HTTP Status[404] Errno [0]

Tahun 2012, Turis Asing Masuk ke Sulsel 61 Ribu Orang

16 December 2012 07:00
Tahun 2012, Turis Asing Masuk ke Sulsel 61 Ribu Orang
Turis asing
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Turis asing

Turis asing

BugisPos — Pelaku pariwisata dan sejumlah akademisi mengakui bahwa dunia kepariwisataan di Sulawesi Selatan secara umum berkembang pesat dalam lima tahun terkahir.

Meski dinilai masih ada beberapa faktor yang harus segera dibenahi semua pihak yang dinggap terlibat.

Hal itu terungkap dalam dialog bertema “Mengukur Indeks Kepuasan Publik pada Sektor Pariwisata” yang digelar di Ball Room Sandeq Grand Clarion Makassar, Sabtu 15/12.

Diaog ini digagas oleh Dinas Pariwisata bekerjasama Forum Intermediasi dan mahasiswa program doktoral Administrasi Publik UNM.

Sejumlah narasumber terlibat dalam kegiatan tersebut, seperti Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Jufri Rahman, General Manager Clarion Anggiat Sinaga, serta akademisi administrasi publik UNM Prof Amir Imbaruddin dan Prof. Andi Agustang.

Anggiat Sinaga dalam diskusi tersebut, mengatakan, ada beberapa indikator sehingga pariwisata Sulsel bisa dinyatakan membaik. Antara lain tingkat okupansi (hunian) hotel mencapai rata-rata 70-80 persen, dan tingkat mengulang pelaksanaan even MICE (meeting, incentives, conferencing and exebhitions) cukup tinggi.

Menurutnya, untuk Makassar saja terdapat 16-20 penyelenggaran MICE dalam sebulan. Jika tidak puas dengan Sulsel, para penyelenggara MICE tersebut tidak akan datang kembali dan mengalihkan evennya ke daerah lain.
“Kedua fakta ini mengindikasikan publik pariwisata memberikan nilai “trust” (kepercayaan) pada pengelolaan pariwisata di Sulsel. Kalau okupansi kita hanya 40-50 persen seperti di Manado, industri hotel pasti kolaps,” kata Anggiat saat menjadi salah satu narasumber dalam dialog tersebut seperti dirilis tribun-timur.com

Dia juga mengatakan, Lovely December telah memberi efek luar biasa dalam mendorong kebangkitan dan peningkatan kepariwisataan Sulsel.

Menurutnya program itu telah menghidupkan okupansi di Tana Toraja yang dinyatakan mati.

“Bayangkan, sebelum ada program itu, pelaku hotel di sana bercocok tanam untuk menyuplai kebutuhan hotelnya. Ini sudah melenceng dari profesi pariwisata. Tapi sekarang, kamar hotel di Toraja daja sudah sangat sudah kami temukan. Ini merupakan bentuk peningkatan pariwisata kita,” ujarnya.

Anggiat menyebutkan, jumlah wisatawan domestik setiap tahun terus meningkat. Pada 2010 wisatawan nusantara mencapai 2,7 juta, menjadi 3,7 juta pada 2011 dan lebih dari 4 juta pada 2012. Begitupun dengan wisatawan mancanegera, meningkat dari 41 ribu pada 2010, menjadi 51 ribu pada 2011 serta 61 ribu di 2012.(*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya