HTTP Status[404] Errno [0]

Pasir Tanjung Bira, Bukan Pasir Biasa Seperti di Kuta

24 November 2012 00:37
Pasir Tanjung Bira, Bukan Pasir Biasa Seperti di Kuta
Tanjung Bira, Bulukumba
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Sekali waktu,Alam Bulu (almarhum) yang waktu itu menjadi Kepala Biro Humas Pemprov Sulsel, tiba-tiba menghubungi Usdar Nawawi yang waktu jadi Redpel SKU Binabaru (kini Berita Kota). Ternyata maksud Alam Bulu, ialah dalam rangka rencana kunjungan gubernur HZB Palaguna ke Tanjung Bira. Alam Bulu mencari informasi apa sesungguhnya yang membuat para wisatawan manca negara tertarik untuk datang ke Tanjung Bira. Padahal daerah wisata pantai ini sungguh jauh ke pelosok desa, di daerah Bulukumba. “Apakah karena pemandangannya yang indah atau apanya ?” Demikian cuplikan pertanyaan Alam Bulu kepada Usdar.

Usdar yang memang lahir di Tanjung Bira, kemudian menjelaskan ; Bahwa pada sekitar tahun 1974, ada seorang peneliti dari Australia yang meneliti biota laut di Tanjung Bira dan sekiatrnya. Sang peneliti tersebut tinggal selama enam bulan di Tanjung Bira, dan ternyata dia tak hanya sukses meneliti biota laut di daerah tersebut, tetapi juga menghasilkan sebuah penemuan yang tak pernah terduga sebelumnya. Yang oleh masyarakat Bira sendiri tak mengetahui adanya sebuah proses yang telah terjadi selama ratusan tahun di pantai Tanjung Bira.

Penemuan tersebut ialah tentang pasir yang terhampar di sepanjang pantai Tanjung Bira. Bahwa pasir yang menutupi permukaan sepanjang pesisir pantai, sesungguhnya bukanlah pasir asli, sebagaimana pasir yang terdapat di Pantai Kuta, Bali. Pasir yang ada di Bira, sesungguhnya adalah hasil kikisan batu karang di dasar laut selama ratusan tahun. Kikisan batu karang ini kemudian mengapung di permukaan laut, lalu dibawa obak ke pesisir, kemudian pesisir Pantai Bira ini pun akhirnya tertutup hasil kikisan karang. Istimewanya, karena pasir dari kikisan karang ini terasa dingin meskipun ditimpa panas terik matahari. Meskipun jam 12.00 siang, pasir Bira tetap saja dingin. Dalam bahasa Konjo orang Bira di sebut kacima’

Nah, karena dinginnya pasir Bira inilah yang membuat para turis asing senang ke Bira. Selain juga banyak wisata Budaya yang bisa disaksikan di sekitar Bira, misalnya penenung sarung, Ammatowa di Kajang, dan beberapa objek wosata lainnya. Dan dari Bira, jarak ke Toraja sudah tidak terlalu jauh.

Alasan utama turis asing datang ke daerah tropis seperti di Indonesia, ialah untuk mengubah warnah kulit mereka menjadi cokelat. Mengubah warna kulit itulah mereka butuh tempat berjemur di pantai untuk waktu tertentu. Bedanya dengan Bali, bila turis berjemur di Kuta Bali 14 hari, maka di Bira cukup berjemur 7 hari. Mengapa ? Sebab di Bira turis bisa berjemur dari pagi sampai sore, sedang di Bali waktu berjemur tiap hari terbatas karena panasnya pasir Kuta yang tak bisa ditahan. Turis di Kuta hanya bisa berjemur pada pagi dan sore hari.

Bagaimana prosesnya hingga terjadi kikisan karang di dasar laut ? Usdar menjelaskan ; bahwa hamparan laut yang terletak di antara pulau Selayar dengan Tanjung Bira, di tengah-tengahnya terdapat lubang yang menganga lebar menuju dasar bumi. Lubang ini menjadi pusaran air laut. Dan sudah demikian banyak kapal dan perahu yang tenggelem dan tertelan disitu. Pada peta Amerika Serikat, di titik pusaran ini memang diberi titik merah sebagai tanda bahaya. Pusaran ini sepertinya sebagai miniatur segi tiga bermuda.

Nah, arus pusaran air laut yang berputar seolah mengelilingi sumbunya inilah, yang kemudian menghasilkan kikisan karang dalam waktu yang lama, dan kikisan karang itulah yang kini menjadi pasir Tanjung Bira.

Destinasi Wisata Sulsel Â

Tanjung Bira kini menjadi satu destinasi wisata favorit di Sulsel. Pesisir pantai ini berjarak sekira 40 kilometer dari pusat kota Kabupaten Bulukumba. Sejumlah fasilitas wisata seperti hotel dan restoran juga sudah tampil elok untuk memanjakan pengunjung. Baik wisatawan domestik maupun manca negara.

Kunjungan wisatawan yang datang ke Tanjung Bira terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Setidaknya, terdapat 2.500 wisatawan manca negara yang datang ke Bira pada 2011 lalu. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 2.400 wisatawan. Kebanyakan wisatawan asing itu merupakan wisatawan dari benua Asia dan Eropa.

Tahun 2012 ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bulukumba memprediksi kunjungan wisatawan asing itu akan bertambah. Hingga awal Oktober, jumlah wisatawan asing yang melancong ke Bira sudah mencapai 2000-an orang. Jumlah ini diprediksi akan meningkat dalam dua bulan terakhir. Terutama di akhir 2012.

Pantai bira yang sudah terkenal hingga manca negara, terus dibenahi. Pemerintah Kabupaten Bulukumba berupaya untuk melakukan penataan secara apik menjadi kawasan wisata yang patut diandalkan. Berbagai sarana sudah tersedia, seperti hotel, restoran, serta sarana telekomunikasi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bulukumba, Idham mengatakan, pantai Tanjung Bira akan kembali dibenahi awal 2013 mendatang. Salah satu yang menjadi fokus pembenahan adalah armada kebersihan pantai. Selama ini, kata dia, pantai tanjung Bira terkesan jorok karena armada kebersihan yang memang kurang.

“Tahun depan kita akan fokus membenahi kebersihan pantai. Kita rencananya akan mengadakan armada pengangkut sampah. Mungkin ada beberapa mobil sampah yang akan disiapkan,” jelas Idham seperti dikutip Fajar.

Dia menambahkan, saat ini sudah terdapat sekira 44 hotel dan 16 mini bar yang ada areal pantai Bira. Di luar areal pantai Bira terdapat sedikitnya 24 hotel. Artinya, pelancong yang datang di kawasan pantai Tanjung Bira bisa menikmati fasilitas sekira 68 hotel dengan tarif hotel yang bervariasi antara Rp150 ribu hingga Rp750 ribu per malam.

Selain melakukan pembenahan di sektor kebersihan, pihaknya juga akan melakukan pembinaan terhadap warga sekitar untuk memanfaatkan peluang bisnis wisata kuliner di kawasan ini. Menurutnya, selama ini, warga masih monoton menyajikan makanan dan minuman praktis yang sudah lazim. Menurutnya, para wisatawan yang datang akan semakin tertarik jika disajikan kuliner khas Bulukumba.

“Sekarang kebanyakan warga hanya menjual makanan siap saji seperti teh kotak atau sebagainya. Kalau yang seperti ini semuanya sudah ada. Kita mau yang lebih menarik lagi,” jelasnya.

Di Pulau Liukang, yang berada tidak jauh dari Tanjung Bira juga akan menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bulukumba. Pulau Liukang adalah salah satu daya tarik wisatawan manca negara dan lokal. Di tempat ini, para wisatawan dapat melakukan snorkling dan diving. Namun, fasilitas ini masih terbatas dan perlu di perbanyak.

Dia menambahkan, sarana dan prasarana wisata yang ada di Tanjung Bira sebenarnya bukan hanya beban dinas kebudayaan dan pariwisata. Fasilitas-fasiltas ini, juga harus dikerjakan oleh sejumlah dinas-dinas lainnya di Bulukumba. Salah satunya adalah sarana jalanan yang memadai. Menurutnya, awal tahun ini, pengunjung ke Bira mengalami penurunan karena kondisi jalan dari pusat Bulukumba ke Bira rusak. Pertengahan tahun, jalan itu akhirnya membaik dan wisatawan Bira kembali berdatangan.

“Di sekitar kawasan Bira juga ada jalanan sepanjang 5,6 kilometer. Ini juga perlu dibenahi bersama-sama dengan dinas lain seperti dinas pekerjaan umum (PU),” kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bulukumba, Andi Nasaruddin Gau mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Pantai Bira tahun ini tidak terlepas dari bantuan pemerintah provinsi atas perbaikan jalan poros Bulukumba-Tanjung Bira. Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat berdampak terhadap tingginya intensitas pengunjung di Bira.

Dia menambahkan, kendala lain yang juga perlu dibenahi di kawasan Pantai Bira adalah aturan mengenai larangan beredarnya minuman yang memiliki kadar alkohol di atas lima persen. Artinya, minuman beralkoohol yang bisa diperjualbelikan di kawasan itu hanya bir saja. Para wisatawan asing, kata dia, sangat mencari minuman dengan kadar di atas itu.

“Turis kebanyakan mencari kadar alkohol yang lebih tinggi dari lima persen itu. Mungkin karena itu sudah kebiasaan mereka,” jelasnya (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya