HTTP Status[404] Errno [0]

Koperasi yang Tak Lagi Beroperasi

24 November 2012 00:35
Koperasi yang Tak Lagi Beroperasi
A.Abd.Gani Sirman
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

A.Abd.Gani Sirman

BugisPos – Duni perkopearsian di kota Makassar kini sungguh menyedihkan. Padahal kredit usaha koperasi yang dikucurkan pemerintah pada setiap tahunnya cukup besar. Kemanakah kredit itu disalurkan ? Apa yang sesungguhnya dilakukan dunia perbankan kepada dunia koperasi kita, sehingga dunia koperasi di Makassar sedemikian berantakannya ? Atau, apakah memang para pengurus koperasi itu sendiri yang ternyata tidak profesional ? Ataukah mereka ini para pengurus koperasi tersebut justeru mengalihkan kreditnya ke usaha lain yang sifatnya pribadi ? Entahlah.

Semua ini sungguh masih merupakan pertanyaan panjang. Dinas Koperasi Kota Makassar sendiri belum punya data otentik tentang sebab-musabab begugurannya usaha koperasi tersebut. Padahal seharusnya dinas ini sudah harus segera melakukan penelitian, tentang apa yang terjadi sebenarnya sehingga sebagian besar koperasi di kota ini hanya menyisakan papan nama belaka.

Sebanyak 1.154 dari total 1.454 unit koperasi yang terdata di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Makassar dalam kondisi tak beropearsi. Sekitar 70 persen mereka masuk dalam katagori ‘mati’ lantaran telah lama tidak beroperasil dan pengurusnya dibekukan. Koperasi tersebut hanya meninggalkan nama dan stempel.
Padahal keberadaan koperasi sebagai salah satu badan usaha yang dioperasikan sekelompok orang, sangat besar manfaatnya. Melalui koperasi, para anggotanya bisa mendapatkan bantuan modal usaha serta bantuan lainnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar A.Abd.Gani Sirman belum lama ini mengatakan, koperasi yang tidak aktif tersebut bergerak dalam berbagai bidang, antara lain simpan pinjam dan sektor produksi.
“Tidak aktifnya koperasi tersebut ditengarai disebabkan oleh beberapa faktor, yakni lemahnya manajemen dan kurangnya modal. Ukuran koperasi mereka tidak lagi aktif, misalnya  tidak lagi melaksanakan rapat anggota tahunan,” urai Gani Sirman.
Mantan Camat Manggala ini menambahkan, guna menangani koperasi tidak aktif tersebut, pihaknya telah melakukan pembinaan dan peringatan kepada pengurusnya, agar menghidupkan kembali koperasi yang dikelolanya. Hasilnya, tercatat 300 unit koperasi yang tetap aktif dan terus berkembang.
“Pada 2012 ini, jumlah koperasi yang tercatat sebanyak 1.454 unit. Sementara yang aktif hanya 300 unit. Pihaknya terus melakukan pembinaan melalui peningkatan SDM, bantuan dana bergulir, dan pelatihan manajemen,” urai Gani.
Dia menyatakan, pengembangan koperasi harus terus dilakukan karena lembaga tersebut adalah soko guru perekonomian. Di sisi lain juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Dinas Koperasi dan UKM di Makassar berkomitmen untuk menjadikan koperasi yang mandiri.
Bahkan, jelas Gani Sirman, pemerintah pusat melalui Lembaga Bantuan Dana Bergulir siap mengucurkan kredit lunak kepada lembaga koperasi di Makassar sebesar Rp 162 miliar. Bantuan tersebut juga diberikan kepada 62 koperasi yang dinyatakan sehat dan telah mengajukan permintaan bantuan ke pusat.
“Tercatat 100 koperasi yang sempat meminta bantuan anggaran ke pusat. Namun koperasi yang disetujui hanya 62 unit. Kami terus melakukan evaluasi dan monitoring ke koperasi yang ada di Makassar,” ujarnya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya