HTTP Status[404] Errno [0]

Kinerja Buruk, Suka Memeras, HP Suka Mati ; 9 Camat Segera Dicopot

25 November 2012 22:06
Kinerja Buruk, Suka Memeras, HP Suka Mati ; 9 Camat Segera Dicopot
WalikotaIlham Arif Sirajuddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

WalikotaIlham Arif Sirajuddin

BugisPos – Akhir Desember 2012 mendatang, dijadwalkan akan terjadi mutasi besar-besaran di lingkup Pemkot Makassar. Termasuk sejumlah pejabat eselon dua dan sekitar 30 kepala sekolah. Yang dapat dipastikan diganti ialah Kadispenda, Kadis Kependudukan & Catatan Sipil, Kadis Kesehatan, Kadis Perindag, Kadis Koperasi, Kadis Infokom, Kadis Pariwisata, Kadis Keindahan & Pertamanan, Kepala BKKBN, Kadis Wasbang, Kasatpol PP, dan Kepala Kantor Kesbang.

Terkait rencana mutasi tersebut, Walikota Ilham Arief Sirajuddin, juga memberi isyarat khusus terhadap kinerja sejumlah camat saat berbicara di sela-sela sosialisasi PP Nomor 47 Tahun 2012 di Hotel Mercure, Makassar, Senin 12/11/2012 lalu. Ilham dengan gamblang menyebut 9 camat menyedihkan karena berkinerja buruk.
“Paling banyak dikeluhkan soal pelayanan. Banyak warga mengeluh karena camat lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada pelayanan kepada warga. Saya terima langsung laporan itu,” ujar Ilham.
Menurutnya, dari evaluasi yang dilakukannya, ada 9 camat yang paling sering dilaporkan warganya. “Intinya camat-camat ini tidak bisa melayani 24 jam. Alasan inilah, itulah. Pokoknya kepentingan pribadinya lebih dikedepankan,” ketusnya.
Yang disesalkan oleh walikota, karena para camat ini tidak pernah berusaha memperbaiki kinerjanya. Padahal, dalam setiap kesempatan Ilham mengaku sudah kerapkali melemparkan dindiran.
“Tapi mereka tidak merasa juga. Kasihan warga, masa Anda sebagai camat tidak bisa memberi pelayanan. Camat itu harus siap 24 jam. Masa kerja-kerja camat, saya juga yang harus turun tangan. Lantas apa kerja saudara?” kata Ilham bernada tinggi yang membuat para kepala SKPD dan camat yang hadir, tertunduk.
Ilham memilih tidak menyebut nama satu per satu. Ia hanya berharap agar camat yang merasa kerap melalaikan kewajibannya kepada masyarakat, mengintrospeksi diri.
“Saya beri waktu sampai akhir tahun ini. Kalau belum juga berubah, ya terpaksa harus dievaluasi. Untuk apa Anda duduk di situ kalau tidak bisa memberi pelayanan kepada masyarakat. Tujuan saya menunjuk Anda sebagai camat, kan untuk itu,” tegas Ilham.

Menurut Plt Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar, Muh Sabri, teguran yang disampaikan ke camat  tersebut terkait kinerja pelayanan mereka yang tidak baik.
“Pada dasarnya tegura tersebut meminta kepada para camat untuk lebih memperhatikan tugas-tugas pokok. Apalagi banyak laporan dari masyarakat yang mengeluhkan buruknya kinerja para camat yang ada di kota Makassar,” katanya.
Sabri mencontohkan, masih ada camat yang sering mematikan handphonenya pada malam hari. “Padahal, Pak Wali kan sudah wanti-wanti, HP camat harus aktif 24 jam. Tidak boleh mati. Karena memang tupoksi mereka sangat urgen. Langsung bersentuhan dengan masyarakat, ” katanya.
Menurut Sabri hanya ada sekitar 5 camat yang berkinerja baik dari 14 camat yang ada di kota Makassar. “Kalau memang camat tidak meningkatkan kinerjanya, Ya jalan satu-satunya adalah mutasi. Masih banyak pegawai pemkot yang layak untuk menjadi camat,” katanya seperti diutip BKM.
Sebaliknya bagi camat yang berkinerja baik, Sabri mengaku akan menyiapkan penghargaan tersendiri. “Dan memberikan hukuman kepada camat yang berkinerja buruk,” tegas Sabri tanpa menyebut siapa 9 camat tersebut.

Informasi di sekitar Walikota yang diperoleh BugisPos mengarakan, 9 Camat itu bukan saja soal malasnya melayani warga, malas buka HP, tetapi juga terutama karena mereka suka memeras rakyat. Dalam urusan perizinan, nama-nama mereka sudah rusak di mata walikota. Bayangkan saja jeleknya, kalau warga mengurus IMB Ruko, masa sih dipaksa bayar rekomendasi lurah/camat sedikitnya Rp 5 juta per petak. Dari mana dasar hukumnya itu, kata sumber itu menirukan ucapan walikota pada suatu kesempatan.

Sebuah info menyebutkan, camat yang dinilai baik dan pantas diberi penghargaan hanya lima orang, di antaranya camat Tamalanrea, Rappocini dan Tallo. Tapi yang 9 camat itu sudah pasti dilengser. Walikota hanya berbasa-basi untuk memberi waktu hingga akhir Desember. Tapi sebetulnya nama-nama mereka sudah dicoret merah di laptop walikota (una)
 

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya