HTTP Status[404] Errno [0]

Aktivitas Kampanye Sayang Siapkan “Hanya” Rp3 Miliar

03 January 2013 13:29
Aktivitas Kampanye Sayang Siapkan “Hanya” Rp3 Miliar
Pengendali Tim Kapal Induk Sayang 2, Haris Yasin Limpo mengemukakan aktivitas kampanye akan dilakukan dengan kesederhanaan.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Pengendali Tim Kapal Induk Sayang 2, Haris Yasin Limpo mengemukakan aktivitas kampanye akan dilakukan dengan kesederhanaan.

Pengendali Tim Kapal Induk Sayang 2, Haris Yasin Limpo mengemukakan aktivitas kampanye akan dilakukan dengan kesederhanaan.

BugisPos —Â Haris Yasin Limpo selaku Pengendali Tim Kapal Induk, salah satu tim pemenangan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) menyebutkan untuk aktivitas kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang sisa satu hari, pihaknya menyiapkan “hanya” Rp3 miliar. Tim Kapal Induk kata dia, lebih menampilkan kesan kesederhanaan saat-saat masa kampanye selama 14 hari.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Makassar ini, seperti dikutip dari Tribun Timur.com, bahkan menyebutkan, jumlah peralatan darat yang akan memobilisasi aktivitas kampanye Sayang selama 14 hari kedepan, mulai tanggal 5-18 Januari mendatang yakni lima bus besar, lima tronton, dan sejumlah kendaraan lainnya termasuk satu heli.

“Kami ingin menampilkan kampanye yang sederhana, tidak ingin bermewah-mewahan,” kata Haris tanpa merinci secara detail jumlah dana yang digelontorkan dalam menyewa kendaraan tersebut.

Bahkan menurutnya, dana disediakan Kapal Induk untuk aktivitas kampanye usungan Partai Golkar ini hanya Rp 3 miliar. Termasuk biaya kontrak artis lokal jebolan KDI, sewa sound system serta peralatan lainnya.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel dari petahana, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang menyatakan bahwa Pilgub Sulsel kali bukan lagi zamannya “perang udara”, melainkan “perang darat”.

Pengendali Tim Kapal Induk Haris Yasin Limpo mengatakan, pelaksanaan kampanye yang tersisa tinggal sehari lagi akan menjadi ajang unjuk kekuatan (show force) kandidat.

Pelibatan massa dalam jumlah besar menjadi magnet bahkan sudah tradisi dalam kampanye terbuka. Hal itu bertujuan, untuk menciutkan nyali para lawan politik atau kandidat lainnya.

“Tapi untuk pertarungan kali ini kita lebih menggunakan peralatan darat ketimbang cara-cara lama yakni perang udara,” ungkap Haris kepada wartawan, Kamis (3/1/2013).

Haris menjelaskan, perang darat yang dimaksud adalah mobilisasi masa kampanye nantinya pasti sangat tinggi. Olehnya itu, untuk menjangkau daerah-daerah yang akan disasar Sayang jilid II di 24 kabupaten dan kota, pihaknya lebih memanfaatkan fasilitas darat ketimbang pesawat atau heli.

Terkecuali, daerah yang betul-betul terisolir atau sulit dijangkau kendaraan seperti Kepulauan Selayar, pasti akan menggunakan helikopter.

“Namun itupun masih dipikir-pikir, meski heli yang akan digunakan nantinya merupakan bantuan daerah teman. Paling tidak hanya bahan bakar avtur yang dipersiapkan,” kata Haris.

Juru bicara Sayang jildi 2 Maqbul Halim, mengatakan, pilgub Sulsel kali ini akan lebih memanfaatkan “perang darat” dibanding “perang udara”.

“Bukan lagi masanya “perang udara”, karena hal itu hanya mempertontonkan bentuk kemewahan. Yang perlu adalah bagiamana menarik simpati masyarakat dengan bentuk kesederhanaan,” ujarnya.

Mantan anggota KPU Makassar ini menilai, selain perang darat langkah-langkah strategis lain yang akan dilakukan Sayang dalam memenangkan Pilgub Sulsel dua rival politiknya adalah memaksimalkan pergerakan underground atau gerakan bawah tanah.

Dia menilai, alasan memanfaatkan “perang darat” ketimbang “perang udara” karena calon petahana ini mengemas kampanyenya dalam bentuk sederhana.

Bahkan kampanye Sayang akan tetap menitikberatkan metode kampanye dialogis di seluruh kecamatan yang tersebar di Sulsel.

Kampanye dialogis, menurut Maqbul jauh lebih efektif dan bisa melakukan komunikasi dua arah dengan masyarakat. Selain itu secara umum pasangan Sayang akan mengusung kampanye yang kreatif, sederhana dan santun.

“Inti kampanye kan adalah penyampaian visi dan misi kampanye kandidat. Sehingga tidak perlu menggunakan jumlah anggaran yang besar,” pungkas Maqbul.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya