HTTP Status[404] Errno [0]

Kisruh PSSI, Plt Menpora Minta PSSI-KPSI Legowo

26 December 2012 12:14
Kisruh PSSI, Plt Menpora Minta PSSI-KPSI Legowo
Plt Menpora, Agung Laksono akhirnya menengahi kisruh PSSI dalam membentuk timnas.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Plt Menpora, Agung Laksono akhirnya menengahi kisruh PSSI dalam membentuk timnas.

Plt Menpora, Agung Laksono akhirnya menengahi kisruh PSSI dalam membentuk timnas.

BugisPos — Kisruh PSSI dan KPSI terus berlanjut. Kedua lembaga masing-masing mengklaim paling berwenang menangani persepakbolaan di Indonesia, termasuk dalam keperluan membentuk tim nasional (timnas).

Kondisi tersebut memaksa Indonesia akhirnya mempunyai 2 timnas. Bahkan, belakangan, KONI pun semakin membuat runyam masa depan sepak bola di negeri ini, dengan berencana membentuk timnas sendiri.

Kisruh PSSI ini yang tak berakhir, ditengahi Pelaksana Tugas Menteri Pemuda dan Olahraga (Plt Menpora) Agung Laksono. Dia menegaskan, KPSI dan PSSI harus legowo untuk menyerahkan pemain terbaiknya masuk dalam Timnas Indonesia.

“Timnas ini harus dibentuk oleh para pemain yang handal, yang tersebar di dua kubu. Setidaknya, dua kubu legowo untuk memberikan pemain ke timnas ,” ujar Agung Laksono di Kemenkokesra, Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Menurut Agung seperti yang dirilis Tribunnews.com, dua kubu tersebut tidak perlu ‘ngotot’ mempertahankan pemain handalnya untuk dapat bermain di Timnas. Sebab, Timnas bukanlah hanya untuk kelompok tertentu, tetapi demi kepentingan nasional.

Lebih lanjut, Agung yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteaan Rakyat (Kemenkokesra) ini mengatakan, apabila KPSI-PSSI legowo, tentunya akan memberikan efek yang baik bagi pemain untuk bermain maksimal.

“Sehingga nanti pemain tidak stres dan bisa bermain dengan maksimal. Hasilnya diharapkan bisa dibanggakan minimal ditingkat regional,” ucap Agung.

PSSI Akan Lapor FIFA Klub yang Larang Pemain Masuk Timnas

Langkah yang diambil oleh PSSI melaporkan klub dan pemain yang tidak mematuhi aturan, menurut Halim Mahfudz, sudah merupakan kewenangan PSSI yang berlandaskan pada Statuta FIFA.

“Statuta FIFA pasal 10 dan 13 menyebutkan peran PSSI sebagai federasi sepakbola resmi adalah mengatur dan mengawasi semua hal tentang sepakbola Indonesia. Langkah yang diambil dengan berlandaskan pada statuta, wajib dilakukan di tengah kisruh yang tidak kunjung usai ini,”ujarnya.

Atas dasar itu, Halim Mahfudz menjelaskan, PSSIÂ berhak melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi.

“Seluruh otoritas sepakbola dunia pun akan menerima dan mengetahui daftar pemain ataupun klub blacklist yang melalukan pelanggaran tersebut. Ini dilakukan demi kepentingan nasional,”katanya.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya