HTTP Status[404] Errno [0]

Panwas Akan Panggil Paksa Idris Patarai

03 December 2012 03:48
Panwas Akan Panggil Paksa Idris Patarai
Idris Patarai

BugisPos – Perseteruan antara Idris Patarai dengan Ilham Arief Sirajuddin, ternyata tidak juga berhenti sampai pada munculnya insiden pemukulan Idris di Warkop 115 Jl.Toddopuli Raya. Sebab, selain Idris melapor ke Polsek Panakukang karena tak menerima pemukulan atas dirinya, rupanya Idris juga makin lantang bicara menantang Ilham Arief Sirajuddin. Idris Patarai dengan terbuka mengkritisi program 9 IA Bebas dalam pencalonan Ilham di Pilgub Sulsel. Idris Patarai kepada media mengatakan bahwa Kartu IA 9 Bebas itu merupakan pembodohan publik.

Atas pernyataan Idris Patarai tersebut, ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar, Amir Ilyas, menyatakan akan memanggil paksa Idris Patarai yang saat ini menjadi staf Asisten II Walikota Makassar. Kata Amir, Idris akan dipanggil pekan depan.

Menurut Amir Ilyas, pemanggilan tersebut menyusul komentar politik Idris Patarai, terhadap kartua program jaminan kebutuhan dasar, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), IA 9 Bebas, sejak dua hari terkhir.

“Panwas akan panggil itu Idris Patarai, dia kan PNS di Pemkot, kita akan periksa. Sekarang kita telusuri itu komentar politiknya. Idris Patarai bisa dilaporkan untuk diberi sanksi pecat jika terbukti,” kata Amir Ilyas seperti dirilis Tribun Minggu 2/12/2012.

Awal Perseturuan

Beberapa waktu lalu, Idris Patarai masih menjabat Kepala Bappeda Kota Makassar, bahkan dia dikenal sangat dekat dengan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Kehadiran Idri di Balaikota bahkan bersamaan dengan masa kepemimpinan Ilham sejak periode pertama.

Namun belakangan, konon kabarnya Idris banyak diprotes oleh kalangan DPRD Makassar karena sangat jarang menghadiri undangan rapat si DPRD. Idris lebih banyak mengutus stafnya menghadiri rapat dewan. Konon karena hal inilah Ilham Arief Sirajuddin menjadi kurang simpati ke Idris, kemudian pada mutasi pejabat beberapa waktu lalu, Idris dmutasi menjadi Kepala Badan Pembedayaan Masyarakat.

Jabatan ini ini rupanya tak disukai Idris, lantas dia mengundurkan siri dari jabatan Kepala BPM tersebut. Kepada BugisPos Idris mengatakan, dia sebenarnya menerima jabatan apa saja yang diberikan walikota, tetapi mestinya dia diberitahu dulu sebelumya. Karena itulah Idris memilih mundur.

Cuma saja celakanya, ketika Idris mendekat ke Syahrul Yasin Limpo dan berupaya pinda ke Pemrov Sulsel, ternyata terganjal. Seorang PNS Pemkot boleh pindah ke Pemprov, hanya berdasarkan persetujuan Walikota. Ilham ternyata memanfaatka aturan itu, dan tidak menyetujui Idris pindah. Idris saat ini hanya dijadikan staf di Asisten II Pemkot Makassar. Jadilah Idris terkatung-katung di Pemkot Makassar. Dia tak bisa pindah ke Pemprov Sulsel, meskipun diketahui Idris kini mendukung berat Syahrul Yasin Limpo di Pilgub Sulsel (una)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya