HTTP Status[404] Errno [0]

Aparat Gabungan Sisir Sarang Teroris Poso

22 December 2012 20:04
Aparat Gabungan Sisir Sarang Teroris Poso
Kurang lebih sebanyak 500 aparat gabungan TNI-Polri menyisir sekiar Gunung Biru di Poso Sulawesi Tengah, yang ditengarai sarang terduga teroris.
Kurang lebih sebanyak 500 aparat gabungan TNI-Polri menyisir sekiar Gunung Biru di Poso Sulawesi Tengah, yang ditengarai sarang terduga teroris.

Kurang lebih sebanyak 500 aparat gabungan TNI-Polri menyisir sekiar Gunung Biru di Poso Sulawesi Tengah, yang ditengarai sarang teroris.

BugisPos — Kepala Polisi Resor Poso Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Eko Santoso, menyatakan, penyisiran tim gabungan Polisi Daerah Sulawesi Tengah, Brigade Mobil, dan TNI berfokus pada tempat-tempat persembunyian para tersangka teroris.

Lokasi persembunyian diperkirakan berada di sekitar tempat pembunuhan dua anggota Kepolisian Sektor Poso Pesisir pada Oktober lalu dan penembakan enam Brigade Mobil Polda Sulawesi Tengah kemarin.

“Kegiatan masih sekitar penyisiran lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian kelompok bersenjata,” kata Eko Santoso melalui pesan singkat, Jumat, (21/12/2012).

Tim gabungan bersama personel yang ada masih terus menyisir lokasi tersebut. Eko menegaskan, perburuan para tersangka yang melarikan diri ke hutan dan gunung belum akan melibatkan personel tambahan dari satuan di luar Sulawesi Tengah.

Pada Oktober 2012 hampir sekitar 500 personel gabungan polisi dan TNI menyisir lokasi kelompok bersenjata di Poso, khususnya Gunung Biru. Penyisiran dilakukan usai dua anggota Kepolisian Sektor Poso Pesisir ditemukan tewas di Desa Kolaka. Operasi dihentikan setelah ditangkapnya beberapa tersangka teroris, penemuan bahan peledak, dan penemuan lahan pelatihan militer.

Personel gabungan tersebut akhirnya ditarik pada awal November lalu. Namun kemarin, aktivitas teror kembali muncul. Sekelompok orang bersenjata menembaki enam anggota Brimob saat berpatroli di antara Desa Tambarana dan Desa Kalora, Poso Pesisir Utara.

Seperti dirilis Tempo.co, dalam aksi baku tembak tersebut empat polisi tewas, yaitu Brigadir Satu Wayan, Brigadir Satu Narto, Brigadir Satu Ruslan. Satu anggota lagi yakni Brigadir Satu Eko Wijaya yang terluka karena insiden penembakan tersebut meninggal di Rumah Sakit Undata, Palu, Sabtu malam, (22/12/2012)sekitar pukul 23.15 wita.

Sementara dua lagi personel lainnya yang mengalami luka tembak adalah Brigadir Satu Siswandi, dan Brigadir Satu Lungguh.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, empat polisi tewas karena penembakan kelompok bersenjata di Poso, Sulawesi Tengah. Di samping tiga polisi yang tewas pada Kamis lalu saat kejadian, seorang lagi meninggal di rumah sakit pada Sabtu 22 Desember 2012 malam.

Boy mengatakan Brigadir Satu Eko Wijaya yang terluka karena insiden penembakan tersebut meninggal di Rumah Sakit Undata, Palu, Sabtu malam, (22/12/2012) sekitar pukul 23.15 wita. “Rencana pemakaman jenazah masih dikoordinasikan dengan pihak keluarga,” kata Boy.

Insiden penembakan polisi tersebut terjadi di Jalan Trans Sulawesi, di sebuah tikungan di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, pada pukul 10.00 wita, Kamis, (20/12/2012).

Sekitar sepuluh orang kelompok bersenjata secara tiba-tiba menyerang satu regu polisi dari Detasemen B Brigadir Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah yang sedang berpatroli di Desa Karola dan Desa Tambarana.

Pada saat kejadian, sebanyak tiga orang anggota polisi tewas tertembak. Yaitu, Brigadir Satu Ruslan, Brigadir Satu Winarto, dan Brigadir Satu Wayan Putu Ariawan.

Ruslan tertembak di kepala, serta Winarto dan Wayan tertembak di dada. Ruslan meninggal di tempat kejadian perkara, Winarto di Puskesmas Tambarana, dan Wayan di Rumah Sakit Umum Parigi.

Pada saat insiden tersebut, Eko menderita luka parah. Pria asal Semarang ini tertembak di perut. Dua lagi rekan Eko, Brigadir Satu Siswandi Yulianto, dan Brigadir Satu Lungguh Anggara juga terluka. Siswandi tertembak di leher sedangkan Lungguh hanya luka ringan.

Polri menduga pelaku penyerangan adalah anak buah Santoso alias Abu Wardah, pemimpin pelatihan teror di Poso. Pada Jumat malam, Detasemen Khusus 88 Antiteror berhasil menangkap seorang terduga pelaku berinisial M di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

“Perannya sebagai pemasok makanan dan menyiapkan lahan untuk pelatihan kelompok bersenjata itu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Soemarmo. Dia mengatakan saat ini polisi sedang memeriksa M di Polda.(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya