HTTP Status[404] Errno [0]

Sepak Terjang Ilham Arief Sirajuddin

08 January 2013 01:52
Sepak Terjang Ilham Arief Sirajuddin

UntitledHARAPAN baru Sulsel kini telah hadir. Itu setelah Ilham Arief Siradjuddin dan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IAS-AQM) menyatakan kesiapan untuk berpasangan menuju Pemilihan Gubernur Sulsel 2013.

Pasangan ini menawarkan perubahan Sulsel menjadi lebih baik. Buktinya, baru saja Aziz bersedia berpasangan dengan IAS, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo langsung mengeluarkan rekomendasi pembentukan Luwu Tengah. Bukan hanya itu, Bone Selatan juga mulai dijanji untuk direalisasikan.
Jika baru berpasangan saja untuk maju menjadi gubernur dan wagub Sulsel mendatang sudah cukup banyak hal-hal positif yang bisa dinikmati rakyat Sulsel, tentu bisa dibayangkan nanti jika pasangan ini memimpin Sulsel.
Keputusan Aziz mendampingi IAS murni mengikuti keinginan pendukungnya yang tergambar melalui hasil konvensi dna survei internal yang dilaksanakan Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) dalam lima bulan.
Kesepakatan ini diputuskan saat keduanya bertemu Kamis malam, 19 Januari 2012 di kediaman Ketua Tim 11 KPPSI, Hamid Paddu. Lalu, Jumat 20 Januari, Aziz mengumumkan niatnya maju sebagai calon wakil gubernur Sulsel mendampingi IAS dengan menggelar konferensi pers.
Semangat perubahan untuk Sulsel yang lebih baik dijabarkan dalam visi dan misi Aziz yang ditawarkan ke Ilham sebagai syarat kesediaannya mendampingi, yakni visi ekonomi kerakyatan dengan pertimbangan kondisi ekonomi semakin kapitalis.
Pembentukan karakter dan moral yang mulai merosot melalui pendekatan agama maka perlu dicipakan suasana masyarakat yang kental spiritualitasnya. Dan yang utama pemerintahan harus dijalankan dengan bersih bebas dari tindak korupsi.
Menurut Ilham, tagline SEMANGAT BARU lahir dari komitmen memajukan masyarakat Sulsel ke arah yang lebih baik. Ada tiga filosofi Semangat Baru:

  1. Menciptakan pemerintahan bersih
  2. Membangun basis ekonomi kerakyatan
  3. Membangun masyarakatreligius sesuai agama masing-masing

Dalam Tubuhnya Mengalir Darah Pemimpin
Darah kepemimpinan Ilham Arief Siradjuddin sebenarnya sudah ada semenjak ia belum dilahirkan. Bapaknya, Kolonel Pol. Arief Siradjuddin adalah perwira karier kepolisian dengan pejalanan karier yang cemerlang.
Selama dua periode dari tahun 1976-1986, Arief Siradjuddin dipercaya memimpin Kabupaten Gowa. Garis tangan Ilham memang garis tangan pemimpin.
Saat beranjak remaja, Ilham sudah memperlihatkan bakat kepemimpinan. Ia senantiasa didaulat menjadi pemimpin dalam kelompok sepermainannya. Ia selalu menjadi panutan. Ilham kecil membentuk sebuah kelompok anak muda bernama Kelompok Istana ketika melewati masa kecilnya di Sungguminasa Gowa.
Saat memasuki usia pendidikan menangah, Ilham dengan keputusannya sendiri memilih bersekolah di Bandung. “Saya melewati masa sulit ketika itu meski saat itu bapak saya sudah bupati di Gowa, tetapi bukan berarti saya dimanja dengan materi,” kata Ilham.
Ia kemudian kembali ke Makassar ketika berhasil menembus ketatnya persaingan memasuki Universitas Hasanuddin (Unhas), tepatnya di Fakultas Pertanian.
Ketajaman poltik Ilham mulai terlihat ketika ia bergabung dengan angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulsel sayap pemuda di Partai Golkar. Sebelumnya ia sudah menjadi aktivis di Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI (FKPPI).
Karier politiknya terus menjulang di usia yang sangat muda ketika ia sukses menembus parlemen Sulsel pada Pemilu 1999. Kesuksesannya mendapuk posisi Ketua DPD II Golkar Makassar pada 2004, makin menegaskan posisinya di ranah poltik daerah ini.
Meski menjabat sebagai orang nomor satu di Golkar Makassar, keputusan Ilham untuk maju dalam Pemilihan Walikota Makassar tahun 2004 tetap saja mengundang nada miring.
Usianya yang ketika itu baru 38 tahun dianggap masih hijau untuk ikut bertarung. Apalagi saat itu, ia masih menghadapi walikota incumbent HB Amiruddin Maula yang berpasangan dengan Apiaty Amin Syam, istri mantan Gubernur Sulsel HM Amin Syam. Ia juga berhadapan dengan Agus Arifin Nu’mang, Sekretaris Golkar Sulsel ketika itu.
Namun Ilham mampu membuktikan ketajaman berpolitiknya. Ia sukses memenangkan pertarungan itu dan kemudian terpilih menjadi walikota Makassar. Dalam sebuah acara sakral yang dilakukan di depan Benteng Ford Rotterdam Makassar, pada 8 Mei 2004, Ilham yang berpasangan dengan Andi Herry Iskandar dilantik sebagai walikota dan wakil walikota Makassar, periode 2004-2009.
Kini Ilham sedang menatap Pilgub Sulsel. Keberhasilanya memimpin Makassar dua periode tentu menjadi moda kuat baginya untuk memimpin daerah ini. Dengan kapasitas yang dimiliki dibarengi jaringan yang kuat, diyakini ia bisa mengantar Sulsel lebih sejahtera.
Hal itu bukanlah bualan, apalagi sesuatu yang mustahil bagi Ilham. Sebab, saat memimpin Makassar saja, ia sudah berkontribusi besar terhadap pembangunan Sulsel. Bisa dibayangkan jika kontribusi ivestasi untuk Sulsel 40 persennya disumbang oleh Kota Makassar yang dipimpin oleh Ilham.
Karena itu, jika kewenangan yang melekat padanya lebih luas, tentu bukan hal yang sulit baginya untuk menyulap Sulsel menjadi lebih baik, lebih sejahtera dan tentu saja lebih religius.
Energik, Tulus dan Apa Adanya
Ilham Arief Siradjuddin (IAS) dikenal sebagai walikota dengan mobilitas tinggi dibanding pendahulunya. Ini wajar karena dalam sejarah Makassar, IAS adalah walikota termuda.
Tahun2004 ketika ia dilantik menjadi walikota, IAS baru berusia 38 tahun. Maka sungguh wajar jika kemudian IAS memiliki mobilitas yang tinggi. Ia energik dan kekuatan fisiknya yang bagus membuatnya bisa menghadiri dan mengakomodasi banyak permintaan warga untuk hadir dalam berbagai acara.
Ia juga selalu berpenampilan dan bicara apa adanya, tidak menampilkan kepurapuraan, sebagaimana elit politik lainnya bersikap. IAS bukanlah pemain sinetron.
Penghargaan Untuk Rakyat
Bertabur penghargaan tidak membuat Ilham bangga. Apalagi sampai membangga-banggakan penghargaan yang diraihnya. Bagi dia, penghargaan itu untuk rakyat Makassar yang telah memberikan kepercayaan.
Ilham memastikan apa yang ia lakukan selama ini sebagai walikota Makassar murni dan tulus untuk kepentingan rakyat. Bukan untuk mngejar penghargaan, karena itu dirinya dalam bekerja juga tetap erbuka dan apa adanya.

Sebagian penghargaan yang diterima Ilham Arief Siradjuddin:

  1. Penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan di Sulsel (Gubernur Sulsel)
  2. Penghargaan atas peran dan pengabdian dalam melestarikan jiwa, semangat dan nilai 45 (Jend Purn TNI Surono).
  3. Bhumi Bhakti Adiguna, penghargaan atas partisipasi dan dukungan untuk menjadikan pertanahan sebagai sumber kemakmuran rakyat melalui sumbangan pemikiran, kontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan dan pengembangan infrastruktur pertaahan (Kepala Badan Pertanahan Nasonal).
  4. Penghargaan penanganan wilayah kumuh perkotaan (Presiden RI)
  5. Penghargaan pelayanan citra pelayanan prima (Presiden RI)
  6. Manggala karya Kencana (Kepala BKKBN)
  7. Penghargaan sebagai penutur Bahasa Indonesia terbaik tingkat nasional ategori birokrat (PP IMABSII, Kepala Pusat Bahasa Depdiknas RI)
  8. Nugra Jasadarma Pustaloka, memasyarakatkan perpustakaan (Kepala Perpustakaan Nasional RI).
  9. Bhakti Koperasi dan UKM (Menteri Koperasi da UKM RI).
  10. Wahana Tata Nugraha Bidang Lalulintas (Presiden RI)
  11. Bintang Jasa Utama (Presiden RI)
  12. Hatta Award

Wajib Shalat Magrib Bersama Keluarga
Bahtera rumah tangga Ilham Arief Siradjuddin sudah berjalan 14 tahun. Dalam usia tersebut semua berjalan normal. Tapi ada satu yang wajib dan sudah adi komitennya bersama keluarga, yakni shalat magrib berjamaah.
Selama membina rumah tangga dengan istri tercintanya Aliyah Mustika, Ilham berhasil menjadi panutan dalam keluarga. Selama rentang waktu itu, Ilham berhasil membina keluarganya menjadi contoh keluarga sakinah.
Tak ada riak serius dalam perjalanan bahtera ruma tangganya. Dengan saling pengertian, keduanya melalui begitu banyak tantangan yang menhadang.
Saah satu bentuk perhatiannya pada keluarganya, selama ia berada di Makassar maka ia akan berusaha pulang ke rumah sebelum magrib tiba untuk sahalat dengan keluarga.
Di sela-sela kesibukannya sebagai walikota Makassar, Ilham bahan masih menyempatkan untuk menemani putra-putrinya menyelesaikan PR dari sekolahnya. Kini Ilham telah dikaruniai empat orang buah hati dari perkawinanya.
Yakni Amirul Yamin Ramadhansyah (1994), Zulfikar Nur Alamsyah (1995), St Hamsinah Khaeratunisa (1997) dan St Mukhlisatul Amaliah (2001). Ilham dan Aliyah sebagai sebuah keluarga memang adalah perpaduan yang lengkap.
Tidak saja karena keduanya berasal dari keluarga besar, tetapi juga keduanya dibesarkan dalam didikan keras, terpelajar, dan dengan disiplin sangat ketat.(*/fir)

Data Diri IAS

  • Nama : Ir H Ilham Arief Siradjuddin MM
  • Kelahiran : Makassar, 16 September 1965
  • Alamat : Jl Sungai Saddang No 54 Makassar
  • Agama : Islam

Keluarga

  • Ayah : Kol (Purn) Polisi HM Arief Siradjuddin
  • Ibu : Hj St Djohrah
  • Istri: Hj Aliyah Mustika Abdullah SE
  • Kelahiran: Makassar 30 Maret 1969
  • Anak : Amirul Yamin Ramadhansyah (1994), Zulfikar Nur Alamsyah (1995), St Hamsinah Khaeratunisa (1997) dan St Mukhlisatul Amaliah (2001)

Riwayat Pendidikan

  • SDN Mangkura Makassar
  • SMPN VI Makassar (1981)
  • SMAN VII Bandung (1984)
  • S1 Unhas (1991)
  • S2 UMI (2003)
  • S3 UNM Doktoral (sekarang)

Pekerjaan

  • Direktur PT Mustika Pratama Persada (1992-1999)
  • Komisaris PT Mustika Pratama Perdana (1992-sekarang)
  • Anggota DPRD Sulsel (1999-2004)
  • Walikota Makassar (2004-sekarang)

Pengalaman Organisasi

  • Sekretaris Umum PD XIX FKPPI (1991-1994)
  • Sekretaris PD FKPPI Sulsel (1992-1997)
  • Wakil Bendahara DPD II Golkar Makassar (1992-1997)
  • Wakil Ketua I PD XIX FKPPI (1994-1998)
  • Sekretaris Umum DPD REI Sulsel (1995-1999)
  • Wakil Ketua I DPD AMPI Sulsel (1990-2000)
  • Pengelola PSM Makassar (1995-sekarang)
  • Wakil Ketua BPD HIPMI Sulsel (1996-2003)
  • Ketua Biro Pemuda dan Olahraga DPD I Partai Golkar Sulsel (1998-2001)
  • Ketua Kompartemen Koperasi KADIN Sulsel (1999-sekarang)
  • Ketua Harian AMPI Sulsel (2003-sekarang)
  • Ketua DPD II Partai Golkar Makassar (2001-2009)
  • Ketua PD KBPPP Sulsel (2003-sekarang)

(SahabatMuda IlhamAzis, sumber ; www.iassemangatbaru.co))

Â


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya