HTTP Status[404] Errno [0]

Kak Seto : Proses Hukum Bapak Aceng Tetap Berjalan

09 December 2012 02:39
Kak Seto : Proses Hukum Bapak Aceng Tetap Berjalan
Pemerhati anak dan pendiri Komisi Perlindungan Anak (KPA) Seto Mulyadi mengatakan, meskipun sudah islah (berdamai), Bupati Garut Aceng Fikri dan Fanny Octara, namun proses hukum tetap berjalan.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pemerhati anak dan pendiri Komisi Perlindungan Anak (KPA) Seto Mulyadi mengatakan, meskipun sudah islah (berdamai), Bupati Garut Aceng Fikri dan Fanny Octara, namun proses hukum tetap berjalan.

BugisPos — Bupati Garut Aceng HM Fikri sudah melakukan upaya perdamaian (islah) dengan perempuan yang dinikahinya 4 hari, Fanny Octora, beserta keluarganya. Kendati demikian, bukan berarti proses hukum terhadap Aceng tidak akan berhenti.

“Islah silahkan saja, tapi proses hukum terhadap Bapak Aceng tidak akan berhenti, terus berjalan,” ujar Pemerhati Anak yang juga pendiri Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Pelanggaran hukum yang dilakukan Aceng, kata pria yang akrab disapa Kak Seto itu, bukanlah perkara enteng. Lewat pasal 81 Undang Undang Perlindungan Anak, Aceng bisa dikenakan sanksi hukum berupa hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Karena dengan berhubungan badan dan berlanjut pada pernikahan di bawah umur jelas pelanggaran hukum yang berat. Tidak ada pernikahan yang dilakukan dalam situasi calon istrinya tidak sehat, baik secara kesehatan dan psikologis,” terang dia.

Sebelumnya, Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait menyatakan Bupati Garut Aceng Fikri kemungkinan bisa melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak atas perbuatannya menikahi gadis berinisial FO. Sebab saat menikah, FO belum genap berusia 18 tahun atau masih dikategorikan sebagai anak.

“Dari informasi, pernikahan siri terjadi 14 Juli 2012, sementara FO lahir pada Oktober 1994. Jadi, bisa mengarah pada perbuatan kejahatan pada anak,” kata Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait, sebagaimana dikutip dari Tempo.co.

Aris melanjutkan, kejadian semacam ini bukanlah yang pertama. Sudah tak terhitung berapa jumlah anak perempuan menjadi korban pernikahan semacam ini. Dia pun berharap kejadian ini bisa menjadi peringatan keras agar tak semakin banyak anak bangsa yang menjadi korban.

“Aceng, kan, pejabat daerah dan pasti jadi sumber pemberitaan. Semoga masyarakat bisa mengambil hikmahnya,” kata Aris.

Saat ini kabar pernikahan Bupati Aceng Fikri bukan lagi menjadi kabar daerah, tetapi juga nasional. Banyak kecaman mengalir kepada Aceng, baik dari LSM hingga anggota DPR.(gafar)
Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya