Makassar Punya Dua Walikota “Gila”

25 November 2012 22:07
Makassar Punya Dua Walikota “Gila”

BILA dihitung sejak tahun 1918 sampai sekarang, maka Kota Makassar telah diperintah oleh sebanyak 24 walikota. Walikota Makassar yang pertama, ialah seorang Belanda bernama J.E.Dambrink yang memerintah tahun 1918-1927. Pemerintah Belanda waktu itu memang sangat beralasan membentuk pemerintahan kota Makassar, karena Makassar sudah masuk kedalam 20 besar kota dunia di bawah kerajaan Gowa-Tallo.

Bila dihitung dari sejak pemerintahan RI tahun 1951 sampai sakarang pada pemerintahan Ilham Arief Sirajuddin, maka Makassar telah diperintah oleh 12 walikota. Walikota pertama sejak zaman pemerintah RI ialah walikota Sampara Dg Lili, yang memerintah tahun 1951-1952. Dan walikota yang terlama memangku jabatan, ialah walikota HM Dg Patompo, yang memerintah selama 14 tahun, yakni dari tahun 1962-1976.

Gaya Patompo

HM Dg Patompo dengan pangkat kolonel TNI, adalah walikota ke-6 sejak masa pemerintahan RI. Dia selain sebagai walikota terlama, dia juga sebagai walikota yang dinilai telah melakukan perubahan di Makassar secara spektakuler. Di masa pemerintahan Patompo, dengan berkantor di Jl.Balaikota pada bangunan tua yang kini dijadikan museum kota, dia telah membawa perubahan di Makassar yang luar biasa.

Di era Patompo, perluasan kota yang mengambil sebagian wilayah kabupaten Gowa dan Maros, memberi tambahan tiga kecamatan bagi Makassar, yakni kecamatan Tamalate, Panakkukang dan Biringkanaya, meskipun dengan konsekwensi harus mengubah nama Makassar menjadi kota Ujung Pandang. Selain itu, Patompo membangun kawasan Jl.Pangeran Pettarani, Tanggul Patompo, pembuatan jalan-jalan dalam kota, dan sejumlah gedung SD Pembangunan.

Patompo juga mendorong investastor menanamkan modalnya di Makassar dalam berbagai sektor ekonomi. Restoran Bambooden misalnya, yang sekarang masih eksis, oleh Patompo diberi fasilitas bebas pajak selama lima tahun pertama. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan usaha di Makassar.

Gaya kepemimpinan Patompo, memang dinilai aneh-aneh, lucu-lucu, dan bahkan ada yang menggelarnya ‘walikota gila’. Namun dari gayanya itu, justeru Patompo telah mengubah Makassar secara luar biasa.

Sesudah Patompo, maka Kol Abustam pun tampil menjadi walikota tahun 1976-1982. Abustam dalam memerintah kota Makassar , menonjolkan pembangunan taman di hampir semua sudut kota. Sepanjang tepi jalan dalam kota rimbun dengan pepohonan. Karena itulah, Abustam digelar Walikota Taman.

Kol  TNI Jancy Raib, adalah walikota ke-8 menggantikan Abustam. Jancy Raib adalah seorang walikota yang terbilang pendiam. Tidak banyak bicara, namun satu kelebihannya, ialah dia diam-diam namun sibuk membayar utang pemda. Utang-utang pemda yang masih tersisa sejak dari Patompo hingga Abustam, maka pada pemerintahan Jancy Raib semuanya dapat dilunasi.

Sesudah Jancy Raib berkuasa tahun 1982-1988, Kol Soewahyo tampil jadi walikota. Dia memerintah tahun 1988-1993, dan membawa PSM juara Indonesia. Soewahyo cukup memberi perhatian terhadap olah raga di Makassar. Dan untuk kepentingan olah raga, Soewahyo melakukan perbaikan lapangan Karebosi, dan sejumlah infrastruktur di kota ini.

Sesudahnya, zaman pun berubah, walikota sudah tak mesti dari kalangan militer. Maka H.A.Malik B.Masry pun tampil jadi walikota tahun 1994-1999. Malik saat dilantik, langsung mengumumkan akan membuat Makassar seperti kota Abudabi di Timur Tengah, yang menyala terang di malam hari. Malik kemudian merealisasikannya dengan membuat Makassar terang-benderang di malam hari. Prinsip Malik, biarlah Makassar hidup 24 jam, agar pertumbuhan ekonomi dapat terpicu lebih cepat.

Sesudah Malik, maka HB Amiruddin Maula pun tampil jadi walikota tahun 1999-2004. Momentum yang ditorehkan Maula, ialah mengembalikan nama Makassar dan menetapkan hari jadinya kota Makassar pada tanggal 9 November 1607. Selain itu, perbaikan infrastruktur kota juga jadi perhatian penuh Maula, dan berhasil membuat jembatan penghubung di Barombong. Ide revitalisasi Losari dan menara Balaikota, muncul masih pada pemerintahan Maula.

Zaman Ilham Arief Sirajuddin

Walikota Ilham Arief Sirajuddin yang memerintah sejak 2004-2009, dan periode kedua tahun 2009-2014, oleh banyak orang dia digelar sebagai Patompo Jilid II. Ada anggapan bahwa Makassar mesti dipimpin oleh seorang yang sedikit ‘gila’, dan Ilhamlah orangnya. Ini ditandai dengan keberanian Ilham merevitalisasi lapangan Karebosi., dengan tanpa modal sepeser pun dari APBD dia mengubah wajah Karebosi secara spektakuler yang sampai mendapat pengakuan dunia.  Dan ternyata akhirnya sukses tanpa sepeser pun duit APBD yang dikucurkan. Bahkan keadaannya justeru terbalik, sebab begitu revitalisasi Karebosi beres, pajak pun mengalir ke kocek Pemkot. Ini gila memang. Namun agaknya ada kegilaan lain diluar Ilham, sebab banyak juga yang tergila-gila membombardir Walikota Ilham gara-gara memperbaiki Karebosi.  Bahkan menggugat hingga ke MA segala, yang akhirnya mereka kandas juga. Sepertinya mereka yang tak mau Karebosi direvitalisasi ini, masih menghendaki Karebosi seperti yang dulu, yang menjadi lautan debu di musim kemarau, menjadi danau lumour di musim hujan, dan sepanjang malam menjadi areal sex terlarang bagi komunitas waria, serta menjadi hunian jorok para tuna wisma.

Majalah Tempo kemudian memilih Ilham sebagai walikota yang sukses membangun, lantaran kesuksesannya merevitalisasi Karebosi. Dia juga sukses merevitalisasi Pantai Losari.

Tak hanya itu, Ilham pada periode kedua mencoba membangkitkan semangat rakyat Makassar, dengan konsep Makassar menuju Kota Dunia. Walikota Ilham mengema Makassar sebagai living room. Ilham, sejak menjadi Walikota, mulai membawa Makassar pada pencitraan yang lebih baik. Ilham merasa tak nyaman kalau Makassar hanya dijadikan Pintu Gerbang Indonesia Timur. Sdbab, katanya, kalau cuma gerbang, maka orang hanya numpang lewat di Makassar. Maka sebaiknya, pikir Ilham, Makassar dijadikan saja  Living Room, ruang keluarga, agar orang-orang yang datang, juga akan menginap lama di Makassar. Karena Makassar telah menjadi ruang keluarga. Dan dari proses inilah selama bertahun-tahun, Makassar kemudian di arahkan untuk merebut kedudukannnya yang pernah dimiliki pada masa lalu, yakni kembali menjadi Kota Dunia ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya