HTTP Status[404] Errno [0]

Wisata MICE Berperan Mendongkrak Kunjungan Wisman

04 December 2012 01:17
Wisata MICE Berperan Mendongkrak Kunjungan Wisman
Mari Pangestu
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Mari Pangestu

BugisPos — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai wisata Meeting, Incentives, Convention dan Event (MICE) berperan penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui tiga pintu utama Ngurah Rai, Soekarno Hatta, dan Batam selama bulan Oktober 2012 yang diperkirakan disumbangkan oleh sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan MICE.
Berdasarkan analisa Direktorat Pengembangan Pasar Kemenparekraf, dibandingkan bulan Oktober tahun lalu, pintu masuk Ngurah Rai naik 3,39% (+8.295 wisman) karena banyaknya even internasional yang diselenggarakan di Bali. Sementara Soekarno Hatta kenaikannya 5,61% (+9.826 wisman) karena sejumlah artis dan grup musik dunia melakukan konser di Jakarta yang menarik penonton dari sekitar Indonesia. Untuk Batam kenaikan 7,35% (+7.001 wisman) didapat karena beberapa program Year End Festival yang dilaksanakan oleh Kemenparekaf untuk mendongkrak kunjungan wisman di wilayah tersebut.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melihat Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan wisata MICE. Selain jumlah wisatawan, wisata MICE juga akan meningkatkan kualitas wisatawan karena umumnya mereka akan tinggal lebih lama dan nilai pengeluarannya lebih besar.
“Tahun depan Indonesia menjadi tuan rumah APEC, dan sejumlah even internasional seperti Miss World yang berpotensi untuk mendatangkan wisman dalam jumlah yang besar dan mengangkat promosi Indonesia. Hal ini akan berdampak pada kontribusi wisman untuk mencapai target 9 juta wisman tahun depan,” ujar Mari Pangestu dalam jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Jakarta 2/12/12/
Kemenparekraf telah menjadikan wisata MICE sebagai salah satu dari 7 wisata minat khusus yang akan menjadi fokus pengembangan (flagship). Agar pengembangannya optimal, Kemenparekraf membentuk Direktorat Promosi Konvensi, Incentive, Event dan Minat Khusus dibawah Direktorat Jendral Pemasaran Pariwisata dan Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Even dibawah Direktorat Jendral Pengembangan Destinasi Pariwisata.
Pada kesempatan yang sama Mari Pangestu juga menyampaikan pencapaian jumlah wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) hingga Okober 2012. Berdasarkan data BPS dan Pusdatin Kemenparekraf, bulan Oktober 2012 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai

688.341 wisman atau tumbuh sebesar 4,93% dibandingkan bulan Oktober 2011 yang berjumlah 656.006 wisman.
Sementara itu secara kumulatif Januari hingga Oktober 2012 jumlah kunjungan wisman sebesar 6.583.629 wisman, atau mengalami pertumbuhan sebesar 5% dibandingkan bulan Januari hingga Oktober 2011 yang berjumlah 6.270.244 wisman.
Mari Pangestu menilai pencapaian hingga Oktober tahun ini semakin meyakinkan bahwa target kunjungan 8 juta wisman pada 2012 akan tercapai. Selain itu, pencapaian Oktober 2012 menunjukkan bahwa upaya untuk mengoptimalkan strategi pemasaran pada tiga bulan terakhir mulai menampakkan hasil.
“Optimalisasi pemasaran pariwisata melalui program Year-end Festival yang difokuskan pada enam negara yaitu Singapura, Malaysia, Australia, China, Jepang telah menunjukkan pertumbuhan positif. Sementara tinggal pasar Korea Selatan yang pada Oktober 2012 pertumbuhannya masih negatif,” jelas Mari Pangestu.
Pada Oktober 2012 kunjungan wisman dari Singapura, Jepang, dan Cina mengalami kenaikan yang signifikan, berturut-turut kenaikannya 10,2%, 15,48%, dan 45,98%. Ketiga pasar ini diharapkan akan memberikan kontribusi cukup besar dalam pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia pada tahun ini.
Untuk kebangsaan, kunjungan wisman ke Indonesia berdasarkan pada Oktober 2012 dibandingkan Oktober 2011 yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu; Uni Emirat Arab sebesar 82,68%, Bahrain 59,09%, Arab Saudi 50,98%, China 45,98% dan Rusia 44,41%.
Sementara secara kumulatif pada Januari hingga Oktober 2012 dibandingkan bulan Januari hingga Oktober 2011 yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu; Mesir sebesar 33,85%, China 26,41%, Thailand 13,59%, Bahrain 11,99% dan Uni Emirat Arab 11,52%.
Untuk pertumbuhan wisman pada tiga pintu masuk utama bulan Oktober 2012 dibandingkan bulan Oktober 2011 yaitu; Ngurah Rai meningkat 3,39%, Soekarno-Hatta dan Batam masing-masing meningkat 5,61% dan 7,35%, sedangkan secara kumulatif Januari hingga Oktober 2012 pertumbuhan wisman pada tiga pintu masuk utama Ngurah Rai meningkat 3,44%, Soekarno-Hatta dan Batam meningkat 5,78% dan 5,30%.

Perkembangan Wisnus
Sementara itu jumlah wisnus yang melakukan perjalanan di dalam negeri pada semester pertama 2012 sebanyak 105.954.040 perjalanan atau mengalami kenaikan sebesar 0,1% dibanding semester I tahun 2011 sebanyak 105.849.279 perjalanan.
Jumlah perjalanan wisnus semester pertama 2012 ini menunjukkan bahwa target yang sudah tercapai sekitar 43% dari 245 juta perjalanan. Tahun 2011 jumlah perjalanan wisnus sebanyak 237 juta, dan tahun ini ditargetkan mencapai 245 juta perjalanan atau naik sekitar 1,3%.
Masih rendahnya jumlah perjalanan wisnus pada semester pertama 2012 ini dikarenakan antara lain  belum masuknya perhitungan perjalanan wisnus pada musim liburan panjang seperti hari raya Lebaran, Natal dan Tahun, maupun liburan sekolah. Sebagai gambaran pada musim liburan Hari Raya Indul Fitri pertengahan Agustus 2012 lalu, terjadi pergerakan wisnus sebanyak 16,5 juta. Pergerakan wisnus dalam jumlah besar seperti ini juga takan terjadi pada liburan sekolah pada Juli dan Desember, serta pada liburan Natal dan Tahun Baru pada Desember ini.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel
Meningkatkan kunjungan wisman maupun tingginya pergerakan wisnus membawa dampak positif terhadap industri pariwisata terutama perhotelan dengan meningkatnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel.
Data BPS dan Pusdatin Kemenparekraf menyebutkan, rata-rata TPK hotel berbintang di 20 provinsi di Indonesia pada Oktober 2012 sebesar 54,90% atau mengalami kenaikan sebesar 0,03 poin dibandingkan bulan Oktober 2011 sebesar 54,87%. Berdasarkan provinsi, kenaikan TPK tertinggi terjadi di Lampung sebesar 14,01 poin, Kalimantan Barat 7,76 poin dan Kalimantan Timur 6,33 poin.
Sementara itu secara kumulatif, rata-rata TPK hotel bintang dari 20 provinsi pada Januari hingga Oktober 2012 sebesar 52,57% atau mengalami kenaikan  0,05 poin dibandingkan Januari hingga Oktober 2011 sebesar 52,53%. Berdasarkan provinsi, kenaikan TPK tertinggi terjadi di Kalimantan Barat sebesar 9,46 poin, Jawa Tengah sebesar 7,50 poin dan DI Yogyakarta sebesar 4,22 poin.

Hasil PPKI 2012
Mari Pangestu juga menyampaikan hasil penyelenggaraan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 berlangsung di Epicentum Walk, Kuningan Jakarta pada 21-25 November yang dibuka oleh Waki Presiden Boediono.
Mari Pangestu mengatakan, dalam penyelenggaraan PPKI yang kali ini mengangkat tema ‘Indonesia Creative Power 2012: Yang Muda Yang Berkreasi’ telah menghasilkan beberapa pencapaian penting diantaranya pencanangan “Gerakan Indonesia Berdendang” oleh Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan pendeklarasian pelaku kreatif yang diwakili 17 Wira Muda Kreatif. Para Wira Muda Kreatif yang sudah berprestasi ini diharapkan dapat menularkan kreativitasnya sehingga dapat menjadi gerakan yang lebih luas. Ke-17 Wira Muda Kreatif yang sudah berprestasi ini untuk dapat memberikan tongkat estafet kepada siapa saja yang memiliki kesamaan hasrat (passion) dalam pekerjaan dan ketertarikannya.
Momentum deklarasi dan penyelenggaraan PPKI 2012 menjadi ajang kolaborasi dan komitmen kepada mereka yang terpilih untuk terlibat dalam mendorong kemunculan gerakan ekonomi kreatif di Indonesia. “Kolaborasi dapat diwujudkan melalui peran pemerintah untuk memfasilitasi keberadaan ruang-ruang yang memungkinkan orang kreatif untuk berkumpul dan mengembangkan ide kreatifnya, seperti halnya pelaksanaan PPKI 2012,” katanya.
Capaian lain adalah pencatatan rekor MURI untuk Andi Rharharha atas karyanya berupa penempelan tape art terbanyak yakni 320 gambar di area 570 meter dengan menggunakan lakban 3400 meter
Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 merupakan ajang berkumpulnya orang kreatif dan pertama kalinya menampilkan ke-15 subsektor ekonomi kreatif yang dikemas dalam 134 mata acara yang terdiri dari 43 acara pertemuan, 62 acara pertunjukan, 11 demo kuliner, 18 atraksi permainan dan kelompok area pameran.
PPKI juga sukses berhasil menarik perhatian 78.023 pengunjung (15.604 pengunjung perhari) dan telah merangkul 793 pelaku usaha dan orang kreatif, yaitu: 383 orang sebagai pembicara dalam acara pertemuan, 62 grup yang mengisi acara pertunjukan, 11 grup yang mengisi acara kuliner, dan 337 pelaku usaha yang mengisi acara pameran. Jumlah omzet yang tercatat selama lima hari pelaksanaan PPKI adalah Rp710.800.000. Dengan demikian asumsi rata-rata omzet peserta perhari adalah Rp543.595.
Hal lain yang menggembirakan dari pelaksanaan PPKI tahun ini adalah tanggapan yang positif dari masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari hasil survei yang telah dilakukan pada para pengunjung PPKI 2012 (responden sebanyak 150 orang). Berdasarkan hasil survey, 65% menyatakan bahwa PPKI 2012 berlangsung dengan baik dan 52% menyatakan desain, konsep, dan nuansa pameran PPKI adalah baik. Kemudian 97% masyarakat menginginkan agar PPKI dilaksanakan setiap tahun.
Hal lain yang dapat diidentifikasi mengenai kegiatan PPKI 2012 ini, komunikasi dan publikasi yang dilakukan berhasil menjangkau masyarakat, dimana 35% mengetahui kegiatan ini melalui media elektronik, 23% melalui media luar ruang, 22% melalui media internet atau digital, dan 14% melalui media cetak (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya