HTTP Status[404] Errno [0]

APBN 2013 Defisit Rp153 Triliun Lebih

08 December 2012 23:41
APBN 2013 Defisit Rp153 Triliun Lebih
Menurut Agung Widiadi dari Kementerian Keuangan RI, APBN 2013 terjadi defisit sebesar Rp153.337.967.369.000.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Menurut Agung Widiadi dari Kementerian Keuangan RI, APBN 2013 terjadi defisit sebesar Rp153.337.967.369.000.BugisPos — Dalam pelaksanaan sosialisasi peran APBN dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah,yang berlangsung di Hotel Santika Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, (4/12/2012), narasumber Drs. Agung Widiadi selaku Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II Dirjen Anggaran kementerian Keuangan (kemenkeu) Republik Indonesia mengemukakan APBN tahun 2013 telah ditetapkan menjadi Undang-undang nomor 19 tahun 2012 tentang APBN. Menurutnya, APBN 2013 terjadi defisit sebesar Rp153.337.967.369.000. Â Â Â Â

BugisPos — Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 dipastikan akan mengalami defisit. Hal itu dikemukakan  Drs. Agung Widiadi selaku Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II Dirjen Anggaran kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia. Â

Defisit sebesar lebih Rp153 triliun itu terjadi disebabkan jumlah anggaran pendapatan negara tahun anggaran 2013 lebih kecil daripada jumlah anggaran belanja negara. Adapun total pendapatan negara sebesar Rp1.529.673.136.330.000 (satu kuadraliun lima ratus dua puluh sembilan triliun enam ratus tujuh puluh tiga miliar seratus tiga puluh enam miliar tiga ratus tiga puluh juta rupiah), sementara total belanja negara sebesar Rp1.683.011.103.699.000.

 Meskipun terjadi defisit kata dia, ke depan Pemerintah bersama DPR RI akan mengambil langkah-langkah strategis, sehingga diharapkan APBN bisa seimbang antara anggaran pendapatan dan belanja Negara.

“APBN kita harapkan tidak perlu surplus (lebih), paling tidak dapat seimbang antara pendapatan dan belanja negara,” ujar Agung Widiadi.

Lanjut utusan Kemenkeu RI yang tampil menjadi narasumber dalam sosialisasi APBN 2013 di hadiri redaktur-redaktur media massa nasional dan media lokal di daerah ini, bahwa agar APBN bisa berimbang antara pendapatan dan belanja negara dapat dilakukan dengan melakukan efisiensi belanja dan menambah sumber-sumber pendapatan. Sumber-sumber pendapatan dilakukan dengan memaksimalkan sumber-sumber pajak dan pendapatan negara lain-lain.

“Selain memaksimalkan potensi pendapatan negara, diperlukan juga efisiensi belanja, misalnya dengan memangkas honor-honor proyek di daerah,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Agung Widiadi mengemukakan, APBN terdiri atas anggaran pendapatan negara, anggaran belanja negara dan pembiayaan anggaran.

Anggaran pendapatan negara diperoleh dari sumber-sumber yakni penerimaan perpajakan yang direncanakan sebesar Rp1.192.994.119.747.000 (satu kuadraliun seratus sembilan puluh empat miliar seratus sembilan belas juta tujuh ratus empat puluh tujuh ribu rupiah), penerimaan PNPB Rp332.195.385.334.000 dan penerimaan hibah Rp4.483.631.249.000. Sehingga total pendapatan negara sebanyak Rp1.529.673.136.330.000.

Anggaran belanja negara tahun anggaran 2013 Â terdiri dari anggaran belanja pemerintah pusat Rp1.154.380.860.433.000 dan anggaran transfer ke daerah Rp528.630.243.266.000. Total anggaran belanja negara sebesar Rp1.683.011.103.699.000

Adapun besarnya anggaran transfer ke daerah terdiri atas dana perimbangan (DBH,DAU,DAK) sebesar Rp444.798.787.700.000 serta dana otonomi khusus Rp83.831.455.566.000.

Sedang besarnya anggaran pembiayaan terdiri atas pembiayaan dalam negeri sebesar Rp172.792.121.258.000, serta anggaran pembiayaan luar negeri sebesar Rp19.454.153.889.000.

Untuk sektor pendidikan, mendapatkan porsi 20 persen sesuai amanat undang-undang, yakni sebesar Rp336.484.966.510. Sementara alokasi untuk Biaya Operasional Sekolah (BOS) dianggarkan sebesar Rp23.446.900.000.000.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya