HTTP Status[404] Errno [0]

Roy Suryo Bakal jadi Menpora Baru ?

11 January 2013 14:32
Roy Suryo Bakal jadi Menpora Baru ?
Politikus Partai Demokrat Roy Suryo disebut-sebut akan menjadi menteri pemuda dan olah raga menggantikan Andi Mallarangeng.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Politikus Partai Demokrat Roy Suryo disebut-sebut akan menjadi menteri pemuda dan olah raga menggantikan Andi Mallarangeng.

Politikus Partai Demokrat Roy Suryo disebut-sebut akan menjadi menteri pemuda dan olah raga menggantikan Andi Mallarangeng.

BugisPos — Politikus Partai Demokrat Roy Suryo disebut-sebut akan menjadi menteri pemuda dan olah raga menggantikan Andi Mallarangeng. Dia sudah dipanggil ke Istana, Kamis (10/1/2013), pengumuman penunjukan Roy oleh Presiden SBY akan dilakukan dalam waktu dekat.

Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo adalah nama lengkap dari pakar telematika’ini. Sebelum menjadi politikus Partai Demokrat, Roy eksis di berbagai pemberitaan media terutama infotainment.

KRMT Roy Suryo sudah melakukan uji kepatutan dan kelayakan untuk menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga di Istana Negara, Jumat (11/1/2013) kemarin. Anggota Komisi X DPR-RI yang membidangi olahraga ini mengaku sudah diizinkan menyampaikan ke media terkait dengan penunjukkannya sebagai pengganti Andi Alfian Mallarangeng yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek kompleks olahraga Hambalang.

“Terus terang saya sendiri merasa kompetensi saya sebenarnya bukan di situ. Tetapi bukan berarti orang yang tak punya kompetensi tidak bisa belajar di situ (dunia olahraga). Saya tetap akan berjuang sebaik-baiknya, kalaupun ada kemungkinan ke sana (jadi Menpora). Sekarang kan kita kan belum ada pilihan, masih menunggu sampai kabar itu pasti dulu,” ujarnya seperti yang dikutip dari Vista.

Penunjukan Roy Suryo mengundang banyak komentar miring. Berbagai pihak meragukannya mengemban amanah menjadi Menpora, pengganti Andi Alfian Mallarangeng.

Namun dengan banyaknya orang yang meragukan kemampuannya itu, Roy Suryo justru sangat suka, karena justru ada low expectation.

“Kalau orang diekspektasikan sangat rendah, untuk bisa menyamakan diri sesuai standar atau melebihi standar malah ringan. Sebaliknya, high expectation atau ekspektasi tinggi justru membuat susah,” ujarnya.

Yang jelas, lanjut dia, menjadi Menpora itu tidak mudah. Apalagi sangat banyak persoalan berat yang tengah dihadapi.

Dia menyebut permasalahan yang dia anggap berat sebagai Menpora baik itu permasalahan eksternal, belum lagi persoalan internal. Masalah internal bukan hanya soal administrasi proyek Hambalang, Wisma Atlet.

Tetapi juga problem internal lainnya, seperti bagaimana menyatukan organisasi, masalah PSSI, di kepemudaan juga ada. Belum lagi bagaimana menyiapkan atlet terbaik untuk kejuaraan di SEA Games di Myanmar. Jadi banyak yang harus dilakukan.

Saat ditanya tentang pandangannya adanya dualisme kompetisi sepak bola di Indonesia, ISL dan IPL, dia menjawab enteng. menurut dia, Menpora harus bisa menyelesaikan masalah tersebut. Karena waktunya (tenggat dari FIFA) kan tidak banyak, hanya tiga bulan dan bisa di-bend (bekukan).

Kalau di-bend, kemungkinannya hanya ada dua macam; masalah bisa semakin keruh atau kita bisa seperti Brunei. Kita mulai lagi dari nol, membuka lembaran baru dan kemungkinan akan banyak hal menarik. Persoalannya kalau kemungkinannya jadi tambah runyam, makin repot.

“Saya percaya ini memang bukan tugas ringan. Itu tugas sangat berat, apalagi kita lihat setiap hari konflik kepentingannya sangat luar biasa,” tandas Roy.

Bila dipercaya mengemban jabatan Menpora, tugas lain yang cukup berat bagaimana bisa mempertahankan gelar juara bertahan Sea Games di Myanmar akhir tahun 2013 nanti.

“Untuk target kita tentu punya target minimal dan maksimal. Target minimalnya kita harus dapatkan gelar juara bertahan,” katanya.

Dia menyebut, untuk SEA Games 2013, Indonesia masih berpeluang mempertahankan gelar juara umum. Pertimbangannya, Indonesia masih mempunyai kebanggaan di beberapa cabang olahraga seperti panahan, dayung, bulutangkis dan sebagainya.

“Yang penting di sini adalah meningkatkan pembinaan terhadap atlet sehingga siap bertanding, dan sangat tergantung bagaimana pengaturan antara KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan KOI (Komite Olimpiade Indonesia). Bagaimana KONI-KOI saling bekerja sama untuk meningkatkan prestasi atlet dan membawa nama baik Indonesia,” kuncinya.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya