HTTP Status[404] Errno [0]

Ratusan Sopir Angkot Gelar Aksi Mogok

09 January 2013 06:14
Ratusan Sopir Angkot Gelar Aksi Mogok
Ratusan angkot di Kota Kendari tidak beraktivitas disebabkan para sopir angkot melakukan aksi mogok menentang kenaikan tarif retribusi hingga 100 persen.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Ratusan angkot di Kota Kendari tidak beraktivitas disebabkan para sopir angkot melakukan aksi mogok menentang kenaikan tarif retribusi hingga 100 persen.

Ratusan angkot di Kota Kendari tidak beraktivitas disebabkan para sopir angkot melakukan aksi mogok menentang kenaikan tarif retribusi hingga 100 persen.

BugisPos — Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kendari, Rabu (8/1/2013), kembali melakukan aksi mogok. Aksi ini merupakan kelanjutan aksi yang sama dilakukan para sopir angkot dua hari lalu.

Aksi  mogok dipicu dengan naiknya retribusi pajak angkutan umum hingga 100 persen. Dari pajak sebelum kenaikan sebesar Rp1.500 dinaikkan menjadi Rp3.000.

Naiknya retribusi angkutan umum itu tidak diterima baik para sopir. Sehingga mereka menggelar aksi mogok dengan memarkir kendaraan mereka di depan gedung DPRD Kota Kendari di Jalan KH Wahid Hasyim.

Sebelumnya, puluhan sopir angkot yang telah memarkir kendaraannya menghentikan sopir angkot yang lainnya yang melintas di jalan itu. Aksi menghentikan angkot yang melintas dengan maksud untuk mengumpulkan para sopir lain untuk ikut bergabung menyuarakan menolak kenaikan tarif retribusi tersebut, yang ternyata belum mendapatkan persetujuan dari legislatif.

Dikatakan salah satu sopir yang tidak mau menyebut jati dirinya, bahwa semestinya pihak Dinas Perhubungan (Dishub), sebelum menaikkan biaya retribusi, melakukkan rapat atau koordinasi dengan lembaga DPRD Kota Kendari. Terutama komisi yang membidangi angkutan umum.

“retribusi baru yang sudah dinaikkan sejak awal Januari 2013 kami anggap tidak sah karena belum disetujui DPRD. Untuk itu kami tetap akan menolak dan akan terus melakukan aksi demonstrasi,” ujarnya.

Aksi mogok para sopir angkot membuat sebagian warga yang biasanya menggunakan jasa transportasi angkot merasa resah. Apalagi semua angkot yang ditahan warga yang ingin naik, justru tidak dihiraukan oleh para sopir.

“Kami sangat resah bila aksi mogok angkutan kota terus-menerus, karena kami sulit bepergian,” ungkap Yanti (24 tahun), salah seorang penumpang angkot yang mengaku telah menunggu berjam-jam, tapi tak satupun angkot yang mengambilnya.(arfan/gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya