HTTP Status[404] Errno [0]

KPK Lacak Aset Tersangka Kasus Simulator SIM

05 December 2012 16:54
KPK Lacak Aset Tersangka Kasus Simulator SIM
Setelah menahan Irjen Pol Djoko Susilo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melacak aset-aset milik tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM) itu.

Setelah menahan Irjen Pol Djoko Susilo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melacak aset-aset milik tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM) itu.

BugisPos — Setelah menahan Irjen Pol Djoko Susilo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melacak aset-aset milik tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM) itu.

Pemblokiran rekening juga dilakukan untuk melacak aliran dana yang terkait mantan kepala Korlantas Mabes Polri itu.

’’Upaya untuk melakukan asset tracing sedang on going,’’ kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta kemarin.
Menurut Bambang, dalam penyidikan, sejumlah langkah seperti pencekalan, pelacakan, dan pembekuan aset merupakan hal yang pasti dilakukan KPK.
Pelacakan juga dilakukan terhadap aset atas nama kerabat Djoko. ’’Biasanya kan ada dua. Aset milik tersangka dan aset-aset yang diduga berkaitan dengan tersangka walaupun bukan atas nama tersangka,’’ kata Bambang.
Mengenai kemungkinan menjerat Djoko dengan pasal-pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU), KPK belum bisa memastikan.
’’Belum sampai sejauh merumuskan apakah nanti juga dikombinasi dengan TPPU. Tetapi, yang akan dilakukan sekarang, melakukan asset tracingterhadap indikasi hasil atau aset kekayaan yang diduga dari tipikor,’’ ujarnya.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK, Djoko mencatatkan harta Rp5,6 miliar. Itu adalah laporan yang didaftarkan pada 20 Juli 2010 ketika lulusan Akpol 1984 tersebut menjabat kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.
Seperti dikutip dari FAJAR online, dalam LHKPN itu, Djoko memiliki harta berupa tanah dan bangunan di daerah Jakarta Selatan. Pria kelahiran Madiun tersebut juga memiliki Toyota Innova pembelian 2005.
Harta bergerak lain adalah logam mulia yang dilaporkan senilai Rp500 juta. Giro dan setara kas tercatat Rp237 juta. Djoko diduga memiliki sejumlah harta yang tak dilaporkan di LHKPN.
Rumah mewah yang berdiri di lahan 5.000 meter persegi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo, diduga milik Djoko. Nilainya diduga puluhan miliar rupiah.
Bambang mengatakan, saat ini KPK mendorong supaya penghitungan kerugian negara bisa segera diselesaikan. ’’Sebab, nanti kan di sana ada metodenya,’’ kata Bambang.
KPK tengah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meneliti kesesuaian spesifikasi simulator. Setelah itu, akan dicocokkan dengan harga perkiraan sendiri pada saat tender.
’’Baru nanti dari situ kita lihat sebarannya ke mana saja,’’ ujar Bambang.
Senin, 3 Desember, Djoko ditahan di Rutan KPK di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Selain Djoko, KPK menetapkan tiga tersangka lain.
Mereka adalah mantan Wakil Kepala Korlantas Brigjen Pol Didik Purnomo, Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S. Bambang, dan Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto.
Bambang menambahkan, saat ini KPK masih berkonsentrasi memeriksa Djoko. ’’Tersangka itu pasti secara paralel akan diperiksa. Konsentrasi sementara ini lebih kepada DS,’’ kata Bambang.
Â
Pihak Djoko Susilo belum mengetahui perihal proses pembekuan aset yang dilakukan oleh KPK. Salah seorang pengacara Djoko Susilo, Tommy Sihotang, meminta KPK sebaiknya fokus saja pada substansi kasus. Pihaknya berjanji akan bersikap kooperatif dalam proses penyidikan.
“Semua proses hukum akan dijalani,” kata Tommy.(gafar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya