HTTP Status[404] Errno [0]

PKL Pasar Mardika Demo Pemkot Ambon

30 November 2012 09:31
PKL Pasar Mardika Demo Pemkot Ambon
Massa PKL yang sebagian besar ibu-ibu berdemo di Kantor Walikota Ambon karena kerap diancam preman di kawasan tersebut.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Massa PKL yang sebagian besar ibu-ibu berdemo di Kantor Walikota Ambon karena kerap diancam preman di kawasan tersebut.

BugisPos — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Mardika Ambon yang dimotori Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) menggelar aksi unjuk rasa di Balaikota Ambon, Jumat (30/11/2012).

Aksi unjuk rasa belasan PKL yang dibantu mahasiswa ini dilakukan untuk melontarkan protes aksi premanisme yang kerap merugikan PKL di kawasan pasar tersebut. Dalam aksinya, belasan PKL yang sebagian besar ibu-ibu itu mengaku kerap diancam preman di kawasan tersebut jika tidak menyetor upeti kepada mereka.

Sejumlah pedagang bahkan mengungkapkan pernah diancam disiram air panas jika tidak menyetor uang Rp 8 juta kepada pihak ketiga.

“PKL di Pasar Mardika sering diancam preman. Ada sejumlah preman yang hendak menyiram air panas ke PKL jika tidak menyetor uang jutaan rupiah kepada mereka,” teriak salah seorang PKL saat berorasi.

Seperti yang dikutip dari Kompas.com, pengunjuk rasa meminta Walikota Ambon dapat menertibkan kawasan Pasar Mardika sehingga dapat terbebas dari aksi premanisme.

“Kami minta Walikota dapat membebaskan kawasan Pasar Mardika dari premanisme,” kata pengunjuk rasa.

Dalam tuntutannya pengunjuk rasa meminta Walikota Ambon mencopot Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon Rudy F Wattilete dari jabatannya karena dinilai tidak mampu mengelola manajemen pasar yang baik, jujur, dan bersih, serta bebas dari aksi premanisme.

Mereka juga menuntut Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina mempertimbangkan kebijakan yang dinilai semena-mena terkait pengadaan jasa kelola lapak areal PT Bank Mandiri dan sekitarnya tanpa keputusan resmi yang diketahui PKL. “Copot Kadis Deperindag dan Pendapatan Daerah Kota Ambon. Kami juga mengecam sikap Wakil Wali Kota Ambon yang semena-mena terhadap PKL atas kebijakannya dalam melakukan pengadaan jasa kelola lapak tanpa kesepakatan resmi PKL,” ungkap koordinator aksi Nurjanah Rahawarin saat membacakan tuntutannya.

Selain itu, pengunjuk rasa juga meminta Walikota mencopot Kepala Dinas Pendapatan Kota Ambon Jopie Silanno dari jabatannya karena tidak mampu dalam melaksanakan program pelaksanaan kerja pasar tersebut.

“Kami juga meminta BPK segera menguadit ketiga pejabat tersebut terkait dengan anggaran-anggaran PAD Pemkot Ambon karena melibatkan pihak swasta sebagai pengambil inisiatif,” katanya.

Richard Louhenapessy yang menemui pengunjuk rasa berjanji menindaklanjuti keluhan para pedagang dengan berkoordinasi dengan semua pihak. “Aspirasi saudara-saudara akan saya bahas dengan pihak-pihak terkait, yang pasti akan saya tindak lanjuti. Jadi akan saya tindaklanjuti,” kata Walikota.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya