HTTP Status[404] Errno [0]

Aksi Kekerasan Jurnalis di Ambon, Awali Tahun Baru 2013

01 January 2013 19:59
Aksi Kekerasan Jurnalis di Ambon, Awali Tahun Baru 2013
Aksi kekerasan terhadap jurnalis mengawali tahun 2013 di Ambon, Maluku. Seorang jurnalis Koran Harian Info Baru, Rahmat Rahman Patty, dilaporkan dianiaya oknum anggota TNI saat melakukan peliputan perayaan Tahun Baru di kawasan Jalan Raya Pattimura, Kota Ambon, Selasa, (1/1/2013) dini hari.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Aksi kekerasan terhadap jurnalis mengawali tahun 2013 di Ambon, Maluku. Seorang jurnalis Koran Harian Info Baru, Rahmat Rahman Patty, dilaporkan dianiaya oknum anggota TNI saat melakukan peliputan perayaan Tahun Baru di kawasan Jalan Raya Pattimura, Kota Ambon, Selasa, (1/1/2013) dini hari.

Aksi kekerasan terhadap jurnalis mengawali tahun 2013 di Ambon, Maluku. Seorang jurnalis Koran Harian Info Baru, Rahmat Rahman Patty, dilaporkan dianiaya oknum anggota TNI saat melakukan peliputan perayaan Tahun Baru di kawasan Jalan Raya Pattimura, Kota Ambon, Selasa, (1/1/2013) dini hari.

BugisPos — Kasus kekerasan terhadap jurnalis mengawali tahun 2013 di Ambon, Maluku. Seorang jurnalis Koran Harian Info Baru, Rahmat Rahman Patty, dilaporkan telah dianiaya oknum anggota TNI saat sedang melakukan peliputan perayaanĂ‚ Tahun Baru di kawasan Jalan Raya Pattimura, Kota Ambon, Selasa, (1/1/2013) dini hari.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ambon, Insany Syahbarwaty, mengonfirmasi bahwa korban dipukul oleh oknum Detasemen Kavaleri Kodam XVI Pattimura, Serka Abdullah. Bahkan, kamera korban rusak setelah dibanting oleh oknum TNI lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Menurut Insany, penganiayaan itu bermula ketika Rahman, bersama beberapa jurnalis lainnya, mengambil gambar peristiwa pengejaran pelaku pemukulan seorang anak, yang diduga oknum anggota Brimob Polda Maluku. Para oknum TNI itu berang mengetahui peristiwa tersebut diabadikan wartawan.

Lalu, mereka meminta Rahman menghapus foto-foto yang sempat diambil. Serka Abdullah bahkan akan menghabisi Rahman jika tidak menghapus foto tersebut.Ă‚ Di bawah ancaman, imbuh Insany, Rahman terpaksa menghapus foto-foto itu.

Namun korban masih dikepung dan ditendang di bagian bawah perut oleh seorang oknum Denkav. Tapi korban tidak mengenali identitas pelaku. Tidak puas, mereka merampas kamera dan membantingnya.

Tidak hanya itu, belasan oknum Denkav itu juga mengancam dan nyaris merampas kamera video milik Yani Loupatty, jurnalis Molluka TV. Denkav juga mengancam sejumlah wartawan lainnya yang menjadi saksi peristiwa tersebut.

Sebagaimana dirilis VivaNews, pihak AJI Ambon telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Detasemen Polisi Militer XVI Pattimura. Insany meminta Pangdam Pattimura menindak tegas oknum penganiaya jurnalis tersebut. Sebab, peristiwa tersebut jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pers.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya