HTTP Status[404] Errno [0]

Pemprov Sulsel Bagikan Bonus Atlit Peraih Medali

19 December 2012 10:14
Pemprov Sulsel Bagikan Bonus Atlit Peraih Medali
Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bonus bagi atlit-atlit peraih medali emas, perak, perunggu dalam PON XVIII Riau.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bonus bagi atlit-atlit peraih medali emas, perak, perunggu dalam PON XVIII Riau.

Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bonus bagi atlit-atlit peraih medali emas, perak, perunggu dalam PON XVIII Riau.

BugisPos — Setelah ditunda tiga bulan, akhirnya Pemprov Sulawesi selatan membagikan bonus untuk peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau. Penyerahan bonus dilakukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Baruga Sangiaseri, rumah jabatan gubenur.

Bonus atlet yang dibagikan mencapai Rp5,150 miliar. Dana itu diberikan kepada atlet PON dan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) ke-XIV 2012 yang meraih medali. Peraih medali PON dianggarkan Rp4,9 miliar. Sementara Peparnas Rp250 juta.

Peraih medali emas PON Riau memeroleh bonus uang tunai Rp85 juta. Nilai bonus itu naik dibandingkan bonus serupa empat tahun lalu. Peraih medali emas PON XVII Kalimantan Timur hanya mendapat bonus uang tunai Rp75 juta. Peraih medali perak perak mendapatkan Rp40 juta dan medali perunggu 30 juta.

Tidak ada lagi bonus rumah bagi peraih medali emas seperti saat PON Kaltim lalu. Sebagaimana dikutip dari FAJAR online, para peraih medali hanya mendapatkan uang saja. Ketua Harian Pengprov Forki Sulsel, Ellong Tjandra mengakui bahwa pada PON 2008 lalu sempat ada janji bonus rumah, tetapi tidak terealiasi.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel, Addien mengakui bahwa memang dahulu usai PON Kaltim ada bonus rumah. Tetapi, diberikan ke atlet dalam bentuk uang tunai. “Soalnya saat rumah dibagikan, banyak yang menjual rumahnya. Makanya diputuskan atlet diberikan uang tunai saja,” jelas Addien.

Sekretaris Umum KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir menjelaskan bahwa bonus rumah hanya ada pada zaman Amin Syam menjabat gubernur Sulsel. Saat itu bonus rumah senilai Rp40 juta. Menurut Nukhrawi, tahun ini bonus atlet naik 10 persen.

Selain mendapat bonus uang tunai, atlet juga dijanjikan menjadi PNS. “KONI akan bersurat ke Pemprov Sulsel untuk mengangkat peraih medali emas menjadi PNS. Tetapi, lebih dahulu akan didata. Termasuk atlet peraih medali emas SEA Games Palembang,” jelas Nukhrawi.

Usai PON Kaltim lalu, lanjutnya, sudah ada beberapa atlet terangkat jadi PNS. Mereka antara lain Anwar Tarra, Erico Amanupunyo, dan Hendro Salim. Dia mengatakan, semua peraih medali emas diupayakan menjadi PNS.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa bonus adalah pemotivasi atlet. Syahrul juga berharap bonus itu bisa menjadi tabungan untuk masa depan. Dia meminta agar sebaiknya tidak langsung digunakan untuk barang konsumtif.

“Harusnya bonus bisa jadi investasi. Saya menyarankan supaya dibelikan ruko atau sawah di kampung. Kita juga upayakan semua peraih emas jadi PNS dan peraih medali lainnya bisa bekerja di perusahaan seperti perbankan,” jelas Syahrul.

Untuk bonus rumah yang ditiadakan tahun ini, Syahrul mengakui bahwa memang diganti dengan uang tunai. Atlet sendiri, katanya, yang meminta uang tunai saja dibandingkan rumah.

“Bagi atlet yang belum PNS kita titip ke sekretariat daerah dan Dispora. Khusus Johan mendapat bonus tambahan dari saya Rp25 juta karena meraih emas pada kejuaraan dunia di Thailand,” ujar Syahrul.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya