HTTP Status[404] Errno [0]

Terbitkan SP3 Kasus Dugaan Ijazah Palsu Bupati Gowa, Kapolda di Praperadilankan

07 January 2013 10:00
Terbitkan SP3 Kasus Dugaan Ijazah Palsu Bupati Gowa, Kapolda di Praperadilankan
LSM Gempar akan mempraperadilankan Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo terkait penerbitan SP3 kasus dugaan ijazah palsu Bupati Gowa Ichsan YL.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
LSM Gempar akan mempraperadilankan Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo terkait penerbitan SP3 kasus dugaan ijazah palsu Bupati Gowa Ichsan YL.

LSM Gempar akan mempraperadilankan Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo terkait penerbitan SP3 kasus dugaan ijazah palsu Bupati Gowa Ichsan YL.

BugisPos –Buntut diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk kasus dugaan ijazah palsu Bupati Gowa Ichsan YL, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempar akan mempraperadilankan Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo. LSM Gempar akan menggandeng sebanyak lima pengacara handal.

Selain mempraperadilankan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mudji Waluyo yang telah berani menghentikan kasus dugaan ijazah palsu Bupati Gowa, Ichsan YL, pihaknya juga akan melayangkan surat gugatan ke Kantor Pengadilan Negeri Makassar, Senin (7/1/2013), lantaran dinilai keliru telah menyetujui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Hal tersebut di ungkapkan Koordinator LSM Gempar, Muhammad Dahlan, Minggu (6/1/2013). Dikatakannya bahwa pihaknya bersama tim kuasa hukum, serta ada lima pengacara yang akan mengawal kasus ini.

“Bila tidak ada arah melintang, besok kami masukkan surat gugatan ke pengadilan, dan akan dikawal setidaknya lima pengacara handal,” jelasnya, sebagaimana dikutip dari Tribun Timur.com.

“Ini lucu, karena sudah ada tiga tersangka. Namun, pemilik ijazah yang tidak lain bupati tidak pernah diperiksa,” dia menambahkan.

LBH Sudah Prediksi Kapolda Akan Dipraperadilankan

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar, Zulkifli Hasanuddin, dikonfirmasi mengatakan, bahwa digugatnya kepolisian dalam kasus ini itu sudah pasti lantaran menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dan ini sudah diprediksi akan terjadi, lantaran penyidik tidak mampu memberikan alasan terkait penghentian penyidikan kasus tersebut.

“Penyidik berdalih bahwa ia tidak memiliki cukup bukti itu harus dipertanyakan, karena polisi sudah menetapkan tiga tersangka yang artinya bahwa kasus ini sebenarnya sudah cukup bukti,” katanya, Minggu (6/1/2013).

Diketahui, Kepala Polda Sulsel, Inspektur Mudji Waluyo, pernah menegaskan bahwa kesiapan korps bhayangkara untuk menghadapi gugatan pihak yang keberatan atas penerbitan SP3 akan dihadapinya.

“Jika ada yang keberatan, kami siap dipraperadilankan,” katanya saat merilis kinerja Polda Sulsel di Aula Paramartha, Sekolah Perpolisian Negara (SPN) Batua, Jl Urip Sumihardjo beberapa waktu lalu. (gafar)

Â

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya