HTTP Status[404] Errno [0]

Lokon Meletus di Malam Natal

24 December 2012 12:39
Lokon Meletus di Malam Natal
Gunung Lokon, di Tomohon, Sulawesi Utara kembali meletus jelang malam natal, Senin, (24/12/2012). aktivitas letusan mulai pukul 15.00 wita.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Gunung Lokon, di Tomohon, Sulawesi Utara kembali meletus jelang malam natal, Senin, (24/12/2012). aktivitas letusan mulai pukul 15.00 wita.

Gunung Lokon, di Tomohon, Sulawesi Utara kembali meletus jelang malam natal, Senin, (24/12/2012). aktivitas letusan mulai pukul 15.00 wita.

BugisPos — Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara kembali meletus pada malam menjelang peringatan Natal, Senin, (24/12/2012). Letusan terjadi pukul 17.24 wita, menimbulkan suara dentuman keras.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tomohon, hujan abu juga terjadi perkampumpungan Wailan dan Woloan. Peningkatan aktivitas gunung dimulai sekitar pukul 15.00 Wita.

Sebagaimana dikutip dari KOMPAS.com, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan, letusan itu menyebabkan terjadinya hujan pasir hingga ke Pos Pengamatan Lokon – Mahawu yang berjarak enam kilometer dari Kawah Tompaluan.

Surono mengatakan, walaupun Lokon sudah meletus lebih dari 800 kali dalam dua tahun terakhir, namun tidak menunjukkan akan berhenti. Bahkan, pengukuran terakhir menunjukkan intensitas dan dayanya semakin kuat.

“Kami baru saja kerjasama dengan Disaster Prevention Researche Institut, Kyoto University, memasang bor hole tilt meter. Dari pantauan itu, ternyata menunjukkan deformasi Lokon terus meningkat,” katanya.

Saat ini Gunung Lokon berstatus Siaga. Status itu sudah disiarkan dan direkomendasikan kepada sejumlah pihak agar tidak ada aktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Surono menambahkan, saat letusan terjadi ada kabut tebal sehingga material pijar tampak samar- samar. ”Asap letusan tidak tampak,” katanya.

Sejak Juli 2012, gunung ini sudah meletus lebih dari 800 kali dan frekuensinya meningkat. Peningkatan aktivitas ini ditandai dengan peningkatan kegempaan dan deformasi tubuh gunung.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, dalam radius 2,5 kilometer tidak ada penduduk. Permukiman penduduk terdekat berjarak sekitar 3 kilometer.

”Kami sudah memberikan bantuan logistik dan peralatan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon dan Provinsi Sulut. ”Masyarakat sudah dilatih dan titik evakuasi sudah ditetapkan,” kata Sutopo.

Di Tomohon, terdapat kearifan lokal untuk bersiaga menghadapi bencana. ”Masyarakat sudah mengenal perilaku Lokon. Mereka juga selalu mengikuti pengarahan BPBD,” kata Sutopo.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya