HTTP Status[404] Errno [0]

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga

11 January 2013 15:12
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga
Angin puting beliung menerjang rumah warga di sejumlah daerah di Sulsel.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Angin puting beliung menerjang rumah warga di sejumlah daerah di Sulsel.

Angin puting beliung menerjang rumah warga di sejumlah daerah di Sulsel.

BugisPos — Hingga hari ini, bencana berupa angin kencang puting beliung di Kabupaten Bantaeng telah merusak sekitar 221 unit rumah. Bencana angin puting beliung hampir terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi selatan, diantaranya Takalar dan Sinjai.

Menurut informasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bantaeng, angka tersebut masih sementara, dan kemungkinan masih bertambah.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan Organisasi dan Pembinaan Bantuan Sosial Dinsosnakertrans Bantaeng, Drs Muhammad Jufri Msi, rata-rata rumah yang rusak berupa berupa atap yang diterbangkan, dan rusak total.

“Di kawasan pegunungan, angin yang datang berupa puting beliung. Sedangkan di kawasan pesisir, angin kencang besarta badai dan ombang yang tinggi merusak rumah warga,” katanya.

Di Takalar 167 Rumah Diterjang Puting Beliung

Putting Beliung kembali memporak-porandakan setidaknya sembilan kecamatan di Kabupaten Takalar, Rabu 9 Januari dini hari. Dilaporkan data sementara, sebanyak 167 rumah warga mengalami kerusakan dalam bencana ini.

Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar, menetapkan siaga satu dan meminta masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan munculnya kembali musibah angin kencang maupun puting beliung tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh kepala desa, lurah, dan camat untuk siaga satu atau waspada munculnya kembali puting beliung. Selain itu, juga dilakukan pendataan terhadap warga yang menjadi korban puting beliung ini,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Takalar, Muhammad Asdar, kemarin.

Peringatan waspada ini dikeluarkan menyusul bencana angin puting beliung yang melanda sembilan kecamatan dalam waktu bersamaan. Angin kencang kembali memporak-porandakan 167 rumah warga dalam sekejap.

“Bencana ini terjadi merata di sembilan kecamatan. Terutama kawasan penduduk yang sebagian besar tempat tinggalnya merupakan rumah kayu yang rentan untuk disapu angin kencang,” beber Asdar.

Bencana puting beliung ini, sebut Asdar, terparah melanda rumah warga di Kelurahan Patte’ne Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Sebanyak 56 rumah mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan beberapa di antaranya, rubuh rata dengan tanah.

“Angin kencang hanya beberapa detik menghancurkan rumah kami. Beruntung pada saat kejadian, saya dan bapak langsung berlari ke luar rumah menyelamatkan diri,” papar Nasrullah, salah seorang korban yang rumahnya rata dengan tanah, di Dusun Pangkaje’ne Kelurahan Patte’ne.

Di Kecamatan Galesong, ada 67 rumah rusak akibat angin kencang. Sementara itu, 44 rumah warga di Kecamatan Pattallassang, juga ikut mengalami kerusakan. Asdar mengatakan, kerugian yang dialami korban ditaksir telah mencapai Rp500 juta lebih.

“Hingga kini, sejak dua hari Takalar dilanda puting beliung, korban yang telah terdata mencapai hampir 300 rumah. Pemkab masih menginventarisasi jumlah korban. Sesuai instruksi bupati, kemungkinan bantuan yang akan diberikan berupa bahan bangunan untuk perbaikan rumah,” jelas Pelaksana Tugas Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Takalar, Nirwan Nasrullah.

Hal ini, tambah dia, untuk memaksimalkan penyaluran bantuan kepada korban agar tidak ada celah untuk diselewengkan. Sementara itu, Pemkab juga menyediakan pos penanggulangan bencana yang aktif 24 jam yang dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Takalar.

“Siapa pun yang ingin membantu korban, bisa mendatangi langsung pos tersebut. Kami akan bantu penyalurannya hingga sampai kepada korban,” jelas Nirwan.

Saat ini, Pemkab Takalar juga melakukan kerja sama penanggulangan bencana dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk menyiapkan bantuan darurat. Antara lain; bahan makanan siap saji, selimut, sarung, dan terpal. Kemarin juga, Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin dan Wakil Bupati Takalar Natsir Ibrahim, kembali menyerahkan bantuan kepada warga yang menjadi korban.

Di Sinjai, 44 Rumah Rusak

Desa Batu Balerang Kecamatan Sinjai Borong, kembali diporak-porandakan angin puting beliung, Kamis 10 Januari malam. Setidaknya, terdapat 24 rumah warga mengalami kerusakan.

Sehari sebelumnya, Desa Batu Balerang ini juga diterjang puting beliung dengan kerusakan rumah warga sebanyak 44 unit. Kejadian ini bersamaan dengan desa tetangganya, Desa Batu Bontotangnga, kini jumlah rumah warga mengalami kerusakan mencapai 69 rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Muhammad Rusli, yang dikonfirmasi, Kamis, (10/1/2013), membenarkan adanya terjangan puting beliung susulan tersebut.

“Kami memang sudah meminta warga untuk waspada kemungkinan terjadinya terjangan puting beliung susulan,” ungkapnya.

Menurut Rusli, saat ini, tim dari BPBD sedang melakukan pendataan untuk memastikan rumah warga yang mengalami rusak parah dan yang hanya rusak ringan. Hal ini diperlukan untuk menaksir jumlah kerugian seluruhnya.

Rusli menyebutkan, sangat beruntung karena hanya rumah yang rusak. Belum ada korban jiwa yang masuk datanya di BPBD. Dia berharap hal ini tetep diperhatikan warga agar tidak ada korban jiwa. Apalagi pada malam hari hujan disertai angin kencang terus terjadi. “Warga harus siaga betul. Jangan sampai ada korban jiwa,” imbaunya.

Lebih lanjut, Rusli mengatakan, warga yang rumahnya diterjang puting beliung diminta menyerahkan taksiran kerugiannya. Menurutnya, kerugian tersebut akan diajukan pada pemerintah pusat atau melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kita tetap berusaha, siapa tahu bisa dapat bantuan. Yang terpenting saat ini bagaimana meminimalisasi dampaknya dulu,” ungkapnya.

Soal penanganan korban, dia mengatakan sudah mengirim tim untuk terus memantau kondisi para korban. Termasuk memberikan peringatan dini jika dilihat potensi bencana kembali membahayakan warga. Alat deteksi bencana pada radio internet dan Early Warning System (EWS) terus difungsikan. Khususnya mengetahui kecepatan angin dan curah hujan.

Seperti dirilis FAJAR online, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai melalui Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sinjai, Taiyeb A Mappasere, mengakui pihak Pemkab sudah mulai menyalurkan bantuan kepada korban.

“Hanya saja, sampai saat ini yang bisa disalurkan baru bahan makanan dan pakaian layak pakai,” jelasnya.

Selain itu, Taiyeb juga menyebutkan, korban diarahkan untuk mengungsi dahulu ke rumah yang ada di desa lain yang tergolong aman.

“Potensi bencana sangat tinggi. Malah kami sudah dapat kabar dari BMKG, cuaca buruk masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,” urainya.

Soal penanganan korban ini, diakui Taiyeb, selain bantuan makanan dan pakaian layak pakai disalurkan, juga dibangun posko kesehatan di daerah bencana. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan ada korban luka dari bencana ini.

Saat ini, tim relawan terus berada di daerah bencana untuk memantau perkembangan bencana. Apalagi, disebutkan masih adanya kemungkinan puting beliung kembali terjadi.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya