HTTP Status[404] Errno [0]

Mama-mama Papua Mengadu ke Menko Kesra

22 December 2012 20:22
Mama-mama Papua Mengadu ke Menko Kesra
Mama-mama Papua yang berdagang di Pasar Sentral Timika mengadu ke Menko Kesra Agung Laksono, Sabtu (22/12/2012).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Mama-mama Papua yang berdagang di Pasar Sentral Timika mengadu ke Menko Kesra Agung Laksono, Sabtu (22/12/2012).

Mama-mama Papua yang berdagang di Pasar Sentral Timika mengadu ke Menko Kesra Agung Laksono, Sabtu (22/12/2012).

BugisPos — Merasa tak diperhatikan Pemerintah Kabupaten Mimika, mama-mama Papua yang berjualan di pasar sentral Timika mengadu ke Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Sabtu (22/12) pagi.

Kunjungan ke pasar sentral Timika merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Menko Kesra ke sejumlah kota di Papua dan Papua Barat untuk melihat hasil pembangunan dan memantau kesiapan logistik menjelang Natal dan Tahun Baru.

Kejadian bermula ketika Agung Laksono bersama rombongan, didampingi Wakil Bupati Mimika Abdul Muis bersama Kapolres Mimika dan Dandim 1710 Mimika, memasuki areal pasar dan berbincang dengan sejumlah pedagang. Kehadiran rombongan ini menjadi perhatian para pembeli dan pedagang di pasar sentral Timika.

Ketika memasuki areal berjualan basah, suasana menjadi riuh karena sejumlah mama Papua berteriak-teriak. Mereka menduga rombongan itu hanya pejabat dari Pemerintah Kabupaten Mimika yang berkunjung ke pasar.

Namun, setelah mengetahui dalam rombongan tersebut terdapat menteri, sejumlah mama Papua kemudian mengejar rombongan dan langsung mengadukan sejumlah keluhan mereka kepada Agung Laksono. Kepada Agung Laksono, salah seorang dari mereka yang bernama Elisabeth mengeluhkan minimnya pendapatan mereka karena banyaknya pasar dadakan yang tidak ditertibkan pemerintah daerah.

Elisabeth bersama sejumlah rekannya juga mengeluhkan harga bahan kebutuhan pokok yang tidak terkontrol dan kelangkaan BBM di Timika, yang mengakibatkan ongkos mereka ke pasar untuk berjualan jadi berlipat, sedangkan pembeli masih minim.

“Kebetulan ada Menteri, tolong supaya nanti arahkan pemerintah setempat untuk satukan pasar di satu tempat di tahun 2013. Tolong perintahkan Diskoperindag (Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan) supaya turun cek harga pasar karena yang sering turun itu hanya cek ayam dari Dinas Peternakan, sedangkan harga barang lain tidak pernah,” ujar Elisabeth kepada Agung Laksono.

Seusai mendengar keluhan sejumlah pedagang itu, Agung Laksono menyampaikan bahwa ia meneruskan permintaan mereka kepada pemerintah daerah. Mama-mama itu pun langsung meninggalkan rombongan dan kembali berjualan.

Kepada sejumlah wartawan, sebagaimana dirilis KOMPAS.com, Agung Laksono menyatakan bahwa dari pantauan di sejumlah kota, ketersediaan logistik untuk perayaan Natal dan Tahun Baru di Provinsi Papua dan Papua Barat masih cukup.

“Seperti biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru ada sedikit kenaikan harga, seperti minyak goreng yang harga biasanya Rp 4.500 sekarang dijual Rp 5.000, harga daging juga sekarang Rp 85.000 per kilogram, bahkan untuk daging impor bisa sampai Rp 100.000 per kilogram. Biasanya setelah Natal dan Tahun Baru akan kembali turun,” kata Agung Laksono.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya