HTTP Status[404] Errno [0]

Pemerintah Anggarkan Revitalisasi Pasar Tradisional Rp740 Miliar

29 December 2012 20:28
Pemerintah Anggarkan Revitalisasi Pasar Tradisional Rp740 Miliar
Tahun 2013, Pemerintah menganggarkan Rp740 miliar untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional di Indonesia.
Tahun 2013, Pemerintah menganggarkan Rp740 miliar untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional di Indonesia.

Tahun 2013, Pemerintah menganggarkan Rp740 miliar untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional di Indonesia.

BugisPos — Upaya pemerintah untuk memperbaiki pasar tradisional terus digalakkan. Salah satunya dengan program revitalisasi pasar. Tahun depan Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) bakal menggelontorkan dana Rp740 miliar untuk program tersebut.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Gunaryo menjelaskan, dana itu naik dibanding dengan 2011 yaitu Rp505 miliar. Dana itu bakal dialirkan ke ratusan pasar yang tersebar di seluruh daerah.

Dari jumlah pasar tersebut 23 pasar diantaranya dijadikan pasar percontohan.

“Besaran dana yang dialirkan berbeda-beda, sesuai dengan kajiannya,” ungkapnya saat ditemui di kantornya.

Ia menjelaskan, minggu lalu pihaknya telah memanggil pemangku pemerintahan dari pasar yang akan mendapatkan dana tersebut. Pemanggilan itu bertujuan agar setiap pemerintah mempersiapkan diri.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menjelaskan rencananya. Ia berkata, pihaknya harus mendapat jaminan segala hal yang dibutukan untuk merevitalisasi pasar sudah disiapkan. Mulai dari perizinan pembangunan revitalisasi pasar bisa mengenai kesiapan lahan pasar.

“Tak ada lagi konflik terkait lahan antara masyarakat adat dengan pemerintah daerah. Pembangunan bisa terlaksana sesuai dengan tahun anggaran yang ditetapkan dan pada Desember 2013 sudah rampung,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari FAJAR online.

Khusus 23 pasar percontohan, jelas Gunaryo, selain diberi aliran dana untuk perbaikan secara juga diberi pendampingan. Pendampingan itu berupa edukasi yang dilakukan oleh pengelola pasar dan pedagangnya. Misalkan saja mengenai pembagian job description pengelola dan pengawasan timbangan pada pedagang.

Gunaryo berkata, edukasi tersebut bakal dilakukan dari awal pembangunan hingga pasca pembangunan. Pada pasca pembangunan akan dilihat kinerja pasar melalui omzet yang diterima. Sebab, target dari pemerintah kenaikan omzet pasar percontohan itu minimal 50 persen dari sebelumnya. Jika tidak tercapai bakal ada penyikapan khusus agar mencapai target.

“Omzet ini menjadi satu-satunya indikator yang bisa diukur. Kalau masalah fisik misalkan kebersihan bisa dipandang secara kasat mata,” ujarnya.

Pasar percontohan itu, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Sehingga tidak dipandang sebagai pasar yang mendapat subsidi tapi menjadi menjadi profit center atau salah satu sumber potensial pendapatan daerah. Sebagai catatan, pemerintah menargetkan bisa membangun 79 pasar percontohan selama 2011-2014. Pada 2010 telah direalisasikan 10 pasar dan tahun ini 20 pasar.(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya