HTTP Status[404] Errno [0]

Lapak Pedagang Makassar Mall pun Dibongkar

02 December 2012 07:21
Lapak Pedagang Makassar Mall pun Dibongkar
Suasana lapak sebelum dibongkar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Suasana lapak sebelum dibongkar

BugisPos – Memandang lapak penjual Makassar Mall korban kebakaran tak lagi difngsikan maksimal, maka pemerintah kota Makassar melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya akhirnya membongkar 374 lapak pedagang di Jalan Irian dan Jalan Diponegoro, Kamis, 29 November. Proses pembongkaran ini mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja Makassar.
Data dari PD Pasar, dari 374 lapak yang disiapkan di Jalan Irian dan Jalan Diponegoro hanya 31 lapak yang ditempati pedagang. Hal inilah yang menjadi alasan Pemkot Makassar membongkar seluruh lapak yang sedianya disiapkan untuk pedagang korban kebakaran Makassar Mall tersebut.

Tuntutan ganti rugi dari puluhan pedagang tidak digubris PD Pasar. “Kita sudah siapkan lapak secara gratis. Kalau ada pedagang yang bayar membayar itu transaksi di antara sesama pedagang, tidak melibatkan PD Pasar, jadi tidak ada itu ganti rugi,” ujar Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya, H Rusman saat memantau proses pembongkaran lapak di Jalan Irian kemarin.

Kepada pedagang, Rusman juga menegaskan akan memecat jika ada oknum pegawai PD Pasar yang terbukti menerima pembayaran lapak dari pedagang. Dia mengungkapkan, pembangunan lapak di jalan Irian dan Jalan Diponegoro, telah membuat Pemkot mengalami kerugian Rp1 miliar.

“Kita sudah rugi Rp1 miliar gara-gara pembangunan lapak ini, tapi tidak ditempati pedagang. Uang yang digunakan bangun lapak ini APBD, bukan uang investor,” tandasnya.

Salah satu pedagang aksesori yang menempati salah satu lapak di Blok A Jalan Irian, Taufik, meminta tuntutan ganti rugi dari pemerintah karena sebelum menempati lapak, Yusuf mengaku membayar ke salah oknum preman atas nama Yusuf dan Anto. “Saya bayar Rp7.500 ribu ke preman, Yusuf dan Anto, dan itu diketahui oleh pengelola pasar atas nama Rijal,” ujar Taufik seperti dikutip Fajar.co.id

Hal senada disampaikan Jumriani, pedagang kain di blok A Jalan Irian yang lapaknya ikut dibongkar. Dia mengaku membayar lapak kepada pemilik sebelumnya sebesar Rp8 juta lebih. “Makanya kami minta kalau tidak diganti rugi maka harus dicarikan tempat, karena selama ini saya tetap aktif berjualan kasihan,” ujarnya.

Direktur Utama PD Pasar Hakim Syahrani berjanji akan menyiapkan tempat di sekitar pasar Sentral khusus bagi 31 pedagang yang menempati lapak Irian selama ini.
“Memang ada 32 pedagang yang masih aktif menempati lapak. Itu akan kita carikan tempat di sekitar pasar Sentral,” tandas Hakim Syahrani. (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya