang kerja Kasim. Kadang ada pejabat atau pegawai yang tiba-tiba mengajak Kasim keluar makan siang atau makan malam bersama. Namun dalam amatan penulis, setiap ada ajakan seperti itu, Kasim selalu menolak dengan halus. Macam-macam alasannya sehingga ajakan itu tak dipenuhi.

Mengapa ? Ternyata Kasim berpendapat, nanti hanya dibawah makan saja, orang akan berpendapat lain. Bisa jadi diajak makan siang namun yang mengajak itu ternyata ada maunya. Boleh jadi mereka mengejar jabatan, atau entahlah apa namanya (usdar nawawi)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya