HTTP Status[404] Errno [0]

Guru Tidak Boleh Diseret ke Arena Politik

05 December 2012 01:52
Guru Tidak Boleh Diseret ke Arena Politik
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

BugisPos — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Menteri Dalam Negeri untuk membuat aturan yang tegas agar guru-guru di daerah tidak menjadi korban pertarungan politik saat Pilkada.
“Itu tidak boleh terjadi. Saya ingatkan pemimpin yang dipilih oleh rakyat baik pemilu maupun pilkada, tidak boleh membawa guru ke arena politik, tidak boleh bawa birokrat ke arena politik. Mereka harus independen,” kata Presiden pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2012 dan peringatan HUT PGRI di Sentul, Selasa siang 4/12/12

Yudhoyono mengingatkan guru adalah profesi yang tidak boleh terseret atau diseret ke pertarungan politik dan akhirnya menjadi korban.

“Mereka harus independen. Kalau punya hak politik ada aturannya,” kata Presiden seperti dirilis Antara News.

Presiden menegaskan bahwa aturan yang akan dikeluarkan Mendagri akan menghindarkan guru menjadi korban politik dan ini adalah etika politik yang harus ditegakkan.

PGRI sendiri meminta guru tidak dilibatkan dalam pelaksanaan Pilkada karena menganggu kinerja dan tugasnya.

“Dalam otonomi ini, guru masih banyak yang menjadi korban politik pasca pilkada,” kata Ketua Pengurus Besar PGRI Sulistyo.

“Mohon ini dievaluasi sungguh-sungguh, sebelum terlalu menganggu kinerja guru,” tegasnya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya