HTTP Status[404] Errno [0]

Mendagri Minta Bupati Garut Legowo Mundur

12 December 2012 12:05
Mendagri Minta Bupati Garut Legowo Mundur
Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, minta Bupati Garut, Provinsi Jawa Barat, Aceng Fikri mundur secara legowo pasca sejumlah kasus yang menyeret namanya. Gambar di atas Bupati Garut, Aceng Fikri.(sumber : VIVAnews).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, minta Bupati Garut, Provinsi Jawa Barat, Aceng Fikri mundur secara legowo pasca sejumlah kasus yang menyeret namanya. Gambar di atas Bupati Garut, Aceng Fikri.(sumber : VIVAnews).

BugisPos — Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, meminta Bupati Garut, Provinsi Jawa Barat, Aceng Fikri mundur secara legowo pasca sejumlah kasus yang menyeret namanya.

Gamawan menjamin, tak ada upaya pemakzulan terhadap Aceng. “Nggak ada pemakzulan,” kata Gamawan di Jakarta, Rabu, (12/12/2012).

Mendagri menyerahkan sepenuhnya nasib Aceng ke DPRD Garut. “Kalau ada unsur-unsur yang terpenuhi, misalnya pelanggaran terhadap ketaatan sesuai tercantum dalam sumpah, silakan diproses oleh DPRD,” ungkap dia.

Meski demikian, Gamawan menyarankan agar Aceng sebaiknya legowo untuk mundur. Sebab, kepercayaan publik kepada Aceng sudah berkurang.

“Daripada ribut melulu. Ini kan soal kepercayaan publik supaya nggak berlarut-larut. Bukan karena ada apa-apa dengan Aceng, tapi Aceng supaya berkenan mundur,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, “pernikahan kilat” Bupati Aceng dengan Fani Ocktara jadi perhatian publik. Fani yang hanya dinikahi empat hari kemudian diceraikan Aceng hanya melalui pesan singkat SMS.

Aceng juga  dilaporkan Asep Rahmat Kurnia, orang yang gagal jadi bakal calon walikota bupati.

 Pengacara Aceng Fikri Warning Garut RusuhÂ

Sementara itu, pengacara Aceng Fikri, Eggy Sudjana, mendesak Pansus DPRD Garut untuk tidak melengserkan kliennya dari jabatan Bupati Garut. Jika upaya pelengseran tetap dilakukan, Eggy mengaku khawatir akan terjadi gejolak di Garut.

“Dapat diduga akan terjadi kerusuhan, sebab pendukung Aceng di Garut sangat banyak,” ujar Eggy Sudjana, sebagaimana dikutip dari  VIVAnews, Rabu, (12/12/2012).

“Saya tidak mengancam, tapi itu konsekuensi yang sangat munkin terjadi.”

Menurut Eggy, indikasi potensi ancaman itu sudah terlihat sejak kasus ini mencuat. Saat kelompok yang mendesak Aceng untuk mundur menggelar aksi unjuk rasa, pendukungAceng juga menunjukkan kekuatannya.

“Indikasi awalnya sudah nyata, pendukung Aceng yang berdemo lebih dari 5.000 orang. Jumlah itu lebih besar dari penentang Aceng,” ujar Eggy.

Eggy mengatakan, tuntutan mundur itu tidak relevan untuk Aceng. Sebab, kata Eggy, Aceng merupakan pemimpin daerah yang berprestasi. Eggy mengklaim kliennya itu menempati urutan terbaik ke-4 dari para bupati di Jawa Barat dalam hal tata kelola pemerintahan. “Kalau secara nasional, Aceng menempati urutan ke-18,” tutur Eggy.

Dia menambahkan, semakin aneh jika Pansus DPRD Garut tetap memaksa Aceng mundur gara-gara pernikahan sirinya dengan Fani Oktora. Karena, Aceng dan Fani telah berdamai. “Pertanyaan saya, perdamaian ini sudah dilakukan mengapa Pansus DPRD Garur masih mengotak-atik masalah pribadi orang,” Eggy bertanya.

Masalah etika dan moral, tambah Eggy, juga tidak bisa dijadikan dasar pelengseran Aceng. Sebab, nikah siri yang dilakukan Aceng tidak dilarang dalam agama yang diyakini. “Tuntutan itu malah melangar HAM. Sebab yang dilakukan Aceng dibolehkan agamanya. Itu dijamin dalam Pasal 29 UUD 1945,” kata Eggy.

Pansus DPRD Garut menyatakan Bupati Aceng melakukan pelanggaran kode etik karena melakukan pernikahan siri dengan Fani Oktora.Bupati Aceng menikahi Fani secara siri hanya selama empat hari.

Aceng juga menceraikan Fani hanya dengan mengirim pesan pendek alias SMS. Fani sempat melaporkan Aceng ke Mabes Polri. Namun, keduanya kemudian berdamai.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya