HTTP Status[404] Errno [0]

Di Barru, Anak Kandung Digauli Sejak Usia 11 Tahun

30 December 2012 13:54
Di Barru, Anak Kandung Digauli Sejak Usia 11 Tahun
Illustrasi

BugisPos – Fakta tentang ayah kandung menggauli anak kandungnya sendiri, sudah begitu banyak jumlahnya di negeri ini. Hampir setiap tahun muncul kasus serupa ke permukaan. Tentu saja masih banyak yang tak muncul ke publik.

Tomo (35), seorang ayah kandung pun sampai hati menggauli darah dagingnya sendiri. Bukan cuma sekali atau dua kali. Namun berlangsung hingga 4 tahun lamanya. Tomo dan keluarganya tinggal di belakang Tugu Pahlawan Kota Barru. Dia memperkosa Bunga (nama samaran), anaknya sendiri sejak berusia 11 tahun. Ketika itu Bunga masih duduk di bangku kelas VI SD.
Teganya lagi, seperti dirilis BKM 0/12/12 lalu, ayah bejat ini menyetubuhi anak kandungnya hingga korban berumur 15 tahun. Saat ini korban sudah berstatus sebagai siswa pada salah satu SMA di Barru. Berarti Tomo memperkosa anaknya selama empat tahun. Terakhir, pelaku sempat menggagahi Bunga pada 23 November 2012 lalu.
Nafsu syahwat Tomo terhadap anaknya tidak hanya dilakukan secara paksa di rumahnya sendiri. Melainkan di tempat lain ia kerap mencabuli anaknya.
Ibu kandung Bunga baru mengetahui perbuatan suaminya saat sedang mencuci pakaian di kolong rumahnya. Ketika itu Tomo meminta kepada anaknya supaya membantu ibunya mencuci. Namun Bunga menolak dengan alasan tidak jelas.
Kontan saja Tomo marah dan memukuli anak pertamanya. Lantaran tidak tahan lagi diperlakukan oleh ayahnya, Bunga membongkar kejadian yang selama ini dialaminya. Mendengar cerita anaknya, sang ibu bersama korban langsung melaporkannya ke polisi.
Cerita Bunga sering diperlakukan tidak senonoh oleh ayah kandungnya sendiri kerap dicurahkan kepada teman sekolahnya di salah satu SMA di Kota Barru. ”Waktu masih SD, saya biasa dibawa keliling naik motor oleh ayah dengan alasan mau membeli kue. Namun ayah bukannya pergi membeli kue. Tapi pergi ke tempat-tempat sunyi, seperti ke salah satu rumah empang hingga ke kawasan Pelabuhan Garongkong. Namun kalau
tempat itu agak ramai, ayahku langsung pulang karena takut jangan sampai mau berbuat cabul dan keburu diketahui orang,” tuturnya.
Ketika aksi ini berlangsung, korban berada di bawah ancaman. Akibatnya, iapun tak berani menceritakan kejadian ini kepada orang lain.
Kapolres Barru AKBP Yosep Sriyono melalui Kasat Reskrim AKP Andi Hasanuddin yang dikonfirmasi, Minggu (2/12) membenarkan kejadian ini. Pihak polres sudah mengamankan pelaku. Kepada penyidik, tersangka mengakui semua perbuatannya.
Tersangka dinilai melanggar ayat 1 dan 2 pasal 81 UU RI No 23 tentang Perlindungan Anak. Diapun diancam hukuman 15 tahun penjara. “Bukan hanya tersangka yang sudah kami periksa. Korban dan ibu kandungnya ikut dimintai keterangan. Kasusnya dalam proses hukum,” tandas AKP Andi Hasanuddin (*)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya