HTTP Status[404] Errno [0]

Batu Berbentuk Kelamin Ditemukan di Raja Ampat

30 December 2012 03:30
Batu Berbentuk Kelamin Ditemukan di Raja Ampat
Raja Ampat
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat ditemukan batu yang berbentuk alat kelamin laki-laki yang oleh penduduk setempat mempunyai nilai religius dan dikeramatkan, kata Hari Suroto, staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Rabu 5/12/12 lalu.

Menurut dia, ada dua batu yang berbentuk alat kelamin laki-laki yang menggantung di atas permukaan air yang mana batu ini terdapat pada tebing karst di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. “Kedua batu ini berupa stalaktit yang berbentuk alat kelamin laki-laki pada tebing karst di Teluk Mayalibit. Batu ini masing-masing memiliki panjang tiga meter dengan diameter 40 sentimeter,” katanya.

Menurut cerita penduduk setempat, lanjut Hari, kedua batu tersebut sudah ada sejak dahulu kala dan tidak ada keterangan secara jelas tentang asal usulnya. Namun batu tersebut dipercaya bahwa dapat memberikan keturunan bagi orang yang tidak mempunyai anak dengan hanya menyentuhnya atau memegangnya. “Selesai menyentuh atau memegangnya kemudian sebuah uang koin dipersembahkan di ujung batu kelamin laki-laki ini,” kata Hari seperti dirilis Griya Wisata.com

Kedua batu ini dapat dikategorikan sebagai tradisi megalitik. Batu kelamin laki-laki ini merupakan obyek yang menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi baru di Raja Ampat, namun hingga saat ini lokasi batu kelamin laki-laki ini belum diketahui oleh banyak orang. “Untuk itu dinas terkait dapat mempromosikan keberadaan kedua batu ini untuk wisata,” ujarnya.

Selain itu, survei yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Jayapura di akhir November lalu diketahui bahwa di beberapa pulau-pulau karang di Teluk Kabui, Kabupaten Raja Ampat terdapat lukisan prasejarah pada tebing karst dengan letak astronomis 00 19` 48,4″ LS dan 130 35` 22,0″ BT. “Lukisan yang ada berwarna putih dengan motif perahu, buaya, topeng, manusia berdiri, cap tangan warna merah, lukisan manusia berdiri warna merah,” katanya.[ant/bm]

GriyaWisata.com – Di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat ditemukan batu yang berbentuk alat kelamin laki-laki yang oleh penduduk setempat mempunyai nilai religius dan dikeramatkan, kata Hari Suroto, staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Rabu.

Menurut dia, ada dua batu yang berbentuk alat kelamin laki-laki yang menggantung di atas permukaan air yang mana batu ini terdapat pada tebing karst di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. “Kedua batu ini berupa stalaktit yang berbentuk alat kelamin laki-laki pada tebing karst di Teluk Mayalibit. Batu ini masing-masing memiliki panjang tiga meter dengan diameter 40 sentimeter,” katanya.

Menurut cerita penduduk setempat, lanjut Hari, kedua batu tersebut sudah ada sejak dahulu kala dan tidak ada keterangan secara jelas tentang asal usulnya. Namun batu tersebut dipercaya bahwa dapat memberikan keturunan bagi orang yang tidak mempunyai anak dengan hanya menyentuhnya atau memegangnya. “Selesai menyentuh atau memegangnya kemudian sebuah uang koin dipersembahkan di ujung batu kelamin laki-laki ini,” kata Hari

Kedua batu ini dapat dikategorikan sebagai tradisi megalitik. Batu kelamin laki-laki ini merupakan obyek yang menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi baru di Raja Ampat, namun hingga saat ini lokasi batu kelamin laki-laki ini belum diketahui oleh banyak orang. “Untuk itu dinas terkait dapat mempromosikan keberadaan kedua batu ini untuk wisata,” ujarnya.

Selain itu, survei yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Jayapura di akhir November lalu diketahui bahwa di beberapa pulau-pulau karang di Teluk Kabui, Kabupaten Raja Ampat terdapat lukisan prasejarah pada tebing karst dengan letak astronomis 00 19` 48,4″ LS dan 130 35` 22,0″ BT. “Lukisan yang ada berwarna putih dengan motif perahu, buaya, topeng, manusia berdiri, cap tangan warna merah, lukisan manusia berdiri warna merah,” katanya.[ant/bm]

Penguburan Prasejarah

Sekain batu unik tersebut, belakangan Balai Arkeologi Jayapura menemukan situs gua kubur dalam penelitian di Teluk Kabui, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat pada awal Desember 2012.

“Situs penguburan prasejarah itu ditemukan di Teluk Kabui, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Dan untuk penguburan prasejarah ini terletak di daerah yang sulit dijangkau, yakni ditebing-tebing kars daerah tersebut,” kata staf Balai Arkeologi Jayapura Hari Suroto di Jayapura, Minggu.

Mayat yang dimakamkan di dalam gua itu dilengkapi dengan sejumlah peralatan atau bekal kubur.

Ia mengatakan penguburan pada masa prasejarah di Teluk Kabui itu antara lain ditandai mayatnya dimasukkan ke peti kayu berbentuk perahu dan selanjutnya diletakkan di gua yang berada di tebing cukup tinggi.

Dalam penguburan itu, katanya, bukan hanya mayat tetapi disertakan bekal kubur. Bekal kubur berupa semua benda yang dimiliki orang yang mati tersebut.

Ia menyebutkan contoh tentang bekal kubur itu antara lain alat masak, alat tokok sagu, noken berburu dan pakaian.

“Jadi selain ditaruh dalam peti jenazah yang berbentuk perahu, jenazah atau mayat tersebut dilengkapi dengan peralatan atau bekal lainya seperti pakaian, noken, alat tokok sagu, dan lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan tentang kondisi gua kubur itu yang antara lain sebagian tulang dan bekal kubur telah hilang.

Diperkirakan sebagian tulang, artefak, dan bekal kubur hilang diambil wisatawan asing yang berkunjung ke Teluk Kabui dan peneliti asing.

“Dari informasi warga, para wisatawan dan peneliti itu membayar mahal penduduk setempat untuk memandu mereka menuju ke situs penguburan tersebut. Dan mereka tidak berkoordinasi dengan Balai Arkelogi Jayapura maupun dinas terkait,” katanya.

Ia mengemukakan situs tersebut butuh perhatian untuk penyelamatan.

“Jika hal ini terus dibiarkan dan tidak dilindungi maka situs penguburan ini akan hilang. Situs penguburan prasejarah ini dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya. Pemerintah harus segera ambil tindakan,” kata alumnus Universitas Udayana itu (una)
 


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya