HTTP Status[404] Errno [0]

Penelepon Misterius Minta Data Penyuluh Honorer

04 January 2013 05:54
Penelepon Misterius Minta Data Penyuluh Honorer
Seorang penelepon misterius meminta data-data pegawai penyuluh honorer Kabupaten Wajo dengan iming-iming akan mengangkat menjadi CPNS.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Seorang penelepon misterius meminta data-data pegawai penyuluh honorer Kabupaten Wajo dengan iming-iming akan mengangkat menjadi CPNS.

Seorang penelepon misterius meminta data-data pegawai penyuluh honorer Kabupaten Wajo dengan iming-iming akan mengangkat menjadi CPNS.

BugisPos — Para honorer di Kabupaten Wajo perlu berhati-hati terhadap iming-iming pengangkatan CPNS. Apalagi jika itu dari oknum yang meragukan eksistensinya.

Ada oknum menyasar para penyuluh yang masih berstatus honorer di Kabupaten Wajo. Ia mengaku pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Wajo. Untung belum ada yang jadi korban.

Koordinator penyuluh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Wajo, Andi Bambang, Kamis, (3/1/2013), sebagaimana dirilis FAJAR online, mengatakan, Jumat pekan lalu ada penelepon mengaku bernama Rahman. Dia mengaku pegawai BKDD Kabupaten Wajo. Penelepon tersebut meminta semua data para honorer Dinas Kelautan dan Perikanan. Alasannya, akan ada formasi CPNS yang dibuka BKDD pada 2013 untuk penyuluh.

“Nama dan data para honorer yang dia minta tidak saya kasih, tapi untuk meyakinkan saya, dia memberikan nomor kepala BKDD, H. Jamaluddin. Setelah saya cek, nomor itu berbeda dengan nomor kepala BKDD yang ada pada saya,” ujarnya.

Bambang mengaku nomor yang dipakai oknum tersebut adalah 085341708448, dan nomor yang diakui merupakan milik kepala BKDD adalah 081380944498. Menurut dia, diduga besar para honorer ini aka diiming-iming untuk diangkat CPNS, terus dimintai uang.

“Setelah saya cek di BKDD, ternyata tidak ada nama itu distaf BKDD. Saya pun tidak memberikan yang diminta,” tandasnya.

Bukan hanya Andi Bambang yang ditelepon. Dua rekannya, Penyuluh Dinas Kelautan dan Perikanan pun pernah menerima telepon yang sama dari oknum yang mengaku bernama Rahman tersebut.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Tempe, Zainal mengaku juga sempat ditelepon. Penelepon gelap itu mengaku dari BKDD dan meminta data para honorer penyuluh di instansinya.

Menurut dia, oknum tersebut minta nomor dan data penyuluh yang belum PNS. Termasuk menanyakan kinerjanya dan siapa-siapa berprestasi. Alasannya, untuk pengangkatannya menjadi PNS.

“Kalau memang itu bukan dari BKDD, yang mengherankan karena dia tahu nama, nomor telepon dan penempatan saya,” tandasnya.

Kepala BKDD Kabupaten Wajo, H. Jamaluddin mengaku tidak punya staf bernama Rahman. Tidak ada juga rencana penerimaan CPNS untuk formasi umum dalam waktu dekat ini di Wajo. Yang ada masih diprioritaskan kategori II yang baru akan memasuki tahapan tes.

Mantan Kadisdik Wajo itu juga mengaku tidak punya nomor ponsel lain selain yang selalu dihubungi wartawan dan rekan-rekannya yang lain.

“Penipu itu, jangan dipercaya kalau ada seperti itu. Sudah banyak memang laporan yang mengatasnamakan BKDD. Belum ada rencana kepastian penerimaan CPNS, apalagi pengangkatan penyuluh,” tandasnya.

Jamaluddin mengimbau kepada seluruh masyarakat luas, khususnya honorer agar tidak mudah percaya dengan hal-hal seperti itu, tanpa datang koordinasi langsung di kantor BKDD Wajo.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya