HTTP Status[404] Errno [0]

Tradisi Tato Suku Moi Papua Barat Mulai Luntur

14 January 2013 07:27
Tradisi Tato Suku Moi Papua Barat Mulai Luntur
Suku Moi di Papua Barat
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Suku Moi di Papua Barat

Suku Moi di Papua Barat

BugisPos — Tradisi membuat mentato tubuh Suku Moi di Kabupaten Sorong, Papua Barat, mulai luntur, kata peneliti di Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto.
“Saat ini hanya generasi tua Suku Moi yang masih mentato pada tubuhnya, sedangkan generasi mudanya sudah tidak menerapkan tato lagi,” kata Hari Suroto di Jayapura, Papua, Minggu 13/1/13

“Generasi muda saat ini sudah tidak bertato lagi, mungkin juga karena perkembangan jaman ataupun norma dan etika pekerjaan yang ada saat ini,” kata alumnus Universitas Udayana Bali itu.

Ia menjelaskan, Suku Moi atau Malamoi punya tradisi menghias tubuh dengan tato bermotif khas, yang diperkenalkan oleh penutur Austronesia dari Asia Tenggara yang bermigrasi ke wilayah Sorong, Papua Baray, pada jaman neolitik.

“Motif tato ini berupa motif geometris atau garis-garis melingkar serta titik-titik berbentuk segitiga kerucut atau tridiagonal yang dibariskan,” katanya.

Mereka membuat tato dengan mencelupkan duri pohon sagu atau tulang ikan ke campuran arang halus (yak kibi) dan getah pohon langsat (loum), lalu menusukkannya ke bagian tubuh seperti dada, pipi, kelopak mata, betis, pinggul dan punggung.

“Desain tato disesuaikan dengan luas sempit bagian tubuh yang hendak ditato, misalnya tato di hidung akan mengikuti bentuk hidung,” katanya kepada Antara News.

Menurut Hari, tradisi tato Suku Moi perlu dilestarikan. “Pelestarian tradisi suku Moi bisa dilakukan dengan melakukan penelitian dan pendokumentasian, dan mewariskannya ke generasi muda,” katanya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya