HTTP Status[404] Errno [0]

Ketika Nanti Dibangun IPAL Losari

09 December 2012 05:29
Ketika Nanti Dibangun IPAL Losari
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Instalasi Pengolahan Air Laut (IPAL) Losari yang menjadi salah satu proyek prioritas pembangunan Kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata) ditargetkan rampung 2012. Jika sebelumnya, IPAL Losari direncanakan dibangun bertahap selama lima tahun, pembangunan proyek yang mengolah limbah sebelum dialirkan ke laut itu akan digenjot selama dua tahun.

Tan Malaka saat masih menjabat Kepala Badan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel belum lama ini mengatakan, proyek tersebut harus diselesaikan lebih cepat untuk mempercepat turunnya Perpres Mamminasata. IPAL Losari salah satu proyek prioritas dari 11 proyek utama yang akan mendukung Mamminasata.
“Pembangunan IPAL menggunakan dana pinjaman luar negeri melalui Asian Development Bank (ADB) senilai Rp 390 miliar. Tahap awal dialokasikan senilai Rp 90 miliar untuk studi kelayakan fisik, non fisik, serta membiayai konsultan pengawasan,” kata Tan Malaka.
Sementara pembangunan fisik IPAL, mulai dilaksanakan akhir 2011 nanti dengan alokasi anggaran senilai Rp 300 miliar yang ditangani Kementerian PU. Dana tersebut termasuk penyiapan jaringan saluran air dari IPAL ke rumah warga disejumlah kecamatan di Makassar.
Kepala Distarkim Sulsel Syarief Burhanuddin, menambahkan keterlibatan pemprov dalam proyek tersebut hanya dalam penyediaan dokumen analisis dampak lingkungan (amdal). Sedangkan, pembebasan lahan diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
“Salah satu persoalan pembangunan IPAL karena proses pembebasan lahan belum rampung. Prosesnya lama, karena lokasi cukup strategis. Selain itu, harga lahan yang mahal,” ujarnya.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang bersama Tim Kerja Sama Pembangunan Kawasan Mamminasata telah menggelar pertemuan dengan Diretorat Jenderal Bina Cipta Kementrian Pekerjaan Umum, Boedi Yuwono pekan lalu. Salah satu intisari dari pertemuan tersebut diharapkan, proyek Mamminasata bisa kembali didorong.
Tim Kerja Sama Pembangunan Kawasan Mamminasata telah menyusun 11 prioritas pengembangan kawasan di antaranya pembangunan jaringan jalan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pattalasang, dan penyiapan instalasi air bersih. Selain itu, pembangunan kota baru seluas 3.500 hektare (ha) di Kecamatan Pattalassang Gowa dan Moncongloe Kabupaten Maros serta pengembangan Kawasan Industri Makassar (KIMA) 2 di Maros seluas 556 hektare.
Pemprov Sulsel telah melakukan pembebasan lahan untuk TPA Terpadu Pattalasang seluas 100 ha, penyusunan DED, dan Amdal. Sedangkan pembangunan fisik tengah dalam proses tender dengan dana pinjaman luar negeri senilai Rp 400 miliar. Sedangkan, master plan pengembangan kawasan kota terpadu di Gowa dan Maros juga telah rampung.
“Menyangkut drainase pembangunannya menyangkut empat daerah dan perencanaan induknya sudah ada terutama bandara yang pernah banjir,” Syarif.

Biaya Pusat

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siap mengembangkan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di delapan kota, salah satunya di Kota Makassar. Penyusunan master plannya sudah dilakukan sejak 2011 lalu dan diharapkan bisa dimulai pembangunan pada 2014 mendatang.

Kasubdit Air Limbah, Direktorat Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP), Cipta Karya, Kementerian PU, Handi B Legowo mengatakan, IPAL bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas air.

Selain di Makassar, tujuh kota lainnya adalah, Palembang (Sumatra Selatan), Pekanbaru (Riau), Bandar Lampung (Lampung), Bogor (Jawa Barat), Cimahi (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), dan Batam.

Menurut Handi, pembangunan IPAL di lima kota, Palembang, Bogor, Cimahi, Makassar, dan satu kota belum ditentukan, akan dibiayai melalui dana pinjaman kepada Asian Development Bank (ADB), sementara tiga kota lainnya akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebelumnya, pemerintah sudah membangun proyek serupa di beberapa kota, di antaranya, Bali, Banda Aceh, Semarang, Balikpapan, Manado, lalu Parapat yang sedang diperluas. Handi menambahkan, pembangunan IPAL menelan anggaran USD50 juta.

“Pengembangan IPAL secara terpadu merupakan mekanisme yang paling cocok untuk skala kota di Indonesia mengingat lahan sempit, terbatasnya dana untuk teknologi tinggi (^)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya