HTTP Status[404] Errno [0]

Calon Perseorangan Sulit Kalahkan Calon Parpol

26 December 2012 04:08
Calon Perseorangan Sulit Kalahkan Calon Parpol
Firdaus Muhammad
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Firdaus Muhammad

Firdaus Muhammad

BugisPos — Sejumlah figur yang akan maju sebagai calon walikota Makassar melalui jalur perseorangan dan independen akan susah untuk bahkan mungkin bersaing dan mengalahkan calon yang diusung dari Partai Politik (Parpol). Saat ini sejumlah figur yang akan ikut bertarung di Pilwalkot Makassar melalui Jalur independent yakni Muhyina Muin, Rusdin Abdullah, Annar Sampetoding, Dani Pamanto, Herman Handoko, Syaiful Saleh dan Herfida Attas.

Bahkan, untuk memaksimalkan dukungan dan kemenangan di Pilwalkot, calon perseorangan ini menyiapkan segala sesuatunya, termasuk menyiapkan finansial. Bahkan ada calon yang siap mengucurkan anggaran hingga Rp300 miliar. Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Firdaus Muhammad, mengatakan, banyaknya calon yang memilih jalur independent ini disebabkan banyak faktor, termasuk soal biaya politik cukup tinggi terutama untuk mahar. Sehingga beberapa figur yang ingin maju memilih jalur independent dengan langsung membiayai sosialisasi dengan konstituen tanpa jalur partai.

Dia juga mengakui, bahwa calon independent tersebut legitimasinya masih rendah. “Namun harus diakui jalur partai tetap menjanjikan karena legitimasi politiknya menjadi tinggi. Kecuali jika ketokohan seseorang cukup dikenal maka jalur independent tetap menjanjikan,” jelasnya kepada Upeks di Makassar, Minggu (23/12). Sebelumnya, Ketua DPC PPP Kota Makassar, Busranuddin Baso Tika, menuturkan, peluang bakal calon walikota Makassar yang maju menggunakan jalur perseorangan dan independent saat ini peluangnya masih sangat kecil. Walau calon atau figur tersebut memiliki modal yang cukup kuat hingga Rp300 miliar.

Kata dia, seperti dirilis Upeks, semua figur, baik politisi, birokrat, akademisi maupun pengusaha memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk. Tapi jika melihat perhelatan saat ini polisi masih dominan. “Siapapun yang akan maju memiliki hak, hal ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang. Tapi, ini persoalan politik, hingga atau sebaiknya yang harus lebih besar niatan tersebut lahir dari para politisi, sebab ini adalah jabatan politik,” jelasnya. Dia mengatakan, salah satu kelemahan figur yang maju menggunakan jalur Independent, yakni mereka tak memiliki mesin partai. “Secara pribadi, kalau saya punya uang sebanyak Rp300 miliar, saya tak akan lagi menjadi walikota.

Tapi menjadi pengusaha. Melihat modal yang disiapkan untuk maju dipilwalkot Makassar, Pilkada Makassar lebih mahal dari Pilkada Provinsi. Selain itu, peminatnya juga sangat banyak,” terangnya. Sebelumnya, anggota komisi A bidang pemerintahan ini menuturkan, hingga saat ini PPP masih memprioritaskan keder internalnya untuk diusung pada pemilihan calon walikota Makasssar yang akan dilaksanakan 2013 mendatang. “Kami memiliki kader yang cukup banyak dan memiliki potensi serta kesigapan dalam memimpin. Dari sejumlah kader saat ini, ada beberapa nama yang terus mencuat seperti Arifuddin Lewa, Pasruddin Rusli, H Aziz, Ismail Mile, dan Irianto Idrus,” jelasnya.

Kata dia, saat ini PPP Makassar seakan menjadi partai primadona. Selain memiliki tiga kursi di parlemen. PPP juga dikenal memiliki jumlah kader dan simpatisan yang cukup besar. “Saat ini beberapa figur dari partai lain maupun yang independent membidik PPP untuk dijadikan sebagai kendaraan politik untuk maju di pemilihan calon walikota Makassar. Tapi PPP masih memprioritaskan kader internal. Kecuali kader kami tak ada yang mau maju. Baru kami membuka untuk kader internal,” ujarnya (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya