HTTP Status[404] Errno [0]

Kelamaan di Spa Tidak Baik Bagi Jantung

03 December 2012 04:02
Kelamaan di Spa Tidak Baik Bagi Jantung
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Illustrasi

BugisPos — Ketika sedang bad mood, sejumlah orang akan menghabiskan waktunya untuk pergi ke spa, memperoleh pijat refleksi dan aromaterapi. Aromaterapi atau terapi menghirup uap aroma tertentu dari minyak esensial sendiri telah lama diketahui manfaatnya untuk menenangkan pikiran.

Tapi sebuah studi baru dari Taiwan mengungkapkan aromaterapi juga bisa berbahaya bagi jantung jika terpapar terlalu lama. Hal ini terungkap setelah peneliti mengamati kondisi 100 pekerja spa di Taipei yang diminta duduk di dalam sebuah ruangan dan menghirup uap minyak bergamot atau ekstrak jeruk selama dua jam.

Bersamaan dengan itu peneliti mengukur tekanan darah dan denyut jantung partisipan, termasuk kadar volatile organic compounds (VOC) yang ada di udara. VOC sendiri adalah senyawa seperti minyak esensial yang mudah menguap dalam suhu ruangan.

45 menit pertama rata-rata tekanan darah sistolik partisipan menurun hingga 2,10 mmHg dan detak jantungnya mencapai 2,21 denyutan permenit. Kondisi ini semakin membuktikan khasiat minyak esensial yang mampu meredakan stres.

Namun 120 menit kemudian tim peneliti melihat efek yang berlawanan. Tekanan darah sistolik partisipan tak hanya kembali ke titik awal tapi juga naik menjadi 2,19 mmHg dan denyut jantungnya menjadi 1,70 mmHg permenit lebih tinggi dari denyut jantung partisipan di awal studi.

“Temuan ini menunjukkan bahwa paparan minyak esensial yang berlebihan bisa saja membahayakan kesehatan kardiovaskular,” ungkap peneliti seperti dikutip dari Livescience, Senin (3/12/2012).

Studi sebelumnya juga mengaitkan antara VOC dengan peningkatan risiko asma hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular. “Ternyata menghirup senyawa ini dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh, termasuk mengubah fungsi sistem saraf yang pada akhirnya mempengaruhi kesehatan jantung,” tambah peneliti seperti dirilis derikcom.

Tapi peneliti mengaku studi lanjutan masih diperlukan untuk memastikan temuan ini. Pasalnya meski perubahan tekanan darah dan denyut jantung adalah penanda adanya penyakit kardiovaskular, belum jelas apakah fluktuasi yang kecil dan jangka pendek seperti halnya yang terjadi dalam studi ini dapat berujung pada gangguan jantung.

Lagipula karena peneliti mengukur kadar VOC total, senyawa lain yang ada di udara disamping uap minyak aromaterapi sendiri bisa saja mempengaruhi temuan tersebut.

Studi ini baru saja dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya