HTTP Status[404] Errno [0]

Siswi SMA Bunuh Bayinya di Kebun Durian

30 December 2012 14:00
Siswi SMA Bunuh Bayinya di Kebun Durian
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Illustrasi

Illustrasi

BugisPos — AS (17) harus mendekam di sel Mapolres Sambas, Kalimantan Barat. Itu karena siswi kelas satu SLTA di Sambas tega membunuh putra yang ia lahirkan di Sajingan Besar, Rabu 21/11/2012 lalu sekitar pukul 23.00 WIB.
“Tersangka melakukan perbuatannya di sebuah pondok. Saat itu tersangka merasa kesakitan akan melahirkan hasil hubungannya dengan AL. Kemudian, tersangka menuju pondok kebun durian milik orangtuanya, ditemani adiknya,” ujar Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Dudung Setiawan kepada wartawan, Senin 3/12/2012.
Sekitar pukul 21.00 WIB, lanjutnya, tersangka menyuruh adiknya pulang. Tak lama, AS kesakitan dan melahirkan seorang bayi.
“Tersangka memutuskan sendiri tali pusar anaknya menggunakan sebilah parang. Karena panik mendengarkan suara tangisan anaknya, dia lalu mendekap mulut anaknya,” ungkap Dudung seperti dirilis tribun-timur.com
Berdasarkan keterangan tersangka kepada penyidik, AS hendak mengubur anaknya yang baru saja dilahirkan dalam keadaaan bernyawa. Kemudian, ia menggendong anaknya menuju arah hutan kebun durian. Sekitar tujuh meter, AS jatuh ke tanah, dan bayinya terlepas dari gendongan.
Takut anaknya menangis, AS lantas menyayat leher anaknya hingga tewas. Tak lama, tersangka melihat sorot senter yang mengarah ke pondok kebun durian. AS lalu menyimpan bayinya yang baru ia bunuh di semak-semak hutan kebun durian. Ia kemudian kembali ke pondok untuk membersihkan darah sisa melahirkan.
Tersangka lantas kembali ke rumah orangtuanya. AS lalu kembali ke semak-semak hutan kebun dengan membawa kantong plastik dan tas. Selanjutnya, ia memasukkan mayat bayi yang baru ia lahirkan ke dalam kantong plastik, dan memasukkan mayat bayi ke dalam tas. Jasad bayinya ia kubur di kebun karet, yang jauh dari kediaman orangtuanya.
Dudung menuturkan, kasus ini terkuak berdasarkan informasi yang diberikan warga kepada polisi.
AS dan pacarnya, AL dikenakan pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman delapan tahun penjara. Karena anaknya sendiri yang ia bunuh, AS dan AL mendapat tambahan penjara sepertiga lagi.
Keduanya juga terancam 341 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara, atau dikenakan pasal berlapis.
“Pacarnya, AL masih dalam pencarian karena melarikan diri,” ucap Dudung saat itu.
Ketika AS ditanya wartawan di sel Mapolres Sambas, apakah menyesal telah membunuh anaknya yang baru dilahirkan, tersangka mengangguk, mengiyakan bahwa dirinya menyesal. (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya