HTTP Status[404] Errno [0]

Wartawan Sulsel Berduka ; Selamat Jalan Andi Syarhir Makkuradde

01 December 2012 01:29
Wartawan Sulsel Berduka ; Selamat Jalan Andi Syarhir Makkuradde
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – INNALILLAH WAINNA ILAIHI ROJIUN ; Keluarga besar Wartawan di Sulsel berduka. Seorang dari Jurnalisterbaik yang dimiliki daerah ini, telah dipanggil kembali ke sisi Allah SWT.  Andi Syahrir Makkuradde,SH, telah meninggal dunia pada Jumat malam 30/11/12 di RS Pendidikan Unhas, karena sakit. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jl.Toddopuli 1 Setapak 8 No.64 Makassar. Sabtu siam jam 13.00 wita, jenazah dimakamkan di Pemakaman Wartawan Taman Abadi Sudiang. Sebelumnya, jenazah akan dishalatkan di mesjid Toddopuli kemudian disemayamkan di gedung PWI Sulsel Jl.AP Pettarani.

Wartawan Tangguh yang Penyabar


Andi Syahrir Makkuradde, dilahirkan di Kabupaten Bone, 10 Januari 1946. Dia merintis profesi Wartawan sejak di bangku kuliah dan bergabung dengan Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia dan mendirikan KAMI, mantan aktifis HMI, dan menjadi salah seorang pendiri koran kampus Unhas, Identitas. Syahrir Makkuradde meninggalkan dua anak, yakni Andi Muhammad Nusantara dan Andi Eka Syahrita.

Almarhum yang mantan anggota KPU Kota Makassar 2003-2008 ini, adalah Wartawan senior Harian Fajar, dan menerbitkan sejumlah media. Tahun-tahun terakhir ini Andi Syahrir banyak menulis buku. Dia juga adalah Wartawan senior Majalah Tempo.

Dia adalah peraih juara III lomba penulisan tingkat nasional. Karier jurnalistiknya terus mengalir seperti air. Bahkan, dia merupakan salah satu dari 44 tokoh penerima Kartu Pers Nomor Satu atau Press Card Number One (PCNO) dari Dewan Pers.

Di keluarga, almarhum dikenal sebagai orang yang tidak mengenal lelah dalam menulis. Bahkan, di usianya yang sudah senja dia tetap menulis hingga subuh. “Saya selalu dapati bapak menulis sampai subuh. Pesan terakhir beliau, dia ingin pergi dengan tenang,” papar, Andi Muhammad Nusantara.

Di mata para wartawan, almarhum dianggap sosok pekerja keras dan pemikir. Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh memiliki kedekatan yang sangat kental dengan almarhum. Banyak riwayat pekerjaan yang mereka lakukan bersama. “Sosok Andi Syahrir Makkurade identik dengan kerja keras dan pemikir. Setiap diberi amanah, ia bekerja hingga tuntas. Dia tidak suka didikte dengan diberi batas waktu, namun semua pekerjaannya diselesaikannya dengan baik,” ucap Zulkifli.

Menurut Zulkifli, sebagian besar sejarah hidupnya beriringan dengan almarhum. Sebagai wartawan, Zulkifli dan Syahrir bersama-sama merintis keberadaan FAJARÂ pada 1986-1993. “Lalu 2003-2009 kami bersama lagi di KPU Sulsel, saya sebagai ketua dan beliau adalah anggota. Kemudian bersama lagi menjadi pengurus PWI sejak 2009 hingga kini,” ucap Zulkifli.

Sosok pekerja keras dan pemikir itu, bagi Zulkifli amat sangat terpatri hingga detik-detik terakhir. Jelang wafat, almarhum masih sempat menitipkan pesan padanya melalui Jhonny Silamma soal penyelesaian buku sosok Alwi Hamu. “Itu beliau bisikkan Rabu lalu di ruang ICU. Bisa dibayangkan, bagaimana bertanggung jawabnya terhadap sebuah amanah. Ini yang membuat saya tidak bisa lupa,” jelas Zulkifli seperti ditulis Fajar.

Sebagai penghormatan terakhir insan pers, jasad almarhum disemayamkan di kantor PWI Sulsel. Penasihat PWI Sulsel H Syamsu Nur dan Penasihat PWI Pusat Alwi Hamu akan memberikan sepatah kata. “Pelepasan jenazah sendiri dilakukan Ronald Ngantung selaku Ketua Dewan Kehormatan Daerah PWI Sulsel,” katanya.

Akbar Faizal juga terhenyak mendengar kabar berpulangnya almarhum saat berada Makassar. Baginya, Syahrir adalah guru yang mengajarinya membuat berita. Saat Akbar mengikuti pelatihan jurnalistik, Syahrir menjadi pemateri. Yang paling bekesan bagi Akbar, ketika Pak Syahrir menceritakan pengalamannya memburu berita terkait salah satu kasus pembunuhan di Sulsel.

“Saat pelatihan itu, ia menceritakan bahwa ia sampai memburu sumber sampai ke sebuah desa di Kabupaten Bone. Bukit terjal serta segala rintangan ia lewati hanya untuk mendapatkan berita. Ceritanya itu sangat berkesan bagi saya,” ujar mantan wartawan Jawa Pos ini.

Itu pula yang membuat Akbar menjuluki Syahrir Makkurade sebagai jurnalis tangguh serta guru sejati baginya. “Semoga keluarga yang ditinggal dan diberi ketabahan. Khusus bagi Pak Syahrir, semoga di mudahkan jalannya dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah,” kuncinya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya