HTTP Status[404] Errno [0]

ILMIPSI Akan Boikot Capres Bermasalah

07 January 2013 01:22
ILMIPSI Akan Boikot Capres Bermasalah
Fuad Bachmid
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Fuad Bachmid

Fuad Bachmid

BugisPos — Perkembangan konstelasi politik skala nasional kembali memasuki babak pertama, meskipun hajatan tersebut belum dijadwalkan secara resmi oleh penyelenggara pemilu, akan tetapi aura politik sudah mulai terasa hingga ke seluruh pelosok tanah air. Berbagai tayangan iklan terbaru dari sejumlah capres/cawapres sudah mulai menghangatkan seluruh media massa, baik itu elektronik maupun media cetak. Akan tetapi dari segi tayangan iklan yang tidak berdasar seperti itu apakah kita sudah menyimpulkan mereka itulah yang akan dijadikan sebagai dasar utama untuk menentukan arah dukungan kita terhadap para tokoh yang akan bertarung dalam ajang Pilpres 2014 mendatang ?

Fuad Bachmid, Ketua Presidium Nasional ILMISPI kepada BugisPos mengatakan,

Inilah tanda- tanda kecenderungan dukungan politik kita selama ini terkesan insidentil. Artinya tergantung pada desain pencitraan yang dikemas melalui strategi pengiklanan di setiap media massa yang mampu mempengaruhi minat basis electoral. Padahal seharusnya tolak ukur kriteria seorang calon pemimpin harus dilihat dari Track Recordnya selama ini. Tentunya hal inilah yang harus menjadi pertimbangan semua kalangan untuk dapat menilik kriteria bakal calon Presiden kita pada Pilpres 2014 nanti.

Meskipun masih dikategorikan terlalu dini, tapi Pilpres tahun 2014 sisa terhitung 1 Tahun lagi. Para Capres 2014 pun masih tetap didominasi tokoh-tokoh lama. Perbagai penguatan opini telah dilakukan oleh masing-masing Parpol untuk menjagokan figurnya guna merebut RI-1 yang dipastikan akan ditinggalkan Susilo Bambang Yudhoyono pada pilpres mendatang.

Adapun Beberapa figur yang telah muncul, masih menyisihkan luka lama yang tak mungkin akan hilang di benak masyarakat. .

Inilah rapor merah para Capres kita yang didapatkan saat mereka berada diberbagai level kepemimpinan. Ini pertanda bahwa proses regenerasi kepemimpinan nasional kita masih menyisahkan tanda tanya besar dalam menentukan arah masa depan bangsa, kata Bachmid.

Dikatakan, seharusnya rakyat saat ini sudah harus mampu melahirkan figur-figur alternatif lain yang bisa menghapus kaburnya kegersangan kepemimpinan nasional. Bukannya sebaliknya, memuja mereka yang telah lama menorehkan tinta merah di balik perjalanan sejarah di negeri ini.

Rakyat sudah harus mempertimbangkan matang-matang mengenai pelanjut tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya. Sebab, masa depan bangsa ini tetap berada di tangan rakyat.

Olehnya itu, Ikatan Lembaga Mahasiswa FISIP Se-Indonesia (ILMISPI) yang merupakan bagian dari Pembangunan Demokrasi Politik yang sehat merasa mempunyai Andil Penting untuk Berkonstribusi membangun bangsa termasuk Memberikan Indikator khusus untuk mengukur para Capres yang akan bertarung pada Pilpres 2014 sebagai bagian dari Pembangunan Demokrasi, Tujuannya supaya Rakyat tidak salah menentukan Pilihannya pada Pilpres 2014, Dari hasil kajian internal, Kami akan merilis Nama-Nama Capres Bermasalah yang akan kami putuskan pada Agenda Internal Organisasi yang rencananya akan diadakan Bulan depan di Makassar, Hasil kajian tersebut akan kami putuskan sebagai satu sikap secara kelembagaan dan akan ditembuskan ke 200an BEM FISIP Se-Indonesia yang tergabung dalam ILMISPI agar melakukan langkah Pemboikotan Pencapresan Mereka pada Pilpres 2014 termasuk Larangan Masuk kampus, selain itu, ILMISPI juga akan mengkampanyekan Capres bermasalah tersebut di seluruh wilayah melalui Koordinator Wilayah (KORWIL) ILMISPI yang ada di Seluruh Provinsi di Indonesia, tegas Fuad (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya