HTTP Status[404] Errno [0]

Dari Sisi Kesehatan, Nikahi Gadis 18 Tahun Tak Masalah, Tapi….

05 December 2012 01:52
Dari Sisi Kesehatan, Nikahi Gadis 18 Tahun Tak Masalah, Tapi….
Ilustrasi

BugisPos — Pernikahan kilat Bupati Garut Aceng Fikri jadi heboh karena selain mempelai perempuannya masih belia, usia perkawinannya juga hanya bertahan 4 hari. Dari sisi kesehatan reproduksi, Menteri Kesehatan menilai bahwa menikahi gadis 18 tahun tidak masalah, tapi kalau 4 hari kemudian diceraikan maka itu urusan lain.
“Kalau sudah 18 tahun sih sudah dianggap dewasa ya, kalau di bawah itu memang kriminal menurut Undang-undang Perlindungan Anak,” kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi saat ditemui di sela-sela Global Youth Forum (GYF) di Nusa Dua Bali Convention Center, Selasa (4/12/2012) seperti dirilis detikcom.

Asalkan didasari perasaan saling suka, kedua belah pihak saling setuju dan tidak ada paksaan maka pernikahan dengan gadis berusia 18 tahun tidak ada masalah. Peraturan yang berlaku di Indonesia memungkinkan hal itu. Apalagi secara fisik sistem reproduksi perempuan 18 tahun juga sudah berfungsi dengan baik.

Meski demikian, menikah dan punya anak di usia kurang dari 20 tahun memang tidak dianjurkan karena bisa meningkatkan berbagai risiko kesehatan. Risiko infeksi HPV (Human Papilloma Virus) penyebab kanker serviks meningkat, demikian juga risiko kematian ibu saat melahirkan. Risikonya lebih besar kalau buru-buru hamil dan punya anak sementara organ reproduksinya belum benar-benar siap.

“Tapi kalau soal dia diceraikan dalam 4 hari, ya itu kurang bisa diterima,” tambah Menkes.

Sementara itu, Rishita Nandagiri dari Women’s Global Network for Reproductive Rights yang dalam GYF bertindak sebagai Co-chairs of International Steering Committee juga menentang pernikahan gadis di bawah umur. Menurutnya hal itu akan merampas masa depan seorang gadis belia, termasuk kesempatan untuk mendapat pendidikan setinggi mungkin.

“Perempuan yang menikah di usia muda kadang tidak sempat menyelesaikan pendidikannya sehingga secara finansial tidak bisa independen, tidak bisa membuat keputusan secara independen. Mereka tidak bisa menentukan hidupnya dan masa depannya sendiri. Satu hal yang saya pikir semua orang setuju adalah ini tidak fair,” kata Rishita (una)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya