HTTP Status[404] Errno [0]

Marketing BugisPos

26 December 2012 04:10
Marketing BugisPos
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh. H Mufti Hendrawan

UntitledLAMA sudah saya tak ngobrol dengan teman seprofesi dahulu, saat bersama-sama mengelola even organizer Makassar Promo (Fajar Grup), Usdar Nawawi yang kini dia memimpin sebuah suratkabar yang diberinama BugisPos, maklumlah jarang ketemu. Karena itu, saat jumpa disebuah pusat perbelanjaan saya menyempatkan untuk ngobrol lebih lama. Obrolan dimulai dari isu politik pilgub Sulsel yang sudah mendekati dead line di Sulsel, hingga mata saya langsung tertuju pada media yang dibawanya yaitu BugisPos, lalu Usdar menyerahkannya sembari meminta pendapat saya tentang produk media kebanggaannya yang terbit dua kali sebulan, saya pun menyimak layout, isi berita hingga jumlah halaman.

Setelah lama mengamati, saya pun memberikan masukan, misalnya mengapa media yang diterbitkannya memilih keras model koranumum broadsheet yang lebar, mengapa tidak memilih jenis kertasukuran tabloid saja yang lebih simpel mudah dibawa dan dibaca dimana-mana, dia hanya mengangguk-angguk,’’bolehlah nanti akan saya pelajari,’’kata Usdar. Lalu saya menyimak lebih dalam lagi, saya pun langsung memberikan penilaian mengenai isi, dan menawarkan agar media Bugis Pos lebih fokus pada segmen pembaca orang-orang bugis, toh jumlahnya cukup banyak, dari pedagang hingga pejabat, Usdar hanya tersenyum saja, saya pun melanjutkan argumen , bahwa belum ada media satu pun baik mingguan mau pun harian yang menyajikan informasi dengan berbahasa bugis.

Saya pun mulai mengkritiknya, mengapa Koran BugisPos justru isinya tidak menggambarkan ciri-ciri bugis, misalnya dalam menyajikan berita tulisan sebaiknya media ini harus dengan berbahasa bugis, bila perlu tag line Bugis Pos berciri bugis seperti ‘’koranna tau ugie’’ Dia pun tertawa tapi nampaknya perlahan-lahanUsdar mulai mengerti betapa pentingnya media memilih pasar yang sesuai produk segmen yang mereka kuasai, inilah yang disebut segmented, layaknya media Bisnis Indonesia yang konsen menyajikan berita ekonomi, oplag tak terlalu penting yang jelas segmen pembaca mengena, dan isi berita sesuai keinginan pembaca – para pengusaha.

Usdar mulai serius mengamati argument saya, sebagai media Bugis Pos mestinya punya pasar yang cukup potensial , lantaran mayoritas penduduk Sulsel adalah orang bugis, inilah yang harus menjadi sasaran utama pasar BugisPos, yang menyajikan berita-berita umum yang berbahasa bugis. Saya pun mengambil contoh Radio Gamasi, yang dahulu dicap sebagai radio pinggiran milik wong cilik, tapi karena radio ini konsen pada pasarnya, sehingga hasil penelitian AC Nelsien menjadi radio nomor wahid pendengar terbesar di Sulsel, yang nota benenya menyajikan siaran kontak pendengar bagi orang-orang bugis. Bukan hanya itu, wajah Usdar pun makin serius, saya menambahkan beberapa tokoh terkemuka Sulsel seperti mantanWapres RI Jusuf Kalla acap kali menggunakan bahasa Bugis bila berbicara dengan rekan-rekannya se daerah – Sulsel.

Usdar Nawawi pun mengangguk-angguk, saya pun menambahkan, buat apa kita mempertahankan pasar yang sudah dipenuhi produk-produk yang sama, ciptakanlah pasar yang berbeda, agar kita bisa tampil berbeda pula, dan punya fanatisme yang kuat, sudah tentu kita harus tekun, karena tidak ada kemenangan yang instan semua penuh perjuangan. Sebelum menutup obralan, saya pun menanyakan pada Usdar apa dia bisa melakukannya, dengan wajah tersenyum dia pun mengiyakan. Sebelum dia menjawab saya langsung berkata,’’gatti no, lebbigattilebbimakessing,’’ ungkap saya meniru slogan JK (JufusKalla), ‘’lebih cepat lebih baik’’. Haaaa, kami pun ketawa bersama-sama ***

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya