HTTP Status[404] Errno [0]

Festival Ri Bura’ne, Kental dengan Nuansa Kerajaan Gowa

28 November 2012 00:34
Festival Ri Bura’ne, Kental dengan Nuansa Kerajaan Gowa
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – “Dari Makassar, untuk Indonesia.”  Begitulah tema yang diangkat Festival Jalan Ribura’ne yang digelar di pelataran Gedung Kesenian Societiet de Harmonie, malam tadi. Pertunjukan tarian nusantara yang apik, dari berbagai daerah di Indonesia, mengisi pembukaan festival tersebut.
Demikian halnya pertunjukan A’raga, yang mempertunjukkan penampilan para Pa’raga memainkan bola rotan dengan lincah dan cekatan.

Festival ini untuk pertama kalinya digelar di Kota Makassar. Kelak, ini akan menjadi tradisi tahunan yang digelar untuk mengingatkan sejarah Kota Anging Mammiri ini, yang pernah memiliki spirit dan kejayaan yang besar di masa lalu.

“Kami mengambil nama Jalan Ribura’ne, karena festival ini berada di jalan sepanjang jalan yang panjangnya 200 meter ini. Jalan ini membentang di sebelah barat Kota Makassar, dimulai dari jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Nusantara,” kata ketua pelaksana kegiatan, Gerry Gentor seperti dikutip Fajar.co.id.
Adapun Ribura’ne, adalah nama seorang Syahbandar atau pejabat pemerintah di Kawasan Pelabuhan Gowa-Tallo yang diangkat pada tahun 1644 Masehi. Kejayaan Makassar tempo dulu yang ikut berperan dalam merekatkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), kata Gerry, membuat festival tersebut akan digelar di setiap tahun mendatang.
Karena itu, Pemerintah Kota Makassar pun mendatangkan sejumlah anggota dewan perwakilan daerah RI, seperti Azis Qahhar Mudzakkar dan Litha Brent (Sulawesi Selatan), Tengku Abdurrahman (Nangroe Aceh Darussalam), H. Mahyuddin Shobri (Bengkulu), Aida Nasurion (Riau), Iswandi (Lampung), Sofyan Yahya (Jawa Barat), Adhariani (Kalimantan Selatan), Matheus Stefi Pasimanjeku (Maluku Utara), serta beberapa anggota DPD lainnya.
Selain tarian nusantara, pertunjukan seni lainnya dipertunjukkan oleh permainan musik Betawi, Tanjidor. Juga ada pertunjukan tunggal oleh pemusik Makassar, Basri B Sila. Tak kalah menarik, pertunjukkan Ganrang Bulo yang dimainkan anak-anak. Hari ini, festival dilanjutkan dengan rangkaian agenda, seperti pertunjukan musik, perkusi, dan pemutaran film jejak-jejak kecil. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar, Rusmayani Majid (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya