HTTP Status[404] Errno [0]

Batam Geger, KUA Menikahkan Pasangan Lesbi

12 January 2013 01:50
Batam Geger, KUA Menikahkan Pasangan Lesbi
Dokumen pernikahan pasangan lesbi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Dokumen pernikahan pasangan lesbi

Dokumen pernikahan pasangan lesbi

BugisPos – Dunia mungkin semakin mendekati kiamat. KUA Batam, entah sengaja atau tidak, terbukti telah menikahkan sepasang lesbian. Kenapa bisa ?

Warga Perumahan Puri Agung III Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Batam, dikagetkan dengan munculnya pasangan suami istri berjenis kelamin perempuan. Lebih mengagetkan lagi, pasangan ini memiliki buku nikah resmi yang diterbitkan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Berdasarkan buku nikah, pasangan lesbi tersebut, Angga Soetjipto alias Musjalifa (23) dan Ninies Ramiluningtyas (41), menikah 6 Januari 2012 lalu. Mereka tinggal di Blok B 6 No 20 perumahan tersebut.

Terbongkarnya identitas asli pasangan sejenis ini, bermula dari kecurigaan warga terhadap tingkah aneh keduanya. Warga akhirnya menggerebek dan memeriksa kejelasan jenis kelamin kedua pasangan tersebut.

Saat didatangi warga dan perangkat RT/RW setempat, Senin 8/1/13 dinihari, Angga mengakui dia berjenis kelamin perempuan. Dia menyatakan saling mencintai. Warga yang geram akhirnya mengusir Angga dari perumahan tersebut.

Tetangga depan rumah pasangan tersebut, Mai Marlina, menuturkan, Angga dan Ninies cenderung tertutup dan tidak aktif dalam kegiatan sosial. Keduanya juga bertingkah seperti remaja yang pacaran.

Tak hanya itu, selama tinggal di rumah itu, Angga tak pernah memakai baju layaknya seorang pria sejati. Kemana pun, ia selalu mengenakan jaket.

“Bahkan dia (Angga) malah punya kebiasaan aneh seperti menanam dan mengurus bunga. Istrinya malah nggak. Sudah begitu kalau ada warga yang lewat pasti ditutup dadanya pakai jaket,” kata Mai, Kamis 10/1/2013 seperti dirilis detikcom.

Kemenag Cabut Izin Nikah

Akhirnya pernikahan haram sesama jenis ini, dibatalkan oleh Kementerian Agama Batam. Surat nikah pasutri itu dicabut. Alasannya, kedua pasangan menggunakan dokumen tidak sah.

“Karena dokumennya palsu, tentunya itu tidak sesuai aturan. Kita batalkan, kita cabut (surat nikahnya),” kata Kepala Kantor Kemenag Batam Zulkifli kepada wartawan di kantornya, Sekupang, Batam, Jumat 11/1/2013.

Berdasarkan pemeriksaan, nama pasangan itu tidak sesuai KTP. Dengan adanya pencabutan itu, maka status pernikahan kedua Angga dan Ninies tidak sah.

“Masih kita proses untuk yang lainnya, termasuk soal terbitnya surat nikah,” jelasnya.

Angga dan Ninies menikah pada 6 Januari 2012 lalu. Selama tinggal di Perumahan Puri Agung III, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau, keduanya jarang bersosialisasi. Alhasil selama setahun, kedok mereka sebagai pasangan sejenis tertutup rapat.

Di hadapan warga, Angga sempat menunjukkan surat nikah dari KUA, namun warga tetap tidak percaya dan mengancam akan menelanjangi Angga. Angga pun akhirnya mengaku bahwa dirinya berjenis kelamin perempuan (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya